Kompas.com - 07/04/2022, 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Rerserse Kriminal (Bareskrim) Polri menerima laporan kasus dugaan pencatutan nama dan pemalsuan tandang tangan yang dilaporkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin.

Laporan itu tertuang dalam Laporan Polisi nomor: LP/0165/IV/2022/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 7 April 2022.

Dalam pelaporan itu, pihak terlapor diduga melanggar Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 263 KUHP.

"LP dan tadi sudah ada hasilnya, syukur Alhamdulillah. Sudah ada laporan polisi," ujar Ngabalin kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/4/2022).

Ngabalin pun menyerahkan penanganan kasus itu kepada pihak kepolisan.

Baca juga: Ngabalin Laporkan Dugaan Pemalsuan Tanda Tangannya untuk Minta Sumbangan

Ia pun menegaskan, tidak pernah mengeluarkan surat permintaan dana atau sumbangan sebesar Rp 800 juta ke Wali Kota Cirebon.

"Kami serahkan semuanya kepada kepolisian, nanti biar polisi menyerahkan penyelidikan. Pokoknya saya tidak pernah bikin surat KSP, baik eksternal maupun internal," ujar Ngabalin.

Ngabalin juga mengatakan kasus pemalsuan dan pencatutan tersebut juga sudah pernah terjadi sebelumnya.

Tindakan itu, lanjut dia, juga tidak hanya menimpa dirinya, tetapi pejabat lain di KSP.

"Banyak sekali yang ngaku-ngaku, banyak sekali orang yang mencatut nama Pak Moeldoko, ibu deputi, pak deputi, saya juga," ujar Ngabalin.

Selain memberikan dokumen pamalsuan yang mencatut namanya, Ngabalin juga menyertakan dua surat pencatutan pejabat lainnya di KSP.

Baca juga: Ngabalin Pertanyakan Logika Mahasiswa yang Ancam Demo Besar Jika Jokowi Tak Tegas soal Presiden 3 Periode

Salah satu surat yang dibawa Ngabalin yakni surat yang mencatut Kepala KSP Moeldoko.

"Ini ada surat yang dibikin memalsukan tanda tangan Pak Moeldoko, mengirim surat ke seseorang jenderal polisi purnawirawan, bahwa yang bersangkutan akan diangkat menjadi Deputi 3, maka diminta data," ujar Ngabalin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.