Kompas.com - 22/03/2022, 18:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta semua pihak tetap memperketat protokol kesehatan, salah satunya menggunakan masker.

Menurut dia, masker tetap diperlukan meskipun kasus Covid-19 di Indonesia saat ini menunjukkan penurunan.

"Masker tetap dipakai, itu yang paling sangat membantu," kata Budi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Budi mengungkapkan hal tersebut ketika ditanya sikap atau antisipasi pemerintah terkait meningkatnya kasus Covid-19 global.

Baca juga: UPDATE 22 Maret: Sebaran 7.464 Kasus Covid-19 di Indonesia, Jabar Tertinggi

Menurutnya, peningkatan itu disebabkan oleh masuknya subvarian Omicron BA.2 di sejumlah negara.

Meski Indonesia juga sudah terpapar Varian tersebut, namun kasus Covid-19 tidak mengalami kenaikan. Sebaliknya, Indonesia diklaim mengalami penurunan kasus saat ini.

"Kita cek Indonesia udah kena belum BA.2 termasuk, sudah. Dan sudah cukup lama sejak awal Januari. Tapi kita enggak naik," klaim Budi.

Lebih lanjut, Budi juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat program vaksinasi.

Utamanya, kata dia, pemerintah akan mempercepat program vaksinasi untuk masyarakat kategori lanjut usia (lansia).

Adapun lansia dikategorikan sebagai masyarakat rentan terpapar Covid-19.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Berbagai Negara Melonjak, WHO: Pandemi Jauh dari Kata Selesai

Di sisi lain, Budi mengatakan bahwa peningkatan kasus Covid-19 global dikarenakan ada negara yang terlihat terburu-buru melonggarkan protokol kesehatan.

"Itu naik secara global karena negara-negara itu kena subvarian baru namanya BA.2 sehingga naik. Terutama di negara-negara Eropa kalau mereka terburu-buru, mengendurkan prokes," pungkasnya.

Sebelumnya, kasus harian Covid-19 di berbagai negara dunia dilaporkan kembali mengalami peningkatan, termasuk di China, Korea Selatan, dan Israel.

Menanggapi kenaikan kasus infeksi virus corona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kondisi itu disebabkan karena berbagai faktor.

Baca juga: Rapat Komisi IX-Menkes Diskors karena Anggota Dewan Protes Bahan Rapat Kurang Detail

Salah satunya adalah banyaknya kesalahan informasi atau misinformasi yang tersebar di tengah masyarakat, terkait dengan Covid-19 varian Omicron.

"Kami memiliki banyak informasi yang salah di luar sana. Informasi yang salah bahwa Omicron ringan. Informasi yang salah bahwa pandemi telah berakhir," papar Pimpinan Teknis Covid-19 WHO, Maria Van Kerkhove dilansir dari Live Mint, Minggu (20/3/2022).

"Informasi yang salah bahwa ini adalah varian terakhir yang harus kita tangani. Ini (misinformasi) benar-benar menyebabkan banyak kebingungan (di tengah masyarakat)," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.