Kompas.com - 16/04/2022, 05:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu bagian dari Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) adalah keberadaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang berada di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Di sana adalah kawah candradimuka untuk menggembleng para prajurit untuk diterjunkan dalam misi dan operasi khusus mulai dari perang non-konvensional sampai intelijen.

Di lokasi itu juga terdapat sebuah landasan udara yang bernama Lapangan Udara Suparlan.

Di kalangan Kopassus, Suparlan adalah seorang pahlawan.

Kisah itu terjadi pada 1983. Saat itu Suparlan yang berpangkat Prajurit Satu dikirim ke Timor Timur (kini Republik Demokratis Timor Leste) untuk melawan kelompok milisi Forças Armadas da Libertação Nacional de Timor-Leste atau Falintil.

Baca juga: Mengenal Idjon Djanbi, Anak Petani Bunga Tulip di Belanda yang Jadi Pendiri Kopassus

Falintil merupakan organisasi militer dari gerakan dan partai politik Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (Fretilin). Mereka merupakan kelompok yang menghendaki Timor Timur merdeka dari Portugis dan menolak bergabung dengan Indonesia.

Pada 9 Januari 1983, pasukan yang dipimpin Letnan Poniman Dasuki sedang melakukan patroli di Timor Timur. Pratu Suparlan menjadi salah satu anak buah Poniman saat itu.

Ketika sedang melakukan patroli, mereka diadang oleh sekitar 300 milisi Falintil bersenjata lengkap. Baku tembak pun meletus.

Pertempuran antara kedua belah pihak berlangsung sengit. Akan tetapi, karena jumlah pasukan yang tidak seimbang membuat regu yang dipimpin Poniman terdesak dan terjebak di sisi sebuah jurang.

Sementara milisi Falintil memberondong regu Letnan Poniman dari ketinggian. Akibat pertempuran yang tak seimbang itu, satu persatu prajurit Kopassus gugur.

Sejumlah prajurit Kopassus satu persatu memutuskan menyelinap untuk menyelamatkan diri. Mereka berhasil mundur ke celah bukit.

Baca juga: Profil Iwan Setiawan, Danjen Kopassus Baru Sang Penakluk Gunung Everest

Di sisi lain, Pratu Suparlan tetap melepaskan tembakan ke arah milisi. Kepada atasannya dia mengatakaan akan terus melawan para milisi itu.

Ketika peluru habis, Suparlan membuang senapannya dan mengambil senapan mesin milik rekannya yang gugur. Dia terus memberondong milisi Falintil.

Akan tetapi, milisi Falintil berhasil menembak Suparlan beberapa kali dan membuatnya terjatuh. Setelah seluruh amunisi habis, Suparlan lantas mencabut pisau komando dan menyerang para milisi Falintil dari jarak dekat.

Dilaporkan ada enam anggota Falintil yang terkena sabetan pisau Suparlan.

Akan tetapi, karena sejumlah luka tembak membuat Suparlan ambruk akibat kekurangan darah.

Baca juga: Operasi Kopassus Bebaskan Sandera Pembajakan Woyla di Thailand

Suparlan lantas tak bisa berdiri lagi. Milisi Falintil kemudian mengepungnya dan menodongkan senjata.

Tak disangka ternyata Suparlan seketika menarik picu granat yang dia simpan di saku seragam tempurnya. Menurut laporan, saat itu dia melompat ke kerumunan milis Falintil sambil mengucapkan takbir.

Seketika itu juga granat itu meledak dan menewaskan Suparlan serta sejumlah milisi Falintil.

Lima anggota Kopassus yang berhasil kabur melihat peristiwa itu. Mereka lantas menyerang balik dengan menggunakan amunisi yang tersisa.

Saat pertempuran usai dan bantuan tiba, Suparlan dan tujuh prajurit Kopassus gugur dalam baku tembak itu.

Baca juga: Mengenal Filosofi Brevet Kopassus, Baret Merah, hingga Pisau Komando

Sebanyak 83 milisi Falintil tewas dalam pertempuran itu, dan beberapa ditangkap hidup-hidup.

TNI Angkatan Darat kemudian memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat menjadi Prajurit Kepala bagi Suparlan. Namanya pun diabadikan menjadi lapangan terbang di Pusdiklat Kopassus dengan harapan semangatnya dalam membela negara tetap abadi dan menurun kepada generasi korps baret merah selanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SBY Pastikan Hadir di Pernikahan Kaesang, Undangan Diantar Langsung ke Cikeas

SBY Pastikan Hadir di Pernikahan Kaesang, Undangan Diantar Langsung ke Cikeas

Nasional
Gunung Semeru Erupsi, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Siapkan Kemungkinan Terburuk

Gunung Semeru Erupsi, Pimpinan DPR Minta Pemerintah Siapkan Kemungkinan Terburuk

Nasional
Anies Naik 'Private Jet' ke Sumbar, Nasdem: Kita Enggak Maksud Mewah-mewahan...

Anies Naik "Private Jet" ke Sumbar, Nasdem: Kita Enggak Maksud Mewah-mewahan...

Nasional
Menpora Upayakan Cabor Pencak Silat Masuk dalam Olimpiade

Menpora Upayakan Cabor Pencak Silat Masuk dalam Olimpiade

Nasional
Sosialisasikan Penggunaan Motor Listrik, Menteri ESDM Pimpin Konvoi 200 Motor Listrik di Bandung

Sosialisasikan Penggunaan Motor Listrik, Menteri ESDM Pimpin Konvoi 200 Motor Listrik di Bandung

Nasional
Kompetisi Liga 1 Kembali Bergulir, Menpora: Dibutuhkan Timnas

Kompetisi Liga 1 Kembali Bergulir, Menpora: Dibutuhkan Timnas

Nasional
Eks KSAU Agus Supriatna Tak Hadir Lagi pada Sidang Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101

Eks KSAU Agus Supriatna Tak Hadir Lagi pada Sidang Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101

Nasional
Kuat Ma'ruf Kejar Yosua Bawa Pisau, Hakim ke Ricky Rizal: Apakah Anggota Satlantas Tak Punya Naluri?

Kuat Ma'ruf Kejar Yosua Bawa Pisau, Hakim ke Ricky Rizal: Apakah Anggota Satlantas Tak Punya Naluri?

Nasional
Perjanjian Ekstradisi Singapura-RI Bakal Disahkan Jadi UU, Kapan FIR? Ini Kata Menkumham

Perjanjian Ekstradisi Singapura-RI Bakal Disahkan Jadi UU, Kapan FIR? Ini Kata Menkumham

Nasional
Liga 1 Dilanjutkan, Mahfud Pastikan Rekomendasi TGIPF soal Tragedi Kanjuruhan Dijalankan

Liga 1 Dilanjutkan, Mahfud Pastikan Rekomendasi TGIPF soal Tragedi Kanjuruhan Dijalankan

Nasional
Soal Status Hukum Ismail Bolong, Kapolri: Secara Teknis Akan Dijelaskan Saat Dia Kita Bawa

Soal Status Hukum Ismail Bolong, Kapolri: Secara Teknis Akan Dijelaskan Saat Dia Kita Bawa

Nasional
Ketua Jokowi Mania soal Relawan Terbelah: Tadinya 'Volunteer' Sekarang Avonturir

Ketua Jokowi Mania soal Relawan Terbelah: Tadinya "Volunteer" Sekarang Avonturir

Nasional
KPU Undi Nomor Urut Semua Parpol pada 14 Desember jika Perppu Pemilu Belum Diundangkan

KPU Undi Nomor Urut Semua Parpol pada 14 Desember jika Perppu Pemilu Belum Diundangkan

Nasional
Pemerintah Umumkan Liga 1 Dilanjutkan Tanpa Penonton

Pemerintah Umumkan Liga 1 Dilanjutkan Tanpa Penonton

Nasional
Wapres: Tinggalkan Pola Kerja Lama yang Mengakar di Birokrasi Kita

Wapres: Tinggalkan Pola Kerja Lama yang Mengakar di Birokrasi Kita

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.