Kompas.com - 18/04/2022, 20:16 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Abdullah Syukri menyatakan, organisasi yang dipimpinnya menolak wacana menunda Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Hal itu disampaikan Abdullah saat menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Hari Lahir ke-62 PMII di Museum Nasional, Jakarta, Senin (18/4/2022), yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

"Persoalan Harga bahan pokok yang melambung tinggi, kenaikan dan kelangkaan BBM, serta isu penundaan pemilu maupun penambahan masa jabatan presiden sampai tiga periode, sikap PMII jelas, PMII bersama rakyat menolak itu semua," kata Abdullah, Senin sore.

Baca juga: Amien Rais Minta Luhut Mundur, Demokrat Minta Jokowi Tindak Menteri yang Bermanuver Soal Penundaan Pemilu

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa ia tidak ingin sikap ideologi PMII tersebut ditunggangi oleh kepentingan politik yang merusak organisasi dan pergerakan PMII.

Abdullah pun mengaku telah menginstruksikan seluruh kader PMII untuk menyampaikan pendapat dengan mengedepankan adat dan akhlah yang baik.

"Karena itu adalah ciri khas kader muda Nahdlatul Ulama," kata Abdullah.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa PMII siap mengawal rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

"Tentu kita semua ingin semua warga Indonesia bangga dengan ibu kota baru, maka dari itu PMII akan mengawal sekaligus mengawasi program IKN agar berjalan sebagaimana mestinya," kata Abdullah.

Merespons pernyataan Abdullah, Muhaimin mengaku tak masalah jika wacana menunda Pemilu 2024 ditolak karena menurutnya hal itu hanya sebatas usulan yang sah-sah saja bila ditolak.

Baca juga: Muhaimin Sebut Penundaan Pemilu Cuma Usulan, Tak Apa-apa jika Ditolak

"Saya sebelum naik panggung ditegur Kiai Ma'ruf (Wakil Presiden Ma'ruf Amin), tadi Ketua Umum PMII menolak pemilu ditunda, ini yang mau pidato yang mengusulkan pemilu ditunda. Namanya usul masa enggak boleh? Memang negara demokrasi enggak boleh usul? Ya kalau PMII nolak ya enggak apa," kata Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, disambut tawa hadirin.

Seperti diketahui, Cak Imin merupakan salah satu tokoh politik yang mengusulkan penundaan Pemilu 2024. Selain Cak Imin, tokoh lain yang menyuarakan itu adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.

Namun, belakangan tokoh-tokoh tersebut berbalik arah dan mendukung agar Pemilu tetap diselenggarakan pada tahun 2024.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.