Silvanus Alvin
Dosen

Silvanus Alvin adalah dosen di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan penulis buku Komunikasi Politik di Era Digital: dari Big Data, Influencer Relations & Kekuatan Selebriti, Hingga Politik Tawa.

Transparansi dan Akuntabilitas sebagai Fondasi Demokrasi

Kompas.com - 13/04/2022, 11:17 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

SELASA, 12 April 2022, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, berdialog dengan sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. Dialog ini terjadi lantaran para mahasiswa meminta Luhut untuk membuka Big Data, yang jadi dasar klaim Luhut tentang adanya suara publik menginginkan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode.

Dalam video yang diunggah Kompas.com, Luhut tampak dengan santai menyikapi tuntutan para mahasiswa UI itu. Lontaran pertanyaan, dijawab dengan nada kalem oleh Luhut. Hal ini bukti Luhut memang piawai berpolitik.

Dari sekian jawaban yang diberikan kepada mahasiswa ada dua pernyataan yang cukup menarik perhatian. Pernyataan Luhut sebagai berikut, “Dengerin kamu anak muda, kamu enggak berhak juga nuntut saya, karena saya juga punya hak untuk tidak memberi tahu.” (Kompas.com, 12 April 2022).

Baca juga: Luhut Lagi-lagi Tolak Buka Big Data Penundaan Pemilu, Kali Ini Saat Debat dengan Mahasiswa UI

Kalimat tersebut tidak disampaikan dengan nada tinggi. Meski demikian, dari sudut pandang komunikasi politik, terdapat kesan tidak transparannya pejabat publik terhadap rakyat.

Semakin tinggi jabatan yang dipegang seseorang, semakin ketat pula pengawasan terhadap mereka. Setiap tindakan, kebijakan, hingga perkataan patut dipertanggungjawabkan.

Demokrasi menuntut transparansi dan akuntabilitas

Demokrasi menuntut hadirnya dua elemen penting yakni transparansi dan akuntabilitas. Kedua elemen ini juga menjadi ujung tombak yang digunakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dalam menjalankan pemerintahannya.

Obama, sebagaiaman dikutip dari Memorandum for the Heads of Excecutives Departements and Agencies di situs Obama White House mengatakan, “Openness will strengthen our democracy and promote efficiency and effectiveness in Government. Government should be transparent. Transparency promotes accountability and provides information for citizens about what their Government is doing.” (Keterbukaan memperkuat demokrasi kita dan mendorong efisiensi dan efektivitas dalam pemerintahan. Pemerintah harus transparan. Transparansi mendorong akuntabilitas dan menyediakan informasi bagi rakyat tentang apa yang dilakukan pemerintah mereka.)

Baca juga: Temui Luhut, Mahasiswa UI Perdebatkan soal Big Data Dukungan Penundaan Pemilu 2024

Dari pernyataan tersebut, Obama menggarisbawahi pentingnya transparansi informasi. Dengan demikian, alangkah baik bila pejabat publik transparan dalam memberikan informasi kepada publik. Transparansi juga berarti pernyataan yang diberikan kepada publik dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Transparansi Pemerintah soal Penanganan Virus Corona Dipertanyakan

Dampak dari transparansi dan akuntabilitas itu juga dapat meningkatkan kepercayaan publik pada pemerintahan. Di satu sisi akan menjadi warisan (legacy) kepemimpinan dari pemerintahan, dan di sisi lain dapat berdampak pula pada ragam sektor seperti ekonomi salah satunya.

Akademisi dari University of Minnesota, AS, Daniel Berliner menulis pandangannya perihal pentingnya transparansi dalam sebuah pemerintahan. Menurut Berliner (2014), ada kecenderungan untuk tidak terbuka demi keuntungan segelintir pihak, karena transparansi meningkatkan risiko eksposure publik.

Lebih lanjut, penting pula dalam konteks ini kita mengutip pernyataan Lord Acton yang terkenal, “power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely.”

Akhir kata, alangkah baiknya bila ada transparansi dan akuntabilitas perihal Big Data yang jadi polemik di publik ini.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPP Sebut Ganjar Tidak Pernah Lepas dari PDI-P

Ketua DPP Sebut Ganjar Tidak Pernah Lepas dari PDI-P

Nasional
Nasdem Umumkan Calon Presiden dan Paket Koalisi pada November

Nasdem Umumkan Calon Presiden dan Paket Koalisi pada November

Nasional
Viral Video Kamar Mewah Disebut Ruang Tahanan Ferdy Sambo, Polri Sebut Itu Hoaks

Viral Video Kamar Mewah Disebut Ruang Tahanan Ferdy Sambo, Polri Sebut Itu Hoaks

Nasional
Kuasa Hukum Akan Minta Jaksa Tak Tahan Putri Candrawathi

Kuasa Hukum Akan Minta Jaksa Tak Tahan Putri Candrawathi

Nasional
PKS Komunikasi dengan Golkar, PPP Bocorkan Syarat Gabung KIB

PKS Komunikasi dengan Golkar, PPP Bocorkan Syarat Gabung KIB

Nasional
PPP Tak Resisten Jika PKS Mau Bergabung ke KIB

PPP Tak Resisten Jika PKS Mau Bergabung ke KIB

Nasional
Kementerian KP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform untuk Sukseskan Ekonomi Biru

Kementerian KP Resmikan Integrated Maritime Intelligent Platform untuk Sukseskan Ekonomi Biru

Nasional
Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK Baru Berharta Rp 8,9 Miliar

Johanis Tanak, Wakil Ketua KPK Baru Berharta Rp 8,9 Miliar

Nasional
PKS Komunikasi dengan Golkar, PAN Yakin Arahnya ke KIB

PKS Komunikasi dengan Golkar, PAN Yakin Arahnya ke KIB

Nasional
Johanis Tanak Lolos 'Fit and Proper Test', Firli Bahuri: Selamat Bergabung dalam Barisan KPK

Johanis Tanak Lolos "Fit and Proper Test", Firli Bahuri: Selamat Bergabung dalam Barisan KPK

Nasional
Jadi Pengacara Sambo dan Istri, Febri Diansyah Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Magelang

Jadi Pengacara Sambo dan Istri, Febri Diansyah Lakukan Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J di Magelang

Nasional
UPDATE 28 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,93 Persen, Ketiga 27,03 Persen

UPDATE 28 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,93 Persen, Ketiga 27,03 Persen

Nasional
Kejagung Perkirakan Penyusunan Surat Dakwaan Ferdy Sambo dkk Selesai Seminggu

Kejagung Perkirakan Penyusunan Surat Dakwaan Ferdy Sambo dkk Selesai Seminggu

Nasional
Janji Objektif Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah: Tidak Menyalahkan yang Benar dan Membenarkan yang Salah

Janji Objektif Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah: Tidak Menyalahkan yang Benar dan Membenarkan yang Salah

Nasional
Febri Diansyah Sebut Ferdy Sambo Menyesal Emosional saat Pembunuhan Brigadir J

Febri Diansyah Sebut Ferdy Sambo Menyesal Emosional saat Pembunuhan Brigadir J

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.