Kompas.com - 13/05/2022, 09:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Polda Jawa Timur (Jatim) menggagalkan penyelundupan 8 kontainer berisi minyak goreng siap ekspor dari Jawa Timur ke negara Timor Leste.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengungkapkan, dalam 8 kontainer tersebut, setidaknya berisi 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng yang siap diekspor.

"Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (12/5/2022) malam.

Baca juga: Larangan Ekspor CPO Dimulai, Harga TBS Merosot Tajam

Agus menyampaikan, pengungkapan tersebut bermula dari informasi yang diberikan oleh masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak tentang adanya dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan sementara ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan larangan ekspor minyak goreng sejak 28 April 2022 guna memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Agus mengatakan, pihak Kepolisian juga telah menetapkan 2 tersangka berinisial (R) 60 tahun dan (E) 44 tahun.

Kedua tersangka diduga berperan sebagai eksportir minyak goreng ditengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor.

Menurut Agus, awalnya diduga ada 11 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor. Sebanyak 8 kontainer sudah diamankan. 

Baca juga: Bisakah Larangan Ekspor CPO dkk Atasi Masalah Minyak Goreng? Ini Kata Ekonom

Adapun tiga kontainer lain telah berada di Negara Timor Leste. Terkait 3 kontainer itu, polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai untuk melakukan penarikan.

Agus juga mengatakan, para tersangka mengelabui petugas Bea Cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan pos tarif atau HS dan invoice persetujuan ekspor barang (PEB).

Adapun dalam dokumen ekspor dengan pos tarif/HS dan invoice tertulis barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, styrofoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil aqua.

"Namun, isi barang di dalam kontainer adalah minyak goreng dengan merek tersebut," ucap Agus.

Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.