Kompas.com - 09/05/2022, 07:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bakal menerima gelar profesor kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA), Korea Selatan.

Untuk itu, Megawati tiba di Korea Selatan pada Minggu (8/5/2022).

Adapun upacara penganugerahan gelar profesor terhadap Megawati rencananya berlangsung Rabu (11/5/2022) setelah ia menghadiri pelantikan Presiden Korea Selatan yang baru, Yoon Suk Yeol pada Selasa.

"(Rabu) Megawati akan berangkat lagi ke Istana Kepresidenan Korsel untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Yoon," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Minggu.

Baca juga: Megawati Tiba di Seoul untuk Hadiri Pelantikan Presiden Korsel hingga Terima Gelar Profesor

"Seusai pertemuan itu, Megawati akan langsung berangkat ke Gedung Seoul Institute of the Arts. Sebab di sana, Megawati akan menghadiri upacara penganugerahan gelar profesor kehormatan," ucap dia.

Hasto mengatakan, pihak SIA memberi gelar profesor tersebut karena menilai besarnya kontribusi serta komitmen kemanusiaan Megawati memperjuangkan perdamaian di Semenanjung Korea.

Presiden ke-5 RI itu juga dinilai memiliki perhatian yang begitu besar terhadap demokrasi, lingkungan dan kebudayaan sehingga pantas diberikan gelar profesor kehormatan.

"Bahkan Ibu Mega pernah jadi utusan khusus Presiden Korea Selatan untuk ke Korea Utara dalam menjalankan diplomasi perdamaian," kata Hasto.

"Karena pada dasarnya Korea ini kan satu bangsa dua negara. Hanya karena perbedaan ideologi akibat perang dingin, kemudian terpecah jadi dua negara, sehingga proses reunifikasi Korea harus terus menerus dijalankan dengan cara damai dan dialog," ucap dia.

Hasto berpendapat, Megawati sukses kontribusi mendamaikan perang dingin di Korea lewat diplomasi kebudayaan.

Baca juga: Profil Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang Belum Tergantikan

Menurut dia, diplomasi kebudayaan merupakan pendekatan penting yang bisa dilakukan untuk mendamaikan dua negara tersebut.

Selain itu, Megawati disebut menjadi satu dari sedikitnya pemimpin dunia yang bisa diterima oleh pihak Korea Utara.

"Hal ini terkait hubungan historis antara Proklamator RI yang juga ayah Megawati, Bung Karno, dan Great Leader Korea Utara, Kim Il Sung," ucap Hasto.

"Dunia mencatat, bagaimana bunga anggrek yang diberikan Bung Karno dikenal dengan nama Kimilsungnia. Bunga anggrek ini sekarang menjadi simbol bunga persahabatan antara Indonesia dan Korea Utara," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.