Kompas.com - 22/04/2022, 12:03 WIB

Ketika berada di Batavia, Aletta mendesak Gubernur Jenderal Hindia Belanda A.W.F. Idenburg supaya mengizinkan perempuan bumiputra mendaftar dan memperoleh pendidikan kedokteran di STOVIA. Sebab di Hindia-Belanda banyak pasien perempuan yang membutuhkan penanganan dari dokter wanita.

Desakan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Idenburg mengabulkan usulan itu dan akhirnya Marie Thomas masuk ke STOVIA setelah mendapat dukungan beasiswa dari Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen (SOVIA).

SOVIA merupakan perkumpulan yang didirikan untuk menggalang dana beasiswa buat pendidikan dokter perempuan di Hindia-Belanda.

Marie Thomas membutuhkan waktu satu dasawarsa belajar di STOVIA hingga lulus pada 1922. Dia merupakan perempuan pertama yang mendapat gelar Indische Arts (dokter Hindia).

Baca juga: Kartini Masa Kini: Urgensi Kepemimpinan Perempuan

Setelah lulus, Marie bekerja di Centraal Burger Ziekenhuis di Weltevreden (sekarang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo).

Marie kemudian menikah dengan tambatan hatinya, Mohammad Joesoef pada 16 Maret 1929. Mereka adalah teman satu kelas di STOVIA dan lulus berbarengan.

Keduanya lalu berangkat ke Padang, Sumatera Barat yang merupakan kampung halaman sang suami. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai dua anak yang bernama Sonya dan Eri.

Di Padang, Marie Thomas bekerja di Layanan Kesehatan Masyarakat setempat atau yang kala itu disebut Dienst der Volsgezondheid. Setelah menetap selama beberapa tahun di Padang, Marie kembali ke Batavia dan menjadi anggota partai Persatuan Minahasa.

Pada 1950, Marie kembali lagi ke Sumatera Barat. Kali ini Marie bertugas di Bukittinggi.

Baca juga: Apa Saja Perjuangan Kartini tentang Emansipasi Perempuan?

Di sana Marie mendirikan sekolah kebidanan. Itu merupakan sekolah kebidanan yang pertama di Sumatera dan yang kedua di Indonesia.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.