Kompas.com - 05/05/2022, 09:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menegaskan, penentuan skema menuju endemi Covid-19 masih menunggu hasil evaluasi pasca-periode mudik Lebaran.

Hal ini ditegaskanya menyusul beredarnya informasi bahwa pemerintah telah mempersiapkan transisi perubahan status pandemi menjadi endemi Covid-19.

"Untuk skema menuju endemi pemerintah masih akan menunggu evaluasi beberapa minggu pasca mudik Lebaran. Kita berharap tidak akan terjadi lonjakan lagi seperti di negara lain," ujar Abraham dalam siaran pers KSP, Kamis (5/5/2022).

Baca juga: Bupati Bandung Larang Takbir Keliling, Minta Masyarakat Doakan Covid-19 Segera Jadi Endemi

"Pemerintah akan bersiap mengantisipasi bila terjadi lonjakan," lanjutnya.

Abraham mengakui, selama tujuh minggu terakhir, yakni sejak 24 Maret hingga 4 Mei 2022, kasus Covid-19 sudah terkendali.

Hal itu, ujar dia, ditunjukkan oleh data Reproduction Rate (Rt) yang konsisten di angka 1.

Selain itu, jumlah penambahan kasus positif Covid-19 per hari juga terus melandai.

"Per 3 Mei 2022, 107 kasus per hari, angka kematian 18 per hari, dan angka kasus aktif tinggal 6.951," paparnya.

"Suatu hal yang patut kita syukuri dan apresiasi kepada nakes, TNI/Polri, dan satgas yang terus mengingatkan protokol kesehatan," lanjut Abraham.

Baca juga: Epidemiolog: Transisi Menuju Endemi Covid-19 Bukan Berarti Pelonggaran Prokes

Dia pun menambahkan, pemerintah tidak terburu-buru menurunkan status pandemi menjadi endemi, meski beberapa indikator menunjukkan perbaikan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan masa transisi dari pandemi Covid-19 ke endemi akan berlangsung selama enam bulan.

Masa transisi tersebut akan digunakan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

"Ini masih ada transisi, kira-kira enam bulan. Kita lihat seperti apa," ujar Jokowi usai meninjau Sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara pada 25 Maret lalu.

"Baru nanti (jika kondisi memungkinkan) silakan kalau di luar ruangan buka masker. Kalau di dalam tetap masih pakai masker," jelasnya.

Jokowi menuturkan, kondisi saat ini memang kasus Covid-19 sudah landai.

Baca juga: Jokowi Sebut Masa Transisi Menuju Endemi di Indonesia Berlangsung 6 Bulan

Sehingga kegiatan mudik sudah diperbolehkan karena melihat angka kasus harian sudah sangat rendah.

Dan di sisi lain kasus aktif Covid-19 sudah di bawah 20.000. Meski begitu, kepala negara menegaskan masa transisi tetap harus dilakukan secara hati-hati

Menurutnya, pemerintah Indonesia tidak ingin langsung menerapkan kebijakan membuka masker sebagaimana halnya yang diterapkan di sejumlah negara.

"Saya tidak ingin kayak negara-negara lain, buka masker, Enggak," tegasnya.

"Ada tahapan-tahapan yang kita tidak perlu tergesa-gesa. Karena apapun kita punya pengalaman, saat Delta seperti apa, saat Omicron seperti apa, sehingga kehati-hatian, kewaspadaan tetap harus," tambah Presiden Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.