Kompas.com - 06/04/2022, 14:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mendorong industri farmasi swasta untuk mengembangkan vaksin di Tanah Air.

Menurut dia, hal tersebut untuk membantu PT Bio Farma yang dikenal menjadi satu-satunya produsen vaksin di Indonesia.

"Nah, dalam situasi pandemi ini kita bisa meningkatkan, mengembangkan industri farmasi kita menjadi industri farmasi swasta, juga untuk melengkapi Bio Farma sebagai satu-satunya produsen vaksin," kata Penny dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IX DPR, Rabu (6/4/2022).

Baca juga: IDI Pastikan Tidak Ada Kaitannya Pemecatan Terawan dengan Vaksin Nusantara

Penny mengatakan, sejauh ini Indonesia masih memiliki dua hingga tiga industri farmasi swasta pembuat vaksin. Ia menyebutkan salah satunya adalah PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia (Biotis).

Dia mengatakan, PT Biotis bahkan berhasil mengembangkan vaksin Covid-19 halal selain Vaksin Sinovac, yaitu Vaksin Zifivax.

"Vaksin Zifivax ini sekarang sudah melalui uji klinis, dan dapat EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM baik untuk vaksin primer maupun vaksin booster. Dan sekarang sudah diproses fill and finish di PT Biotis, yakni adalah industri farmasi swasta pertama yang dapat CPOB untuk produksi vaksin manusia," jelasnya.

Penny melanjutkan, sejauh ini, PT Biotis itu sudah memproduksi vaksin Zifivax hingga 3 batch. Nantinya, kata dia, vaksin tersebut juga diproduksi secara lengkap dari hulu sampai hilir.

Baca juga: Bio Farma: 1,53 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Berpotensi Kedaluwarsa pada April Ini

Perlu diketahui, Zifivax merupakan vaksin dengan platform rekombinan protein sub-unit yang telah memperoleh EUA atau izin penggunaan darurat dari BPOM pada 7 Oktober 2021.

Vaksin ini diproduksi oleh perusahaan di China, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical.

Vaksin Zifivax juga sudah dinyatakan halal dan suci oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Sabtu (9/10/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.