Kompas.com - 27/04/2022, 16:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 3.894 korban melaporkan robot trading ilegal DNA Pro ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan, penggelapan, serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai Rp 565 miliar.

Kuasa hukum korban Yasmin Muntaz mengungkapkan laporan disampaikan pada Jumat (22/4/2022).

Trading yang menimbulkan kerugian tersebut merupakan manipulasi sehingga bukan merupakan kerugian yang wajar,” sebut Yasmin dalam konferensi pers salah satu cafe di wilayah Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (27/4/2022).

Yasmin menjelaskan, pada 19 April 2022, manipulasi trading telah terjadi dan baru terungkap 25 April 2022.

Baca juga: Petinggi DNA Pro Daniel Abe Ditangkap Saat Hendak Pulang dari Turki

Padahal, robot trading DNA Pro telah dihentikan operasionalnya oleh Badan Pengawas Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhir Januari 2022.

“Yang patut dipertanyakan adalah mengapa aksi trading tersebut tiba-tiba bisa dilakukan perusahaan setelah dihentikan kegiatan operasionalnya?,” papar dia.

Ia menilai, tak ada langkah konkret dari pemerintah setelah menyegel aktivitas DNA Pro.

Yasmin berharap, Kemendag selaku regulator hadir untuk mengurus pengembalian uang investasi para korban.

“Kemendag dan jajarannya mestinya bisa dan perlu hadir untuk mendesak manajemen DNA Pro agar segera mengembalikan seluruh dana member pasca penyegelan,” imbuh dia.

Baca juga: Alasan Polisi Sita Uang Lesti Kejora, Rizky Billar, dan Ivan Gunawan Terkait DNA Pro, sedangkan Rossa Tidak

Diberitakan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menangkap satu lagi tersangka robot trading ilegal DNA Pro bernama Daniel Abe.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko menyebut penangkapan dilakukan saat Daniel pulang dari Turki ke Indonesia pada Sabtu (23/4/2022).

Dengan penangkapan ini, maka Bareskrim Polri telah menangkap dan menahan delapan orang tersangka, sedangkan empat sisanya berstatus buron.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.