Kompas.com - 18/03/2022, 17:26 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kementerian KP) terus berkomitmen menjaga ekosistem pesisir dan laut sebagai penopang perekonomian, kesejahteraan, dan ketahanan bangsa secara terukur.

Pasalnya, ekosistem laut dan pesisir menyimpan blue carbon atau karbon biru yang dapat membantu Indonesia memenuhi komitmen perubahan iklim dan menjaga iklim bumi.

Blue carbon merupakan karbon yang berasal dari laut dan tersimpan di ekosistem pesisir lautan. Ekosistem ini terdiri dari mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang menyimpan karbon alami dalam jumlah besar.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Kementerian KP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melaksanakan kegiatan penelitian dan konservasi sumber daya padang lamun dan mangrove yang merupakan ekosistem penyerap karbon.

Baca juga: Peneliti Manfaatkan Teknologi Pengindraan Jauh untuk Pantau Ekosistem Mangrove, Seperti Apa?

Dalam kegiatan penelitian yang dilakukan sejak 2017 itu, BRSDM turut menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA).

Sebagai langkah lebih lanjut, BRSDM mengundang beberapa pihak terkait melalui 5th Joint Coordinating Committee (JCC) pada Kamis (17/3/2022).

Kegiatan JCC digelar dalam rangka mengajak pihak terkait, yaitu Indonesia, Filipina, dan Jepang pada rapat koordinasi dan komunikasi dalam program Science and Technology Research Partnership for Sustainable Development (SATREPS)–Comprehensive Assessment and Conservation of Blue Carbon Ecosystems and their Services in the Coral Triangle (BlueCARES).

Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta mengatakan, kondisi global dalam dua tahun terakhir penuh dengan tantangan akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Deklarasi Gotong Royong Untungkan Pekerja Terhindar dari Dampak Covid-19

Dampak pandemi Covid-19, kata dia, juga berimbas pada program SATREPS BlueCARES di Indonesia.

Meski demikian, Nyoman mengungkapkan, kerja sama pihaknya dengan mitra terjalin baik dan efektif. Terlebih dalam melaksanakan program yang bermanfaat untuk pengelolaan ekosistem pesisir dan laut bagi generasi mendatang.

"Lima tahun telah berlalu sejak pembentukan resmi program SATREPS BlueCARES pada 2017. Sekarang kami berada di tahun terakhir program tersebut," imbuhnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (18/3/2022).

Adapun tujuan akhir dari proyek SATREPS BlueCARES adalah untuk mengembangkan dan menerapkan strategi pengelolaan karbon biru berbasis ilmu pengetahuan.

Baca juga: Indonesia Berpotensi Simpan 17 Persen Karbon Biru Dunia

Nyoman berharap, penerapan tersebut dapat berkontribusi pada kebijakan yang terkait dengan konservasi dan perubahan iklim. Baik itu dalam skala lokal, nasional, maupun regional.

Dua poin penting SATREPS BlueCARES

Pada kesempatan tersebut, Nyoman menjelaskan, terdapat dua poin penting terhadap arah perkembangan program SATREPS BlueCARES di Indonesia.

Pertama, sebut dia di tingkat regional. Nyoman berharap seluruh pihak dapat fokus pada output program guna mendukung berbagai kebijakan di Indonesia dalam hal pengelolaan ekosistem pesisir dan laut.

“Pengelolaan itu termasuk berkontribusi pada perencanaan pembangunan rendah karbon,” jelasnya.

Baca juga: Sewindu Riset Pesisir, Data Karbon Biru Padang Lamun Indonesia Tercapai

Untuk poin kedua, Nyoman mengatakan, terkait dengan transformasi BRSDM. Ia berharap kerja sama pihaknya dengan seluruh mitra dapat tetap terjalin. Ini guna mencapai tujuan dan cita-cita yang telah ditetapkan bersama.

Sebagai informasi, acara tersebut juga dihadiri beberapa tokoh penting, di antaranya Chancellor of University of the Philippines Diliman Fidel R Nemenzo, Chief Technical Advisor of BlueCARES Projectl Kazuo Nadaoka, College of Science, University of the Philippines Diliman Rene Rollon, serta seluruh tim SATREPS BlueCARES.

Apa itu BlueCARES?

Untuk diketahui, BlueCARES merupakan salah satu proyek SATREPS dengan fokus penelitian karbon untuk pengembangan strategi nasional blue carbon.

Program riset tersebut bertujuan untuk mendorong konservasi ekosistem pesisir sekaligus memberikan kontribusi pada program mitigasi perubahan iklim.

Baca juga: Lindungi Mangrove, MERA Ingin Pulihkan Ekosistem Pesisir Jakarta

Secara teknis, komponen kegiatan dalam kerja sama itu meliputi beberapa hal. Pertama, kuantifikasi kapasitas simpanan karbon mangrove dan lamun sebagai penguatan sektor perubahan iklim Indonesia.

Kedua, kuantifikasi dan valuasi layanan ekosistem yang dimanfaatkan masyarakat, mulai dari perikanan, perlindungan pantai, dan ekowisata.

Ketiga, kuantifikasi dinamika ekosistem pesisir dan layanan ekosistem, serta faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dari hulu ke hilir.

Sebelumnya, pada Mei 2021, Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono sudah berupaya mendorong penelitian-penelitian lebih lanjut terkait blue carbon untuk dijadikan dasar ilmiah dalam suatu kebijakan.

Baca juga: Peneliti: Blue Carbon Indonesia Simpan 17 Persen Cadangan Dunia

Pihaknya berharap, kelestarian ekosistem laut dan pesisir dapat dijaga agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan amanat Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan pidato di One Ocean Summit, Jumat (11/2/2022).

"Presidensi G20 Indonesia akan mengangkat pentingnya ekonomi biru, karbon biru, dan penanganan sampah laut,” ujar Trenggono.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengacara Ungkap Tito Karnavian dan Bahlil Lahadlia Pernah Temui Lukas Enembe, Minta Paulus Waterpau jadi Wagub Papua

Pengacara Ungkap Tito Karnavian dan Bahlil Lahadlia Pernah Temui Lukas Enembe, Minta Paulus Waterpau jadi Wagub Papua

Nasional
BIN Bantah Terlibat Kriminalisasi Lukas Enembe

BIN Bantah Terlibat Kriminalisasi Lukas Enembe

Nasional
PKB Tunggu Siapa Capres yang Ingin Diusung PDI-P di Pilpres 2024

PKB Tunggu Siapa Capres yang Ingin Diusung PDI-P di Pilpres 2024

Nasional
Akal-akalan Lukas Enembe, Izin Berobat demi Judi di Luar Negeri

Akal-akalan Lukas Enembe, Izin Berobat demi Judi di Luar Negeri

Nasional
Nasdem-PKS-Demokrat Tak Kunjung Berkoalisi, Anies Dinilai Tak Cukup jadi Perekat

Nasdem-PKS-Demokrat Tak Kunjung Berkoalisi, Anies Dinilai Tak Cukup jadi Perekat

Nasional
Pengamat: Anies Lengser Oktober 2022, Mengusungnya Jadi Capres Bakal Tambah PR Parpol

Pengamat: Anies Lengser Oktober 2022, Mengusungnya Jadi Capres Bakal Tambah PR Parpol

Nasional
Jejak 'Private Jet' yang 3 Kali Dipakai Lukas Enembe ke Luar Negeri

Jejak "Private Jet" yang 3 Kali Dipakai Lukas Enembe ke Luar Negeri

Nasional
Pengacara Duga Penetapan Tersangka Lukas Enembe Tak Lepas dari Agenda Politik Tito Karnavian dan Budi Gunawan

Pengacara Duga Penetapan Tersangka Lukas Enembe Tak Lepas dari Agenda Politik Tito Karnavian dan Budi Gunawan

Nasional
Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, PDI-P: Hanya 'Kongkow'

Soal Dewan Kolonel Puan Maharani, PDI-P: Hanya "Kongkow"

Nasional
Puan Bicara 'Sinyal' Koalisi PDI-P dengan PKB

Puan Bicara "Sinyal" Koalisi PDI-P dengan PKB

Nasional
Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Cak Imin Kenang Sering Dibantu Taufiq Kiemas: Bayar Kuliah hingga Lamar Istri

Nasional
Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Gelombang Desakan Supaya Hakim Agung Sudrajad Terlibat Suap Dihukum Berat

Nasional
Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama 'Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik'

Puan: PDI-P dan PKB Sama-sama "Partai Wong Sendal Jepit, Wong Cilik"

Nasional
LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban 'Fake'

LPSK soal Putri Candrawathi: UU TPKS Bukan untuk Korban "Fake"

Nasional
Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Tafsir UU Perlindungan Data Pribadi yang Perlu Diketahui

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.