Kompas.com - 30/03/2022, 06:31 WIB

"Saya menyebutnya poros perubahan, karena mampu keluar dari jebakan mainstream utama yang berkuasa dalam Pilpres 2014 dan 2019 lalu," kata Umam.

Umam menilai, AHY dan Paloh bisa menjadi play maker, sekaligus game changer dalam dinamika politik menuju 2024.

Jika Demokrat dan Nasdem bersatu menjadi jangkar koalisi sebagai “imam”, besar kemungkinan partai-partai Islam seperti Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), bahkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) siap menjadi “makmum” mengikuti gerbong mereka.

Terpencarnya koalisi pemerintah

Bersamaan dengan itu, Umam memandang, pertemuan AHY dan Surya Paloh juga mengindikasikan mulai terpencarnya kekuatan koalisi pemerintahan.

Jika ada kesepakatan-kesepakatan politik antara tokoh sentral oposisi dengan tokoh utama koalisi pemerintahan, bisa jadi ini mengindikasikan adanya retakan faksionalisme di dalam tubuh koalisi.

Baca juga: Usai Bertemu AHY, Nasdem: Capres Masih Terlalu Cair untuk Dibicarakan

Belakangan, lanjut Umam, wujud faksionalisme itu terkonfirmasi lewat adanya perbedaan pandangan di antara pimpinan partai-partai politik di dalam pemerintahan terkait wacana penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden, dan wacana amendemen konstitusi.

"Di mana Surya Paloh merupakan salah satu Ketum Parpol yang sangat tegas menolak wacana tersebut," kata dia.

Belum bahas capres

Usai bertemu dengan Surya Paloh, AHY mengeklaim bahwa kedua belah pihak hanya berbagi pandangan dan tujuan untuk meningkatkan elektabilitas masing-masing partai.

Ia mengaku belum mempersempit diskusi hingga membahas calon presiden di 2024 mendatang.

"Belum, kita tidak ingin mengunci atau mempersempit diskusi, karena sekali lagi masih sangat terbuka dan cair," kata AHY selepas pertemuan.

Baca juga: AHY-Surya Paloh Bertemu, Demokrat dan Nasdem Sepakat Tolak Penundaan Pemilu

AHY mengakui bahwa peluang partainya berkoalisi dengan Nasdem cukup besar.

Penjajakan koalisi ini dinilai perlu untuk menghimpun kekuatan di parlemen guna mencapai ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen.

"Mudah-mudahan dengan semakin kuat posisi kita di parlemen juga akan semakin baik ke depan," ujar AHY.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.