Kompas.com - 08/04/2022, 12:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesian Police Watch (IPW) mendesak kepolisian segera mengatasi maraknya fenomena klitih yang semakin marak di Yogyakarta.

Dalam kasus terakhir pada 3 April 2022, seorang pelajar berusia 18 tahun di daerah itu tewas setelah tiba-tiba dihampiri sekelompok pemuda yang membacoknya di jalanan Gedongkiuning.

Klitih merupakan aksi kriminalitas yang umumnya melibatkan geng remaja dengan motif yang tidak jelas.

Kian mengancamnya fenomena klitih membuat jagat media sosial sempat ramai dengan tagar #YogyaTidakAman dan #SriSultanYogyaDaruratKlitih.

Baca juga: Menyoal Aksi Klitih dan Dilema Penegakan Hukum...

Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, mendesak polisi memperkuat fungsi intelkam dan binmas guna menekan potensi terjadinya klitih.

"Fungsi intelkam dan binmas dikedepankan dengan melakukan mitigasi potensi munculnya kekerasan laten di kalangan anak remaja," kata Sugeng dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Jumat (8/4/2022).

"Anggota Polri masuk pada grup-grup WhatsApp (WA) mereka, mengidentifikasi aktor-aktor kunci kekerasan yang menjadi provokator," tambahnya.

Diperkuatnya fungsi intelkam dan binmas itu juga diharapkan membuat polisi mampu mendeteksi lokasi-lokasi yang kerap jadi tempat terjadinya klitih, sehingga pencegahan dan pengamanan dapat dilakukan lebih awal.

Sugeng juga meminta kepolisian menghukum berat para pelaku klitih meski masih berusia remaja.

"Dengan berpegang proses hukumnya melalui Undang-Undang Peradilan Anak. Proses diversi tetap diberlakukan sesuai dengan UU Peradilan Anak, sementara untuk anak-anak di atas 12 tahun tetap diproses hukum ," kata dia.

"Apabila menggunakan senjata tajam, harus diterapkan pasal berlapis selain penganiayaan berat, pasal 351 atau pasal 170 (KUHP). Bahkan dapat juga diterapkan pasal Undang-Undang Darurat agar menimbulkan efek jera bagi pelaku," ungkap Sugeng.

Fenomena klitih dianggap kian mengkhawatirkan karena kejadiannya terus meningkat sejak 2020. Data IPW menyebutkan, pada 2020 ada 38 dari 52 laporan kasus klitih terungkap. Tahun 2021, kasus klitih yang terungkap bertambah jadi 40, tetapi laporannya juga naik jadi 58.

Apa itu kletih

Klitih makna asli adalah kegiatan keluar rumah di malam hari untuk menghilangkan kepenatan.

Klitih dulu sebetulnya hanya aktivitas orang keluar malam mencari kegiatan untuk mengatasi kepenatan,” kata sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sujito, Selasa lalu.

Sosiolog UGM yang lain, Sunyoto Usman, juga menyatakan hal senada bahwa makna klitih adalah mengisi waktu luang. Tak ada konotasi negatif pada makna asli klitih.

“Dulu klitih hanya bermakna mengisi waktu luang, seperti tanda kutip tidak ada pekerjaan kemudian nglitih,” ujar Sunyoto Selasa lalu.

Asal kata klitih adalah bentuk kata ulang yaitu klithah-klithih yang bermakna jalan bolak-balik agak kebingungan. Hal itu merujuk pada Kamus Bahasa Jawa SA Mangunsuwito.

Saat ini, istilah klitih telah mengalami pergeseran ke hal negatif yakni tindakan kriminalitas dan anarkistis. Pada banyak kasus yang ditemukan di Yogyakarta, klitih dilakukan remaja.

Klitih perlahan mengalami pemburukan makna, ketika diidentikkan dengan tindakan kejahatan, krimanalitas, entah itu dengan berbagai alasan tidak jelas,” kata Arie.

Ia menuturkan, aksi klitih ini merupakan bentuk disorientasi pada remaja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Momen Prabowo Berinteraksi dengan Pengungsi Korban Bencana Tanah Bergerak di Bogor

Momen Prabowo Berinteraksi dengan Pengungsi Korban Bencana Tanah Bergerak di Bogor

Nasional
Mutasi 30 Pati, Kapolri Tunjuk Kombes Ade Ary Syam Indradi Jadi Kapolres Jaksel

Mutasi 30 Pati, Kapolri Tunjuk Kombes Ade Ary Syam Indradi Jadi Kapolres Jaksel

Nasional
Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva yang Sempat Ditunda Dilanjutkan Hari Ini

Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva yang Sempat Ditunda Dilanjutkan Hari Ini

Nasional
KY Bakal Ikut Dalami Dugaan Adanya Hakim Agung Lain yang Terlibat Pengurusan Perkara di MA

KY Bakal Ikut Dalami Dugaan Adanya Hakim Agung Lain yang Terlibat Pengurusan Perkara di MA

Nasional
Gerindra Tunjuk Budi Djiwandono Jadi Jubir Pemenangan Pemilu 2024

Gerindra Tunjuk Budi Djiwandono Jadi Jubir Pemenangan Pemilu 2024

Nasional
Panggilan KPK yang Kembali Tak Akan Dipenuhi Lukas Enembe

Panggilan KPK yang Kembali Tak Akan Dipenuhi Lukas Enembe

Nasional
Lukas Enembe Disebut Kerap Berjudi di Luar Negeri, dari Mana Sumber Uangnya?

Lukas Enembe Disebut Kerap Berjudi di Luar Negeri, dari Mana Sumber Uangnya?

Nasional
Saat Puan dan Muhaimin Saling Mendoakan di Tengah Momen Makan Pecel...

Saat Puan dan Muhaimin Saling Mendoakan di Tengah Momen Makan Pecel...

Nasional
Prajurit TNI AD Tersangka Mutilasi di Mimika Diduga Terlibat Bisnis Penimbunan BBM

Prajurit TNI AD Tersangka Mutilasi di Mimika Diduga Terlibat Bisnis Penimbunan BBM

Nasional
Menpan-RB: Indeks Kualitas ASN di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain

Menpan-RB: Indeks Kualitas ASN di Indonesia Lebih Rendah dari Negara Lain

Nasional
'Dansa Politik' Kader PDI-P,  Antara Dewan Kolonel dan Dewan Kopral

"Dansa Politik" Kader PDI-P, Antara Dewan Kolonel dan Dewan Kopral

Nasional
Dua Gibran, Merdeka Belajar dan Diplomasi Istana

Dua Gibran, Merdeka Belajar dan Diplomasi Istana

Nasional
Deretan Skandal Lukas Enembe, dari Dugaan Korupsi hingga Judi

Deretan Skandal Lukas Enembe, dari Dugaan Korupsi hingga Judi

Nasional
Ke MKD DPR, IPW Bakal Jelaskan soal 'Private Jet' yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan

Ke MKD DPR, IPW Bakal Jelaskan soal "Private Jet" yang Dipakai Brigjen Hendra Kurniawan

Nasional
Laporan Keuangan Konsorsium Judi Mengalir ke Oknum Polisi

Laporan Keuangan Konsorsium Judi Mengalir ke Oknum Polisi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.