Kompas.com - 14/03/2022, 21:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengkampanye Hutan dan Kebun yang juga kpakpaEksekutif Nasional WALHI Uli Arta Siagian mengatakan, kemungkinan bakal ada tukar guling lahan pada megaproyek ibukota negara (IKN) tak dapat dihindari.

Sebagai informasi, di kawasan IKN di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, terdapat 162 konsesi tambang, perkebunan sawit, kehutanan, hingga PLTU batu bara dengan total luas lebih dari 180.000 hektar.

Data ini berdasarkan investigasi JATAM Nasional, JATAM Kalimantan Timur, Walhi Nasional, Walhi Kalimantan Timur, Trend Asia, Pokja 30, Pokja Pesisir dan Nelayan, serta Forest Watch Indonesia.

"Logikanya, tidak mungkin kemudian ratusan konsesi yang dipegang perusahaan-perusahaan ini diberikan begitu saja kepada negara," kata Uli dalam diskusi virtual, Senin (14/3/2022).

Baca juga: AMAN: Kemungkinan Tukar Guling Lahan Konsesi untuk IKN Akan Ancam Masyarakat Adat di Wilayah Lain

"Sehingga kemungkinan besar terjadi tukar guling lahan yang akan menyasar wilayah lain di Indonesia. Mungkin dia akan menyasar Papua atau wilayah timur lainnya, atau menyasar wilayah Kalimantan lainnya, atau Sumatera," jelasnya.

Ia mengatakan, selama ini praktik tukar guling dilakukan dalam konteks Fasilitasi Pemerintah pada Usaha Hutan Tanaman Industri dalam rangka Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut melalui Peraturan Menteri LHK Nomor. P.40/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2017.

Padahal, sejauh ini konsesi-konsesi yang ada di sekitar IKN saja telah menyebabkan banyak konflik agraria dengan masyarakat lokal.

Baca juga: Ini Cara Penghitungan Tukar Guling Aset Negara

Begitu pula dengan izin-izin usaha yang dipegang sejumlah korporasi di wilayah Kalimantan Timur.

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat, dalam kurun 5 tahun terakhir, sedikitnya ada 50 konflik agraria dengan luas wilayah 64.000 hektar terjadi di provinsi ini, bahkan sebelum megaproyek IKN diintroduksi.

Oleh karenanya, lanjut Uli, kemungkinan tukar guling lahan konsesi terdampak IKN dengan lahan di wilayah lain sama saja dengan memperluas krisis agraria dan memperbanyak rakyat kecil yang jadi korban.

Baca juga: Tarik Konsesi Lahan Swasta di Area Ibu Kota Baru, Negara Bayar Denda?

Padahal, tanpa tukar guling pun, eksploitasi sejumlah wilayah yang jauh dari IKN sudah terjadi, karena kebutuhan akan pembangunan besar-besaran di megaproyek tersebut.

"Bagaimana kemudian batu-batu dari Palu, Sulawesi Tengah, akan dijadikan sebagai material membangun infrastruktur atau gedung-gedung mewah di IKN nanti," kata Uli.

"Lalu bagaimana nikel di Sulawesi Tengah dan hampir seluruh Sulawesi akan dieksploitasi sebesar-besarnya untuk memenuhi ambisi transportasi listrik yang terus digencarkan pemerintah dengan melabel ini pembangunan energi bersih," lanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wagub DKI Sampaikan Duka Cita Mendalam Bagi Korban Kerusuhan Kanjuruhan

Wagub DKI Sampaikan Duka Cita Mendalam Bagi Korban Kerusuhan Kanjuruhan

Nasional
Penggunaan Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan Dipertanyakan

Penggunaan Gas Air Mata dalam Tragedi Kanjuruhan Dipertanyakan

Nasional
Kontras Duga Ada Pelanggaran Hukum dan HAM dalam Tragedi Kanjuruhan

Kontras Duga Ada Pelanggaran Hukum dan HAM dalam Tragedi Kanjuruhan

Nasional
Tragedi Stadion Kanjuruhan, IPW Desak Kapolri Copot Kapolres Malang

Tragedi Stadion Kanjuruhan, IPW Desak Kapolri Copot Kapolres Malang

Nasional
Kurangi Vonis Bermasalah, KY Dorong Ketua Pengadilan Eksaminasi Putusan

Kurangi Vonis Bermasalah, KY Dorong Ketua Pengadilan Eksaminasi Putusan

Nasional
Komnas HAM Turunkan Tim Usut Kerusuhan Kanjuruhan Malang

Komnas HAM Turunkan Tim Usut Kerusuhan Kanjuruhan Malang

Nasional
Pemerintah Diminta Bentuk Tim Independen Usut Kerusuhan Kanjuruhan

Pemerintah Diminta Bentuk Tim Independen Usut Kerusuhan Kanjuruhan

Nasional
Menpora: Kerusuhan Kanjuruhan Menodai Pembangunan Sepakbola Nasional

Menpora: Kerusuhan Kanjuruhan Menodai Pembangunan Sepakbola Nasional

Nasional
KY Sebut Tak Temukan 'Track Record' Jelek terhadap Sudrajad Dimyati

KY Sebut Tak Temukan "Track Record" Jelek terhadap Sudrajad Dimyati

Nasional
Kapolri Bertolak ke Malang Tinjau Lokasi Kerusuhan Kanjuruhan

Kapolri Bertolak ke Malang Tinjau Lokasi Kerusuhan Kanjuruhan

Nasional
Soroti Tragedi Stadion Kanjuruhan, Amnesty International: Menyeramkan Sekaligus Memilukan

Soroti Tragedi Stadion Kanjuruhan, Amnesty International: Menyeramkan Sekaligus Memilukan

Nasional
Mahfud MD Sebut Panpel Arema Abaikan Usul Polri

Mahfud MD Sebut Panpel Arema Abaikan Usul Polri

Nasional
Nasdem Minta Pemerintah Beri Penanganan Terbaik bagi Korban Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Nasdem Minta Pemerintah Beri Penanganan Terbaik bagi Korban Kerusuhan Stadion Kanjuruhan

Nasional
Jokowi Beri Tugas Khusus ke Menkes dan Gubernur Jatim Terkait Kerusuhan Kanjuruhan

Jokowi Beri Tugas Khusus ke Menkes dan Gubernur Jatim Terkait Kerusuhan Kanjuruhan

Nasional
Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

Pernyataan Lengkap Jokowi Terkait Tragedi Stadion Kanjuruhan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.