Kompas.com - 18/04/2022, 18:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Bupati nonaktif Kabupaten Langkat Terbit Rencana Perangin-angin disebut mengancam memutasi bawahannya jika pemenang tender proyek infrastruktur tak sesuai keinginannya.

Hal itu disampaikan saksi bernama Firdaus dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/4/2022).

Firdaus adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Pemkab Langkat.

Ia hadir sebagai saksi untuk kasus dugaan pemberian suap dengan terdakwa Muara Perangin-Angin.

Baca juga: Bupati Nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin-angin Disebut Akan Marah jika Tak Diberi Fee Pengadaan Proyek

Dalam penuturan Firdaus, ancaman Terbit disampaikan melalui Kepala Bagian UKPBJ Pemkab Langkat, Suhardi.

“Pak Suhardi menyampaikan kalau enggak sesuai keinginan Pak Bupati, Pak Suhardi (akan) dimutasi, hal itu disampaikan saat masa-masa tender,” tuturnya.

Perintah Terbit untuk memenangkan perusahaan tertentu dalam proses tender disampaikan melalui kakak kandungnya, Iskandar Perangin-Angin, dan Marcos Surya Abdi.

Berbagai perusahaan yang akan mendapatkan proyek di beri istilah Group Kuala.

Maka, para ASN UKPBJ diminta untuk mencari-cari kesalahan peserta tender yang tidak tergabung dalam Group Kuala agar mengalami kekalahan.

“Secara umum kita mencari-cari kesalahan di luar Grup Kuala, teknisnya, kualifikasinya,” sebut Firdaus.

Baca juga: Bupati Terbit Perangin-angin Diduga Atur Langsung Proyek di Beberapa Dinas di Langkat

Dalam perkara ini Muara didakwa memberikan suap senilai Rp 572.000.000 untuk Terbit.

Suap itu diberikan karena dua perusahaan milik Muara yaitu CV Nizhami dan CV Sasaki mendapatkan proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

Muara lantas didakwa dengan Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah dalam Pasal 20 Tahun 2001.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.