Kompas.com - 09/05/2022, 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih akan terus dilanjutkan.

Namun, seiring dengan membaiknya situasi pandemi Covid-19 di Indonesia, PPKM akan dilonggarkan secara bertahap.

"Seiring dengan semakin terkendalinya kasus Covid-19, langkah-langkah relaksasi PPKM akan terus dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut," kata Luhut dalam konferensi pers daring, Senin (9/5/2022).

Baca juga: Sejauh Mana Dampak Mudik terhadap Kasus Covid-19? Ini Kata Epidemiolog

Luhut memastikan, pelonggaran aturan PPKM bakal tetap mengikuti standar protokol kesehatan pencegahan virus corona.

Dalam waktu dekat, perihal relaksasi PPKM ini akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) maupun Surat Edaran (SE) Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

"Pemerintah juga menegaskan hingga hari ini masih dan akan terus memberlakukan aturan PPKM Jawa-Bali hingga waktu yang masih belum ditentukan mengikuti hasil evaluasi secara reguler yang dipimpin langsung oleh presiden," ujar Koordinator PPKM Jawa-Bali itu.

Luhut mengeklaim, situasi pandemi Covid-19 di Indonesia dalam kondisi yang begitu baik. Secara nasional, sudah 25 hari berturut-turut kasus harian berada di bawah 1.000.

Selain itu, angka rawat inap nasional terus turun hingga 97 persen. Tingkat hunian tempat tidur rumah sakit juga sangat rendah, hanya 2 persen dari keseluruhan tempat tidur yang tersedia.

Selain itu, kasus kematian turun hingga 98 persen, mengikuti penurunan varian Omicron dan positivity rate yang berada di bawah 0,7 persen.

"Berdasarkan data-data di atas, kami meyakini bahwa kondisi varian Omicron di Indonesia di tengah momen libur Idul Fitri hingga saat ini masih terkendali," ucap Luhut.

Baca juga: Luhut: PPKM Jawa-Bali Terus Diberlakukan Hingga Waktu yang Belum Ditentukan

Namun demikian, lanjut Luhut, selama masa libur Lebaran terjadi peningkatan mobilitas masyarakat yang tajam hingga 48,1 persen.

Oleh karenanya, untuk mencegah peningkatan kasus akibat lonjakan mobilitas penduduk, dalam 1-2 minggu ke depan pemerintah akan memperkuat tracing dan testing Covid-19.

"Kami juga mengimbau untuk mengoptimalkan WFH (work from home/bekerja dari rumah) selama beberapa waktu ke depan, untuk mengurangi risiko penyebaran virus," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.