Koalisi Indonesia Bersatu Diprediksi Incar Figur Bakal Capres Minim Dukungan Partai

Kompas.com - 13/05/2022, 17:59 WIB
Ketua Umum Partai Golkar berfoto bersama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di sela-sela pertemuan ketiganya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKetua Umum Partai Golkar berfoto bersama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suharso Monoarfa dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan di sela-sela pertemuan ketiganya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022).

JAKARTA, KOMPAS.com - Poros koalisi Indonesia Bersatu yang dibentuk Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diperkirakan akan digunakan buat memikat bakal calon presiden yang mempunyai elektabilitas baik yang kurang memiliki basis politik.

"Koalisi ketiga partai politik ini dapat dilihat sebagai strategi politik untuk memikat bakal calon presiden dengan elektabilitas baik tetapi tidak memiliki kepastian dukungan dari partai politik untuk memperoleh tiket pencalonan," kata peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, kepada Kompas.com, Jumat (13/5/2022).

Baik PAN, Partai Golkar, dan PPP adalah partai pendukung pemerintah saat ini.

Menurut Bawono, poros koalisi Indonesia Bersatu untuk saat ini kurang memiliki sosok yang cukup kuat atau populer dari segi elektabilitas untuk diusung secara sebagai capres. Maka dari itu, dia memperkirakan koalisi itu akan digunakan sebagai ajang untuk memikat tokoh-tokoh politik yang ingin merapat untuk mendapatkan dukungan menjadi capres.

Baca juga: Bentuk Koalisi, PPP Hargai Golkar yang Ingin Usung Airlangga Hartarto sebagai Capres 2024

"Kalau dilihat ketiga partai politik ini tidak memiliki figur bakal calon dengan tingkat elektabilitas menjanjikan dari internal mereka masing-masing," ujar Bawono.

Terkait hal itu, Bawono memperkirakan koalisi Indonesia Bersatu akan memberikan posisi bakal calon presiden kepada figur dari eksternal, tetapi dengan elektabilitas menjanjikan. Selain itu, lanjut dia, tokoh yang akan kemungkinan didukung maju sebagai bakal capres harus yang belum memiliki kepastian dalam memperoleh dukungan partai politik untuk berlaga di pemilu mendatang.

"Sangat mungkin ketiga partai politik ini akan sodorkan satu nama figur sebagai representasi dari koalisi ini untuk diposisikan sebagai bakal calon wakil presiden, bukan bakal calon presiden," ujar Bawono.

Keputusan membentuk koalisi itu disampaikan Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily dalam keterangannya, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: PPP Sebut Koalisi Indonesia Bersatu Masih Buka Kemungkinan Partai Lain Bergabung

“Dengan visi partai yang dimilikinya dan berbagai pengalaman politik, kesemuanya bersepakat untuk menyatukan diri membangun koalisi yang disebut Koalisi Indonesia Bersatu,” tutur dia.

Menurut Ace, ketiga partai politik (parpol) itu sepakat untuk mengakhiri politik identitas yang menimbulkan polarisasi di masyarakat seperti yang terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Lengkapi Berkas Tersangka Kasus Indosurya

Polisi Lengkapi Berkas Tersangka Kasus Indosurya

Nasional
Proyek-proyek Bernilai Fantastis DPR: Habis Gorden Rumah, Terbit Pengecatan 'Dome' Gedung Kura-kura

Proyek-proyek Bernilai Fantastis DPR: Habis Gorden Rumah, Terbit Pengecatan "Dome" Gedung Kura-kura

Nasional
Penggunaan Masker Dilonggarkan, Gerindra: Masyarakat Lepas dari Kebosanan

Penggunaan Masker Dilonggarkan, Gerindra: Masyarakat Lepas dari Kebosanan

Nasional
ICJR Dorong Revisi KUHAP Menyusul Kematian Pemuda Makassar Usai Ditangkap Polisi

ICJR Dorong Revisi KUHAP Menyusul Kematian Pemuda Makassar Usai Ditangkap Polisi

Nasional
Firli Tegaskan KPK Buru Harun Masiku Sampai Tertangkap: Dia Tak Bisa Tidur Nyenyak

Firli Tegaskan KPK Buru Harun Masiku Sampai Tertangkap: Dia Tak Bisa Tidur Nyenyak

Nasional
KPK Dorong Pengurus Parpol Tingkatkan Budaya Antikorupsi

KPK Dorong Pengurus Parpol Tingkatkan Budaya Antikorupsi

Nasional
Mahfud Ingatkan Ahli Hukum Tata Negara Tak Terjebak Pandangan Politik yang Memihak

Mahfud Ingatkan Ahli Hukum Tata Negara Tak Terjebak Pandangan Politik yang Memihak

Nasional
Cerita Ridwan Kamil Kelola Media Sosial, Seimbangkan Serius dan Receh

Cerita Ridwan Kamil Kelola Media Sosial, Seimbangkan Serius dan Receh

Nasional
Cak Imin Respons Isu Dirinya Mau Disingkirkan dari PKB

Cak Imin Respons Isu Dirinya Mau Disingkirkan dari PKB

Nasional
Moeldoko: Pemerintah Finalisasi Draf Kebijakan Non-yudisial untuk Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu

Moeldoko: Pemerintah Finalisasi Draf Kebijakan Non-yudisial untuk Penyelesaian Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Suap Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Dugaan Suap Eks Dirjen Kemendagri Ardian Noervianto

Nasional
KPK Tangkap Pejabat Pemkot Ambon yang Diduga Musnahkan Barang Bukti

KPK Tangkap Pejabat Pemkot Ambon yang Diduga Musnahkan Barang Bukti

Nasional
KPK Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Sita Dokumen Keuangan

KPK Geledah Ruang Kerja Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, Sita Dokumen Keuangan

Nasional
Hadiri Program Politik Cerdas Berintegritas KPK, PKS: Cocok, Kita Sejalan

Hadiri Program Politik Cerdas Berintegritas KPK, PKS: Cocok, Kita Sejalan

Nasional
UPDATE 18 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.498

UPDATE 18 Mei: Bertambah 17, Jumlah Pasien Covid-19 yang Meninggal Jadi 156.498

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.