Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 25/04/2022, 18:49 WIB
Penulis Irfan Kamil
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) optimis mudik yang dilakukan masyarakat untuk merayakan Idul Fitri tahun ini aman dari penyebaran Covid-19.

Berdasarkan catatan pemerintah, hingga hari ini, dosis pertama vaksinasi Covid-19 telah mencapai 95,53 persen. Sementara, dosis kedua telah mencapai 78,8 persen.

"Kita cukup optimis (mudik aman) mengingat cakupan vaksinasi yang cukup tinggi yang ada di masyarakat," ujar Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan pers bertajuk "Dinamika Vaksin Covid-19", Senin (25/4/2022).

Menurut Nadia, pemerintah telah menargetkan vaksinasi dosis kedua mencapai 80 persen dari target pada akhir Mei 2022.

Baca juga: Vaksin Booster di Jabodetabek 25 April 2022 dan Link Pendaftaran

 

Pemerintah juga berharap vaksinasi dosis ketiga bisa semakin meningkat.

Hingga hari ini, kata dia, sudah 17 persen dari 208.265.720 masyarakat Indonesia yang telah mendapatkan perlindungan melalui vaksinasi dosis ketiga.

"Kita berharap tentunya tambahan dosis ketiga ini akan memberikan pertahanan antibodi bagi masyarakat kita dalam merayakan ibadah mudik lebaran tahun ini," ucapnya.

Kendati demikian, pemerintah selalu mengingat pengalaman terjadinya peningkatan kasus Covid-19 setiap kali libur panjang atau usai perayaan hari besar keagamaan.

Misalnya, peningkatan kasus gelombang pertama varian alfa Covid-19 yang terjadi usai liburan Natal dan Tahun baru 2020.

Baca juga: Mengenal Vaksin Rotavirus yang akan Diberikan Gratis Kemenkes

Kemudian, gelombang kedua dengan varian Delta yang terjadi pasca liburan panjang dan juga usai Idul Fitri tahun lalu.

"Dan tentunya varian Omicron yang kemarin kita baru saja hadapi ini juga terjadi pasca-liburan Natal dan Tahun Baru," ucap Nadia.

Oleh karena itu, pemerintah juga tetap waspada akan penyebaran Covid-19 dengan memperbesar cakupan vaksinasi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Tentunya, saat ini adalah ujian kita bersama untuk kemudian kita bisa melewati mudik khususnya perayaan Idul Fitri 2022 ini dengan aman," tutur Nadia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggal 10 Februari Hari Memperingati Apa?

Tanggal 10 Februari Hari Memperingati Apa?

Nasional
Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Surya Paloh Kembali Bertemu Luhut, Bahas Apa?

Nasional
Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Gelar Wayang Kulit, Kapolri Harap Semakin Perkuat Persatuan Kesatuan Jelang Tahun Politik

Nasional
Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Update 3 Februari 2023: Kasus Covid-19 Bertambah 241 dalam Sehari, Total Jadi 6.730.778

Nasional
Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Ungkap Derita Terseret Skenario Ferdy Sambo, Chuck Putranto: Anak Diperiksa Psikis, Istri Dihina

Nasional
KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

KPK Tunjuk Jaksa yang Pernah Periksa Adik Ipar Jokowi Jadi Plt Direktur Penuntutan

Nasional
Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Mahfud Sebut Indeks Persepsi Korupsi Turun Bukan Penilaian ke Pemerintah Saja, tapi DPR dan Peradilan

Nasional
Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya 'PR'

Kepala Daerah Takut Diperiksa Aparat, Mendagri Disebut Masih Punya "PR"

Nasional
Kepala Daerah Takut Diselidiki Aparat Diduga Dampak Mafia Peradilan

Kepala Daerah Takut Diselidiki Aparat Diduga Dampak Mafia Peradilan

Nasional
Pemerintah Diminta Tambah Subsidi Parpol dan Kampanye Cegah Kepala Daerah Korupsi

Pemerintah Diminta Tambah Subsidi Parpol dan Kampanye Cegah Kepala Daerah Korupsi

Nasional
Kekecewaan Eks Anak Buah Sambo: Loyalitas Saya Dimanfaatkan demi Kepentingan Pribadi

Kekecewaan Eks Anak Buah Sambo: Loyalitas Saya Dimanfaatkan demi Kepentingan Pribadi

Nasional
BRIN Pasuruan Disebut Bukan Tutup, tapi Dialihkan Kerjanya

BRIN Pasuruan Disebut Bukan Tutup, tapi Dialihkan Kerjanya

Nasional
Wapres Harap Dunia Pariwisata ASEAN Kembali ke Puncak Kejayaan

Wapres Harap Dunia Pariwisata ASEAN Kembali ke Puncak Kejayaan

Nasional
Kepala Daerah Takut Diperiksa Soal Dugaan Korupsi, Diduga Akibat Keliru Alur Penyelidikan

Kepala Daerah Takut Diperiksa Soal Dugaan Korupsi, Diduga Akibat Keliru Alur Penyelidikan

Nasional
KY Sebut Tak Ada Larangan Polisi Aktif Ikut Seleksi Calon Hakim Ad Hoc HAM di MA

KY Sebut Tak Ada Larangan Polisi Aktif Ikut Seleksi Calon Hakim Ad Hoc HAM di MA

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.