Kompas.com - 25/03/2022, 17:09 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan, pihaknya tengah memproses penerbitan red notice untuk tersangka kasus dugaan penipuan robot trading Viral Blast, Putra Wibowo.

Saat ini, Putra terindikasi tengah berada di luar negeri. Status Putra pun telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). 

“Viral Blast lagi dibuat red notice nya,” ucap Whisnu pada wartawan, Jumat (25/3/2022).

“Masih diburu, DPO Putra ya, kalau tidak salah lagi di luar negeri dia,” imbuhnya.

Baca juga: Polisi Akan Periksa Klub Madura United Terkait Kasus Robot Trading Viral Blast

Kendati demikian, ia tak menjelaskan secara rinci ihwal keberadaan Putra.

“Saya mesti cek lagi, kalau tidak salah masih dicari, sudah DPO,” katanya.

Sebelumnya Bareskrim Polri telah melakukan penahanan terhadap tiga tersangka yaitu RPW, MU dan JHP pada Jumat (18/3/2022).

Adapun korban penipuan robot trading Viral Blast disebut pihak kepolisian mencapai 12.000 orang dengan nilai kerugian Rp 1,2 triliun.

Whisnu memaparkan modus penipuan Viral Blast adalah menawarkan keuntungan dari uang investasi korban.

Namun keuntungan itu tidak didapatkan dari proses trading. Melainkan hanya memutarkan dari uang setoran nasabah.

Uang para korban juga disetorkan pada exchanger lalu didistribusikan untuk para pengurusnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.