Kompas.com - 15/03/2022, 15:26 WIB
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE) Ronny mengatakan, unsur pidana dalam perkara mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean tak gugur meski twit di akun Twitter-nya telah dihapus.

Hal itu disampaikan Ronny yang hadir dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (15/3/2022).

“Karena itu (cuitan) menimbulkan viral, biar tidak semakin viral (twitnya dihapus). Bukan berarti akibatnya (tindak pidananya) yang ada menjadi gugur,” tutur Ronny.

Baca juga: Ahli: Twit Ferdinand Hutahaean Mesti Dicermati, Kesengajaan atau Kealpaan

Dalam pandangan Ronny, upaya menghapus kicuan tersebut masuk dalam tindakan iktikad baik. 

Sebab, tindakan menghapus cuitan itu dilakukan agar tidak semakin viral.

Ronny juga menilai Ferdinand mempunyai iktikad baik karena menyesal atas perbuatannya. 

“Orang mem-posting itu kemudian ia menyesal karena posting-annya viral di warganet, maka saya kira itu iktikad baik,” imbuhnya.

Baca juga: Ketua KNPI Sebut Laporkan Ferdinand Hutahaean untuk Cegah Kegaduhan

Diketahui, Ferdinand menjadi terdakwa karena cuitannya di akun Twitter @FerdinandHaean3 yang mengomentari proses hukum Bahar bin Smith.

Jaksa menilai cuitan Ferdinand termasuk perbuatan yang memicu keonaran karena meminta Polda Jawa Barat segera menetapkan Bahar sebagai tersangka.

Baca juga: Tak Ajukan Eksepsi, Ferdinand Hutahaean Ingin Segera Pembuktian Dakwaan

Pada dakwaan kedua, jaksa mengatakan, pernyataan Ferdinand termasuk upaya menyebarkan rasa kebencian atau permusuhan pada individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA.

Ia didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) dan (2) Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Pasal 156 atau Pasal 156a huruf a KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.