Kompas.com - 24/03/2022, 14:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Langkah diplomasi Indonesia kini menjadi sorotan dunia karena saat ini memegang jabatan kepresidenan bergilir G20. Sebab, Amerika Serikat dan sekutunya serta Rusia yang juga menjadi anggota forum itu kini tengah berselisih terkait sikap Rusia yang menyerbu Ukraina.

Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengatakan, shuttle diplomacy adalah salah satu cara yang bisa ditempuh Indonesia supaya konflik tidak melebar dan merusak agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-17. KTT itu rencananya akan digelar di Bali pada 15 sampai 16 November 2022.

"Menlu atau utusan khusus harus melakukan shuttle diplomacy atau diplomasi ulang alik untuk membicarakan solusi yang ditawarkan oleh Indonesia," kata Hikmahanto melalui keterangan pers, Kamis (24/3/2022).

Karena memegang kepresidenan bergilir G20, maka prinsip aktif dalam diplomasi Indonesia harus dimaksimalkan. Tiga agenda utama yang akan dibahas dalam KTT G20 mendatang adalah arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi berkelanjutan.

Baca juga: PM Australia Tak Terima Indonesia Undang Putin ke KTT G20

Amerika Serikat dan Blok Barat saat ini dalam posisi mendukung Ukraina. Sedangkan China tetap mendukung Rusia.

Ketegangan akibat peperangan di Ukraina pun meluas karena baik Rusia dan Amerika Serikat serta sekutunya saling menjatuhkan sanksi.

Menurut Hikmahanto, posisi dan prinsip diplomasi Indonesia saat ini benar-benar diuji dan harus diperlihatkan ketika menghadapi dua kekuatan besar di dunia yang sedang berselisih terkait konflik bersenjata di Ukraina.

"Indonesia pun menjadi medan tarik menarik bagi konflik Rusia dengan AS dan sekutunya mengingat Indonesia akan menyelenggarakan KTT G20 bukan November mendatang," kata Rektor Universitas A Yani itu.

AS dan Blok Barat meminta supaya Indonesia mempertimbangkan kembali untuk mengundang Rusia dalam KTT G20 pada November mendatang. Bahkan Polandia secara terang-terangan mengusulkan kepada AS supaya mereka menggantikan keanggotaan Rusia di KTT G20 pada November mendatang.

Baca juga: AS dan Sekutu Dorong Rusia Dikeluarkan dari G20, Anggota DPR: RI Jangan Terbawa Arus

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengancam tidak akan hadir jika Indonesia tetap mengundang Rusia ke KTT G20. Sebab, selama ini Australia menjadi bagian dari pakta pertukaran informasi intelijen The Five Eyes yang melibatkan Kanada, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolri: Irjen Ferdy Sambo Perintakan Bharada E Tembak Brigadir J

Kapolri: Irjen Ferdy Sambo Perintakan Bharada E Tembak Brigadir J

Nasional
Terminal Kijing Mampu Tampung 8 Juta Ton Peti Kemas, DPR Apresiasi Jokowi

Terminal Kijing Mampu Tampung 8 Juta Ton Peti Kemas, DPR Apresiasi Jokowi

Nasional
Harun Masiku Disebut Bisa Jadi Pintu Masuk untuk Jerat Politisi Lain

Harun Masiku Disebut Bisa Jadi Pintu Masuk untuk Jerat Politisi Lain

Nasional
Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J

Nasional
6 Jenderal Dampingi Kapolri Umumkan Tersangka Baru Pembunuhan Brigadir J

6 Jenderal Dampingi Kapolri Umumkan Tersangka Baru Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Komnas HAM Pastikan Terus Kawal Kasus Brigadir J Sesuai Prinsip 'Fair Trail'

Komnas HAM Pastikan Terus Kawal Kasus Brigadir J Sesuai Prinsip "Fair Trail"

Nasional
Citra Baik KPK Rendah, Pengamat: Diserang dari Luar dan Dalam

Citra Baik KPK Rendah, Pengamat: Diserang dari Luar dan Dalam

Nasional
Soal Revisi UU ITE, Anggota Komisi I: Jangan Buat Hukum Berdasarkan Kasihan

Soal Revisi UU ITE, Anggota Komisi I: Jangan Buat Hukum Berdasarkan Kasihan

Nasional
Rumah Pribadi Irjen Ferdy Sambo Digeledah

Rumah Pribadi Irjen Ferdy Sambo Digeledah

Nasional
Jawab Gugatan Pelapor Suharso Monoarfa, KPK Singgung 'Legal Standing'

Jawab Gugatan Pelapor Suharso Monoarfa, KPK Singgung "Legal Standing"

Nasional
BREAKING NEWS - Konferensi Pers Polri atas Kasus Penembakan Brigadir J

BREAKING NEWS - Konferensi Pers Polri atas Kasus Penembakan Brigadir J

Nasional
Penyesalan Bharada E, Menangis hingga Lama Berdoa Setelah Tembak Brigadir J

Penyesalan Bharada E, Menangis hingga Lama Berdoa Setelah Tembak Brigadir J

Nasional
Jawab Gugatan Nizar Dahlan, KPK Sebut Laporan Dugaan Korupsi Bukan Objek Praperadilan

Jawab Gugatan Nizar Dahlan, KPK Sebut Laporan Dugaan Korupsi Bukan Objek Praperadilan

Nasional
UPDATE 8 Agustus 2022: Bertambah 6.276, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.255.679

UPDATE 8 Agustus 2022: Bertambah 6.276, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.255.679

Nasional
Bertambah Satu, Jemaah Haji yang Wafat Kini 86 Orang

Bertambah Satu, Jemaah Haji yang Wafat Kini 86 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.