Kompas.com - 15/03/2022, 20:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyita banyak aset milik selebgram Doni Salmanan yang menjadi tersangka kasus penipuan dan pencucian uang investasi ilegal binary option lewat aplikasi Quotex.

Total aset Doni Salmanan yang disita oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bernilai sekitar Rp 64 miliar.

"Total nilai estimasi yang berhasil dilakukan sekitar Rp 64 miliar. Sebesar Rp 64 miliar," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suher di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Salah satu aset Doni Salmanan yang disita polisi adalah mobil Porsche 911 Carrera berwarna biru yang dibeli Doni Salmanan dari YouTuber Arief Muhammad seharga Rp 4 miliar.

Mobil tersebut terbilang langka karena hanya ada empat unit di Indonesia.

Tak hanya Porsche, mobil mewah Doni Salmanan yang disita polisi adalah Lamborghini dan BMW. Beberapa mobil lainnya juga ikut disita.

Baca juga: Korban Penipuan Doni Salmanan Quotex Bisa Lapor ke Nomor 08132420009

Kemudian polisi juga menyita 18 motor milik Doni Salmanan, termasuk merek BMW dan Ducati Superleggera.

Selanjutnya, aset Doni Salmanan yang disita adalah dua rumah yang berada di Bandung dan Soreang, Jawa Barat.

Berbagai barang mewah milik Doni Salmanan turut disita seperti 11 baju branded dan jam tangan merek Hermes.

Dan yang cukup mencengangkan, Doni Salmanan rupanya menyimpan uang tunai total Rp 3,3 miliar. Uang tersebut ikut disita polisi.

Gepokan uang Doni Salmanan itu dipamerkan oleh Bareskrim Polri hari Selasa ini. Tampak pria bernama lengkap Doni Muhammad Taufik itu hadir dengan menggunakan baju tahanan.

Polisi mengatakan total ada 97 item milik Doni Salmanan yang disita polisi. Namun polisi tak berhensi sampai situ.

"Perlu saya sampaikan bahwa saat ini penyidik melakukan penelusuran aset lainnya," tegas Asep.

Baca juga: Pakai Baju Tahanan, Doni Salmanan Minta Maaf dan Harap Hukuman Ringan

Berikut beberapa aset milik Doni Salmanan yang sudah disita oleh polisi:

  • 1 rumah di Soreang
  • 1 rumah di Kota Bandung
  • 1 mobil Porsche 911 Carrera 4S
  • 1 mobil Lamborghini
  • 1 mobil BMW
  • 2 mobil Honda CRV
  • 1 mobil Fortuner
  • 2 motor Kawasaki Ninja
  • 1 motor BMW
  • 1 motor Ducati Superleggera
  • 5 motor Yamaha Gear
  • 1 motor KTM
  • 1 motor MSI (motor listrik)
  • 4 motor merek lainnya
  • 1 Laptop Macbook Pro
  • 1 jam tangan Hermes
  • 11 baju branded
  • 4 pasang sepatu branded
  • celana branded
  • tas branded
  • topi branded
  • tiga CPU
  • uang tunai Rp 3,3 miliar

Koleksi mobil mewah Doni Salmanandok.DoniSalmanan Koleksi mobil mewah Doni Salmanan
Polisi juga menyita ponsel, buku tabungan atas nama DS, dua buku tabungan atas nama DNF, satu kartu Debit, 20 buku terkait trading, 27 dokumen berupa sertifikat hak milik bangunan, STNK, hingga ATM milik Doni Salmanan.

Selain itu, 8 akun rekening Doni Salmanan pun kini diblokir.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Hubungan Masyarakat (Div Humas) Polri Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, pengadilan yang berhak menetukan apakah aset-aset Doni Salmanan yang disita tersebut akan dikembalikan ke masyarakat atau tidak.

Hal ini juga berlaku terhadap aset milik tersangka penipuan trading lainnya, Indra Kenz yang juga telah disita polisi.

"Dalam hal ini penyidik akan melakukan tracing terhadap aset kedua tersangka (Doni Salmanan dan Indra Kenz) yang nantinya aset ini akan diserahkan ke penyidik dan nanti akan diputuskan oleh pengadilan," ujar Gatot Repli Handoko, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan Senin (14/3/2022).

Baca juga: Aset Indra Kenz yang Sudah Disita Polisi: Ferrari, Tesla, Lamborghini, Rolls-Royce, Hingga 4 Rumah Mewah

Kasus dugaan penipuan Doni Salmanan berawal dari laporan seseorang yang mengaku menjadi korban berinisial RA.

Doni Salmanan saat ini sudah ditahan oleh Bareskrim Polri. Ia terancaman hukuman 20 tahun penjara.

Selebragram asal Bandung itu dijerat dengan pasal berlapis, yakni Informasi Teknologi dan Elektronik (ITE), Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP), dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Baca juga: Bareskrim Jadwalkan Periksa Public Figure yang Pernah Terima Uang dan Barang dari Doni Salmanan

Rincian pasalnya sebagai berikut:

Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara dan Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman 20 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IPW Duga Pelecehan Putri Candrawathi untuk Ringankan Hukuman Mati Kasus Pembunuhan Brigadir J

IPW Duga Pelecehan Putri Candrawathi untuk Ringankan Hukuman Mati Kasus Pembunuhan Brigadir J

Nasional
IPW Ungkap Dugaan Aliran Uang Konsorsium 303 ke Oknum Polisi

IPW Ungkap Dugaan Aliran Uang Konsorsium 303 ke Oknum Polisi

Nasional
Poros Koalisi PKB-Gerindra-PDI-P dinilai Tak Mudah Terwujud

Poros Koalisi PKB-Gerindra-PDI-P dinilai Tak Mudah Terwujud

Nasional
Ribuan Massa Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR Besok, Peringati Hari Tani Nasional

Ribuan Massa Akan Unjuk Rasa di Depan Gedung DPR Besok, Peringati Hari Tani Nasional

Nasional
KSAL Lepas 90 Prajurit dan PNS TNI AL Berangkat Umrah

KSAL Lepas 90 Prajurit dan PNS TNI AL Berangkat Umrah

Nasional
Tanggapi Eksepsi Surya Darmadi, Jaksa Sebut Kerugian Negara Masuk dalam UU Tipikor

Tanggapi Eksepsi Surya Darmadi, Jaksa Sebut Kerugian Negara Masuk dalam UU Tipikor

Nasional
KPK Wanti-wanti Kuasa Hukum Lukas Enembe, Tak Segan Pidanakan bila Rintangi Penyidikan

KPK Wanti-wanti Kuasa Hukum Lukas Enembe, Tak Segan Pidanakan bila Rintangi Penyidikan

Nasional
'Pesona' PKB dan Cak Imin, Pilih Puan atau Prabowo?

"Pesona" PKB dan Cak Imin, Pilih Puan atau Prabowo?

Nasional
Jubir Kementerian ATR: Konflik Tanah Suku Anak Dalam Berlangsung 22 Tahun Diselesaikan Hadi Tjahjanto

Jubir Kementerian ATR: Konflik Tanah Suku Anak Dalam Berlangsung 22 Tahun Diselesaikan Hadi Tjahjanto

Nasional
Jubir Menteri ATR/BPN Tak Yakin Bisa Berantas Mafia Tanah di Sisa Jabatan Presiden Jokowi

Jubir Menteri ATR/BPN Tak Yakin Bisa Berantas Mafia Tanah di Sisa Jabatan Presiden Jokowi

Nasional
KPK Belum Dapat Informasi Pasti Terkait Kondisi Kesehatan Lukas Enembe

KPK Belum Dapat Informasi Pasti Terkait Kondisi Kesehatan Lukas Enembe

Nasional
Jokowi Jalan Kaki Sapa Masyarakat dan Bagikan Kaus di Baubau

Jokowi Jalan Kaki Sapa Masyarakat dan Bagikan Kaus di Baubau

Nasional
KY Buka Kemungkinan Periksa Ketua MA dan Hakim Agung Lain Terkait Suap Sudrajad Dimyati

KY Buka Kemungkinan Periksa Ketua MA dan Hakim Agung Lain Terkait Suap Sudrajad Dimyati

Nasional
UPDATE 26 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,91 Persen, Ketiga 26,96 Persen

UPDATE 26 September: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,91 Persen, Ketiga 26,96 Persen

Nasional
RUU Kesehatan Omnibus Law di Prolegnas 2023, IDI Minta Klarifikasi DPR karena Tak Dilibatkan

RUU Kesehatan Omnibus Law di Prolegnas 2023, IDI Minta Klarifikasi DPR karena Tak Dilibatkan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.