Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tanggal 2 Mei Memperingati Hari Apa?

Kompas.com - 01/05/2022, 02:00 WIB
Monica Ayu Caesar Isabela

Editor

KOMPAS.com - Tanggal 2 Mei 2022 jatuh pada hari Senin. Hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah jatuh pada tanggal 2 Mei 2022.

Selain itu, tanggal 2 Mei juga diperingati sebagai hari lain. Berikut peringatan dan perayaan yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2022:

Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah

Hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah jatuh pada tanggal 2 Mei 2022. Idul Fitri atau lebaran merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriah.

Idul Fitri jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya karena penentuan 1 Syawal berdasarkan pada peredaran bulan. Cara penentuan 1 Syawal juga bervariasi sehingga ada sebagian umat Islam yang merayakan pada tanggal Masehi yang berbeda.

Idul Fitri dicetuskan oleh Nabi Muhammad SAW. Idul Fitri dimulai di Madinah setelah migrasi Muhammad dari Mekah. Ketika Muhammad tiba di Madinah, ia menemukan orang-orang merayakan dua hari tertentu di mana mereka berekreasi dan bergembira.

Mendengar hal tersebut, Muhammad berkata bahwa Allah telah menetapkan dua hari perayaan yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Baca juga: Idul Fitri, Mudik, dan Kebinekaan Kita

Hari Pendidikan Nasional

Hari pendidikan nasional atau hardiknas adalah hari nasional yang bukan hari libur. Hardiknas ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara.

Ki Hadjar Dewantara adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Surya.

Ki Hadjar Dewantara menentang kebijakan pendidikan pemerintah Hindia Belanda di era kolonialisme yang hanya memperbolehkan anak kelahiran Belanda atau orang kaya untuk mengenyam bangku pendidikan.

Filosofinya, "Tut Wuri Handayani" yang berarti memberi dorongan dari belakang digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Hardiknas ditetapkan melalui Keppres nomor 316 tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Hari Bendera di Polandia

Hari Bendera di Polandia diperingati setiap tanggal 2 Mei.

Hari bendera dituangkan dalam undang-undang nasional masing-masing negara. Akan tetapi, di beberapa negara, keputusan dari kepala negara juga dapat menjadi dasar peringatan hari bendera.

Baca juga: Sejarah Hardiknas, Tidak Lepas dari Sosok Ki Hajar Dewantara

Undang-undang berisi penentuan lokasi di mana bendera dikibarkan dan bagaimana bendera dikibarkan, apakah penuh satu tiang atau setengah tiang.

Hari Guru di Iran

Hari guru adalah hari untuk menunjukkan penghargaan terhadap guru. Hari guru di Iran jatuh pada tanggal 2 Mei, menandai gugurnya Morteza Muthahhari.

Morteza Muthahhari adalah seorang dosen dan filsuf Syiah yang memiliki peran penting dalam membentuk ideologi Republik Islam Iran pada masa revolusi Iran.

Hari guru diperingati pada tanggal yang berbeda-beda di setiap negara. Di beberapa negara, hari guru merupakan hari libur sekolah.

 

Referensi

  • Rahmawati, Nina. 2020. Hari-hari Penting Internasional. Yogyakarta: Laksana
  • Pranoto, Suhartono W. 2017. Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran dan Perjuangannya. Jakarta: Museum Kebangkitan Nasional
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Alasan MK Tolak Gugatan Anies-Muhaimin: Tak Beralasan Menurut Hukum

Alasan MK Tolak Gugatan Anies-Muhaimin: Tak Beralasan Menurut Hukum

Nasional
MK Nilai Airlangga Tak Terbukti Langgar Pemilu karena Bagi-bagi Sembako Sesuai Putusan Bawaslu

MK Nilai Airlangga Tak Terbukti Langgar Pemilu karena Bagi-bagi Sembako Sesuai Putusan Bawaslu

Nasional
MK Anggap Kegiatan Prabowo Bedah Rumah Warga Cilincing Bukan Pelanggaran Pemilu

MK Anggap Kegiatan Prabowo Bedah Rumah Warga Cilincing Bukan Pelanggaran Pemilu

Nasional
MK Tolak Permohonan Anies-Muhaimin, 3 Hakim 'Dissenting Opinion'

MK Tolak Permohonan Anies-Muhaimin, 3 Hakim "Dissenting Opinion"

Nasional
Polri Ingatkan Peserta Aksi Demo Terkait Putusan Sengketa Pilpres Tetap Patuhi Aturan

Polri Ingatkan Peserta Aksi Demo Terkait Putusan Sengketa Pilpres Tetap Patuhi Aturan

Nasional
MK Tolak Permohonan Sengketa Pilpres Anies-Muhaimin

MK Tolak Permohonan Sengketa Pilpres Anies-Muhaimin

Nasional
Imbas Pilpres 2024, MK Minta Pejabat Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas Bareng Kampanye

Imbas Pilpres 2024, MK Minta Pejabat Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas Bareng Kampanye

Nasional
Bukti Tidak Cukup, Dalil Anies-Muhaimin yang Sebut Menteri Terlibat Menangkan Prabowo-Gibran Ditolak MK

Bukti Tidak Cukup, Dalil Anies-Muhaimin yang Sebut Menteri Terlibat Menangkan Prabowo-Gibran Ditolak MK

Nasional
MK: 'Endorsement' Dapat Bermasalah jika Dilakukan Presiden

MK: "Endorsement" Dapat Bermasalah jika Dilakukan Presiden

Nasional
Soal Putusan Sengketa Hasil Pilpres, Jokowi: Itu Wilayahnya MK

Soal Putusan Sengketa Hasil Pilpres, Jokowi: Itu Wilayahnya MK

Nasional
KPK Absen di Sidang Praperadilan Perdana Lawan Eks Karutan Sendiri

KPK Absen di Sidang Praperadilan Perdana Lawan Eks Karutan Sendiri

Nasional
MK Tegaskan Bukan Keranjang Sampah yang Selesaikan Semua Masalah Pemilu

MK Tegaskan Bukan Keranjang Sampah yang Selesaikan Semua Masalah Pemilu

Nasional
MK: Seharusnya Presiden Berpikir, Bersikap, dan Bertindak Netral

MK: Seharusnya Presiden Berpikir, Bersikap, dan Bertindak Netral

Nasional
Ganjar dan Anies Saling Lirik dan Tertawa Saat MK Tolak Dalil-dalil Mereka...

Ganjar dan Anies Saling Lirik dan Tertawa Saat MK Tolak Dalil-dalil Mereka...

Nasional
MK: Tak Ada Relevansi Penyaluran Bansos dengan Peningkatan Perolehan Suara

MK: Tak Ada Relevansi Penyaluran Bansos dengan Peningkatan Perolehan Suara

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com