Kompas.com - 21/03/2022, 15:35 WIB

KOMPAS.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani membuka First Meeting of the Steering Committee pada hari kedua penyelenggaraan 144th Inter-Parliamentary Union (IPU) Assembly and Related Meetings di Bali, Senin (21/3/2022).

Pada kesempatan tersebut, Puan berharap agar para delegasi IPU dapat membangun konsensus besar untuk mengatasi berbagai masalah global, termasuk pandemi Covid-19.

Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya diplomasi antarparlemen negara-negara. Pasalnya, dengan diplomasi yang baik, perbedaan antarnegara bisa disikapi dengan cara yang baik pula.

“Pertemuan kita hari ini datang pada saat yang sangat penting, yang mana dunia sedang menghadapi tantangan global yang cukup kompleks,” ujar Puan dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Adapun tantangan global yang dimaksud oleh Puan adalah konflik antarnegara, pandemi berkepanjangan, dan efek perubahan iklim.

Baca juga: Sidang IPU Ke-144, Puan Singgung Konflik Ukraina, Kemerdekaan Palestina, dan Demokrasi di Myanmar

Di tengah kondisi tersebut, Puan berharap agar anggota-anggota IPU dapat memastikan proses penyusunan kebijakan berjalan dengan baik dan menghasilkan hasil yang kuat.

“Untuk terus maju dengan hasil yang nyata, kami berharap delegasi dapat membangun konsensus bersama dan mencari konvergensi pada isu-isu global yang menarik,” jelas Puan.

Tak hanya itu, salah satu pembahasan menarik dalam diskusi Dewan Pengurus IPU adalah konflik antara Rusia dan Ukraina.

Presiden IPU Duarte Pacheco mengatakan, sebelum invasi Rusia di Ukraina, pihaknya sudah melakukan dialog dengan parlemen kedua negara. Tujuannya, agar perang dapat dihindari dan tak membuat masyarakat sipil terkena dampak konflik.

Diplomasi adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan warga. Setelah invasi, kita lebih kuat memberikan statement. IPU akan berusaha menjadi jembatan dialog. Hal yang paling penting, perang harus berhenti sekarang. Ini posisi tegas dari IPU,” kata Pacheco.

Baca juga: Puan Bicara Konflik Rusia-Ukraina hingga Palestina di Pembukaan IPU Ke-144

Pada pertemuan tersebut, terdapat juga pemaparan mengenai berbagai pencapaian yang sudah didapat forum parlemen internasional oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) IPU Martin Chungong.

Adapun salah satu pencapain tersebut adalah kesetaraan gender dan penghormatan kepada hak-hak perempuan.

Chungong pun tak lupa untuk memberi apresiasi kepada Puan dan menyebutnya sebagai simbol perjuangan kesetaraan gender di dunia.

“Seperti Bu Puan yang menjadi pimpinan parlemen perempuan di Indonesia. Beliau merupakan satu dari 26,1 persen anggota parlemen perempuan di dunia,” ucap Chungong.

Apresiasi untuk IPU

Pada akhir sesi Governing Council IPU ke-144, Puan memberikan apresiasi dan rasa terima kasih atas mandat yang diberikan IPU kepada DPR sebagai tuan rumah. Selain itu, ia juga mendapatkan amanat untuk memimpin Majelis IPU ke-144.

“Kepercayaan ini akan saya gunakan untuk memimpin Majelis IPU ke-144 dengan transparan dan inklusif. Dengan begitu, kita dapat melaksanakan pertemuan dengan produktif dan menghasilkan kesepakatan untuk kepentingan bersama,” papar Puan.

Terkait isu global lain, tambah Puan, sejauh ini masih terdapat banyak perbedaan yang dirasakan setiap negara. Meski begitu, ia menilai perbedaan tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

Baca juga: Puan Sebut Perdamaian dan Keamanan Dunia Jadi Topik Penting di IPU Ke-144 Bali

“Namun, tetap harus kita sikapi dengan bijaksana. Bagi DPR RI, kami mengakui pentingnya diplomasi parlemen yang dapat berkontribusi menjembatani perbedaan antarnegara serta memperkuat kerja sama internasional, multilateralisme, dan menolak unilateralisme,” tuturnya.

Puan menegaskan, IPU telah membuktikan efektivitas dialog antaranggota parlemen untuk mengimplementasikan demokrasi.

Selain itu, IPU juga dinilai aktif dalam memelihara perdamaian, mempromosikan hak asasi manusia (HAM), memajukan kesetaraan gender, dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Melalui Majelis IPU ke-144 ini, saya berharap kita bersama dapat berkontribusi meneguhkan semangat solidaritas internasional. Kita dapat memulai diskusi dengan membahas isu-isu yang memiliki kesamaan pandangan. Selanjutnya, kita dapat membahas isu-isu terkait perbedaan pandangan,” ujar mantan Menko PMK itu.

Dalam kesempatan tersebut, Puan juga tak lupa untuk menekankan pentingnya fleksibilitas dari semua pihak dalam forum. Dengan begitu, Majelis IPU ke-144 dapat menyepakati konsesus bersama pada isu-isu global yang dibahas.

Baca juga: Puan Pastikan 1.000 Peserta dari 115 Negara Hadiri IPU Ke-144 di Bali

“Jadi, take and give sehingga dokumen akhir dapat disepakati dengan konsensus. Saya berharap, meski kita semua memiliki kepentingan nasional, tetapi kita juga memperhatikan kepentingan bersama dan bisa mempertahankan suasana diskusi yang kondusif,” jelas Puan.

Puan menambahkan, dalam mencari solusi untuk mengatasi berbagai tantangan bersama yang tengah dihadapi dunia, hal tersebut dapat dilakukan secara kolektif.

Maka dari itu, ia meminta dukungan seluruh delegasi agar penyelenggaraan IPU ke-144 dapat memberi kontribusi yang bermanfaat untuk masyarakat internasional.

“Dengan dukungan semua delegasi, kita akan membuat Majelis IPU ke-144 ini sukses,” ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR Minta Calon Komisioner Komnas HAM Perjuangkan Ganja Medis Dibanding Urusan Politik

Anggota DPR Minta Calon Komisioner Komnas HAM Perjuangkan Ganja Medis Dibanding Urusan Politik

Nasional
Kapolri: Kasus Ferdy Sambo Betul-betul Gerus Kepercayaan Publik ke Polri

Kapolri: Kasus Ferdy Sambo Betul-betul Gerus Kepercayaan Publik ke Polri

Nasional
Polri Ungkap 2049 Kasus Judi Online dan Konvensional

Polri Ungkap 2049 Kasus Judi Online dan Konvensional

Nasional
Mengenal Pierre Tendean, Ajudan Tampan Berdarah Perancis yang Gugur dalam G-30-S

Mengenal Pierre Tendean, Ajudan Tampan Berdarah Perancis yang Gugur dalam G-30-S

Nasional
Pimpinan Komisi III: Demi Keadilan, Putri Candrawathi Memang Harus Ditahan

Pimpinan Komisi III: Demi Keadilan, Putri Candrawathi Memang Harus Ditahan

Nasional
Pertemuan Komisioner Komnas HAM dengan Lukas Enembe Dipertanyakan

Pertemuan Komisioner Komnas HAM dengan Lukas Enembe Dipertanyakan

Nasional
Pengusaha Sarang Walet Curhat ke Wapres Sulit Ekspor ke China

Pengusaha Sarang Walet Curhat ke Wapres Sulit Ekspor ke China

Nasional
Kapolri: Tolong Awasi Kami, Pelanggaran Pasti Akan Ditindak

Kapolri: Tolong Awasi Kami, Pelanggaran Pasti Akan Ditindak

Nasional
Permohonan Turunkan 'Presidential Threshold' Ditolak MK, PKS: Kami Pahami Ketidakberanian MK

Permohonan Turunkan "Presidential Threshold" Ditolak MK, PKS: Kami Pahami Ketidakberanian MK

Nasional
Kemenkes: Vaksin Covid-19 Sisa 5 Juta Dosis, di Bali hingga Yogyakarta Langka

Kemenkes: Vaksin Covid-19 Sisa 5 Juta Dosis, di Bali hingga Yogyakarta Langka

Nasional
Kapolri Sebut Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk Digelar Senin atau Rabu Pekan Depan

Kapolri Sebut Pelimpahan Tahap II Ferdy Sambo dkk Digelar Senin atau Rabu Pekan Depan

Nasional
Komnas HAM Bentuk Tim Pemantauan Pemenuhan Hak Konstitusional Pemilu 2024

Komnas HAM Bentuk Tim Pemantauan Pemenuhan Hak Konstitusional Pemilu 2024

Nasional
Ini Efikasi dan Efek Samping Indovac dan AWcorna yang Baru Mendapat Izin Edar BPOM

Ini Efikasi dan Efek Samping Indovac dan AWcorna yang Baru Mendapat Izin Edar BPOM

Nasional
Peringatan HUT TNI di Sekitar Istana, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Arus Lalin

Peringatan HUT TNI di Sekitar Istana, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Arus Lalin

Nasional
Terlibat Kasus Brigadir J, AKBP Ridwan Soplanit Disanksi Demosi 8 Tahun

Terlibat Kasus Brigadir J, AKBP Ridwan Soplanit Disanksi Demosi 8 Tahun

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.