Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KSAL Yudo Margono: Penerus Angkatan Laut Harus Punya Mental dan Tahan Uji

Kompas.com - 20/03/2022, 11:08 WIB
Achmad Nasrudin Yahya,
Bagus Santosa

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono mengingatkan bahwa taruna dan taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) sebagai penerus pemimpin TNI AL harus mempunyai mental dan tahan uji.

Hal itu disampaikan Yudo kala bertemu taruna dan taruni AAL di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/3/2022).

“Generasi penerus pemimpin angkatan laut memiliki mental kuat dan tahan uji,” kata Yudo dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal), Sabtu (19/3/2022).

Baca juga: KSAL Resmikan KRI Teluk Palu-523 di Lampung

Di hadapan para pejabat utama Markas Besar TNI Angkatan Laut (Mabesal) hingga pejabat komando utama (Kotama), Yudo juga menyampaikan agar nantinya para generasi muda yang menjadi pemimpin TNI AL tidak perlu ragu-ragu serta dapat menjadi pemimpin Angkatan Laut yang menjalankan organisasi TNI AL dengan baik.

“Jangan ragu-ragu ketika menjadi seorang pemimpin, jalankan organisasi TNI AL dengan baik," harap Yudo.

Adapun kunjungan Yudo didampingi Ketua Umum Jalasenastri Vero Yudo Margono.

Kedatangan Yudo beserta rombongan disambut Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL.

Kunjungannya kali ini dalam rangka bertatap muka dengan para taruna dan taruni serta melaksanakan makan siang bersama di Lounge Room Rd. S. Hadi Winarso.

Baca juga: KSAL Pastikan Sanksi Barat Tak Pengaruhi Operasional Alutsista TNI AL Buatan Rusia

Setelah melaksanakan makan siang, Yudo melakukan peninjauan sarana dan prasarana yang ada di Kesatrian AAL yakni Mess Malahayati.

Setelah kunjungan di Kesatrian AAL, Yudo beserta rombongan beranjak menuju Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) yang lokasinya tidak jauh dari AAL.

Selama di Kodiklatal, Yudo berkesempatan meninjau beberapa sarpras seperti Mess Dewi Sartika, Mess Kelabat, Mess Agung, Dapur Umum, bengkel Satuan Angkutan serta mengelilingi Kesatrian Kodiklatal dengan mengendarai bus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi 'Amicus Curiae' di MK

TKN Klaim 10.000 Pendukung Prabowo-Gibran Akan Ajukan Diri Jadi "Amicus Curiae" di MK

Nasional
Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Tepis Tudingan Terima Bansos, 100.000 Pendukung Prabowo-Gibran Gelar Aksi di Depan MK Jumat

Nasional
Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Jaksa KPK Sentil Stafsus SYL Karena Ikut Urusi Ultah Nasdem

Nasional
PAN Minta 'Amicus Curiae' Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

PAN Minta "Amicus Curiae" Megawati Dihormati: Semua Paslon Ingin Putusan yang Adil

Nasional
KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

KPK Ultimatum.Pengusaha Sirajudin Machmud Hadiri Sidang Kasus Gereja Kingmi Mile 32

Nasional
KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

KSAU Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama TNI AU, Kolonel Ardi Syahri Jadi Kadispenau

Nasional
Pendukung Prabowo-Gibran Akan Gelar Aksi di MK Kamis dan Jumat Besok

Pendukung Prabowo-Gibran Akan Gelar Aksi di MK Kamis dan Jumat Besok

Nasional
Menteri PAN-RB Enggan Komentari Istrinya yang Diduga Diintimidasi Polisi

Menteri PAN-RB Enggan Komentari Istrinya yang Diduga Diintimidasi Polisi

Nasional
Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Juga Dilaporkan Korban ke Puspom TNI

Pengemudi Fortuner yang Mengaku Adik Jenderal Juga Dilaporkan Korban ke Puspom TNI

Nasional
LPSK Berikan Perlindungan Fisik kepada Eks Ajudan dan Sopir Syahrul Yasin Limpo

LPSK Berikan Perlindungan Fisik kepada Eks Ajudan dan Sopir Syahrul Yasin Limpo

Nasional
Menko PMK Sebut Pembangunan 'Buffer Zone' Pelabuhan Merak Terhambat Pembebasan Lahan

Menko PMK Sebut Pembangunan "Buffer Zone" Pelabuhan Merak Terhambat Pembebasan Lahan

Nasional
Pemerintah Bakal Rekrut 200.000 CASN untuk Ditempatkan di IKN

Pemerintah Bakal Rekrut 200.000 CASN untuk Ditempatkan di IKN

Nasional
MK: Amicus Curiae yang Diserahkan Setelah Tanggal 16 April Tak Jadi Pertimbangan dalam RPH

MK: Amicus Curiae yang Diserahkan Setelah Tanggal 16 April Tak Jadi Pertimbangan dalam RPH

Nasional
Ungkit Prabowo-Gibran Selalu Dituding Curang, TKN: Kami Sulit Menahan Pendukung untuk Tidak Reaktif

Ungkit Prabowo-Gibran Selalu Dituding Curang, TKN: Kami Sulit Menahan Pendukung untuk Tidak Reaktif

Nasional
Pemerintah Sebut Sistem 'One Way', 'Contraflow' dan Ganjil-Genap Terus Disempurnakan

Pemerintah Sebut Sistem "One Way", "Contraflow" dan Ganjil-Genap Terus Disempurnakan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com