Kompas.com - 11/03/2022, 17:29 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com- Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai terdapat 'wabah' pengusiran di Kompleks Parlemen menyusul banyaknya mitra kerja DPR yang diusir dari ruang rapat pada Masa Sidang III Tahun Sidang 2021-2022 lalu.

"Sekalipun Peraturan DPR No. 1/2015 tentang Kode Etik telah mengatur tentang bagaimana seharusnya setiap Anggota DPR berperilaku dalam rapat-rapat dengan mitra kerjanya, selama Masa Sidang III Tahun Sidang 2021-22 telah terjadi semacam “wabah” pengusiran mitra kerja dari ruang rapat," kata peneliti Formappi Yohanes Taryono dalam konferensi pers, Jumat (11/3/2022).

Taryono menilai, tidak ada hal yang bisa dibenarkan dari aksi pengusiran oleh anggota dewan terhadap mitra kerjanya.

Sebab, mitra kerja DPR yakni pemerintah yang diwakili oleh menteri atau pimpinan lembaga nonkementerian memiliki kedudukan yang sama dengan DPR, bukan sebagai atasan dan bawahan.

Baca juga: Buruh Mulai Meninggalkan Gedung DPR Usai Demo Tolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Taryono pun menilai, pernyataan Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus yang mengibaratkan hubungan DPR dan mitra kerja bagaikan hubungan orangtua dan anak adalah analogi yang tidak tepat.

"Kedudukan antara Bapak dan Anak itu tidak setara, seolah-olah mau mengatakan bahwa DPR itu Bapak dan pemerintah atau yang mewakilinya itu sebagai anak. Kalau ini yang menjadi landasan untuk main usir ya keliru karena antara DPR dan mitra kerja bukan sebagai hubungan bapak dan anak," kata Taryono.

Kedua, lanjut Taryono, mereka yang ikut rapat dengan DPR adalah pihak-pihak yang diundang secara resmi, dan sudah seorang tamu dihormati sebagaimana tamu menghormati tuan rumah.

"Jika hanya karena tamu terlambat, atau tidak memiliki cara komunikasi yang baik, atau memotong pembicaraan tuan rumah lalu mengusirnya, tentu ini tindakan yang tidak menghormati tamu," ujar dia.

Selain itu, Taryono juga menyoroti sikap DPR yang selalu menuduh pihak lain yang merusak nama baik, kehormatan, maupun marwah DPR.

Padahal, menurut dia, insiden pengusiran yang berulang kali terjadi justru membuktikan bahwa tindakan arogan itulah yang mencoreng nama baik DPR.

"Publik menilai bahwa DPR dengan tindakan arogansinya sudah mencoreng kehormatannya sendiri. Publik memerlukan DPR yang tegas tapi elegan, bukan DPR yang kasar dan arogan," kata Taryono.

Seperti diketahui, dalam masa sidang yang lalu, terdapat tiga insiden pengusiran oleh DPR terhadap mitra kerjanya.

Pengusiran pertama terjadi pada Kamis (13/1/2022) dalam rapat kerja antara Komisi III DPR dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Saat itu, Komnas Perempuan diusir karena Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Mahesa menilai Komnas Perempuan terlambat datang ke rapat tersebut.

Satu pekan berselang, giliran Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat yang diusir dari rapat antara Kemensos dan Komisi VIII DPR dengan agenda membahas anggaran Kemensos, Rabu (19/1/2022).

Suasana rapat panas dengan banyaknya interupsi yang disampaikan anggota Komisi VIII hingga meminta Harry untuk keluar dari ruangan.

Baca juga: Hanya Tuntaskan 2 RUU Prioritas dalam Satu Masa Sidang, Kinerja DPR Dinilai Standar

Komisi VIII DPR mempersoalkan komunikasi Harry ke Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily yang dinilai tidak pantas.

Teranyar, pada Senin (14/1/2022), Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim diusir dari raat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR dan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier.

Silmy diusir setelah ia beradu mulut dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Haryadi terkait proyek blast furnance atau pembangunan pabrik baja sistem tanur tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenderal Dudung Temui KSAD Turki, Bahas Potensi Kerja Sama Pengembangan Drone

Jenderal Dudung Temui KSAD Turki, Bahas Potensi Kerja Sama Pengembangan Drone

Nasional
Singgung Krisis Pangan, Jokowi: 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari

Singgung Krisis Pangan, Jokowi: 19.600 Orang Mati Kelaparan Setiap Hari

Nasional
Prabowo, Panglima TNI, KSAD Dudung Hadiri Rapat di DPR Hari Ini

Prabowo, Panglima TNI, KSAD Dudung Hadiri Rapat di DPR Hari Ini

Nasional
Menlu Retno: Membebaskan Palestina dari Penjajahan adalah Utang Kita Bersama

Menlu Retno: Membebaskan Palestina dari Penjajahan adalah Utang Kita Bersama

Nasional
Profil Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Jadi Jubir Pemenangan Pemilu Gerindra

Profil Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Jadi Jubir Pemenangan Pemilu Gerindra

Nasional
Hakim Agung Sudrajad Dimyati Tersangka Korupsi, Pakar Hukum: Ironis dan Menyedihkan

Hakim Agung Sudrajad Dimyati Tersangka Korupsi, Pakar Hukum: Ironis dan Menyedihkan

Nasional
IK Dompet Dhuafa dan Rebach Internasional Luncurkan Re-Space untuk Bantu Optimalkan SDM Terampil

IK Dompet Dhuafa dan Rebach Internasional Luncurkan Re-Space untuk Bantu Optimalkan SDM Terampil

Nasional
Jokowi: 80 sampai 90 Persen Startup Gagal Saat Merintis

Jokowi: 80 sampai 90 Persen Startup Gagal Saat Merintis

Nasional
Update Kasus Brigadir J: Dugaan 'Kakak Asuh' Ferdy Sambo hingga Upaya Putri Candrawathi Lindungi Diri

Update Kasus Brigadir J: Dugaan "Kakak Asuh" Ferdy Sambo hingga Upaya Putri Candrawathi Lindungi Diri

Nasional
Buka BUMN Startup Day, Jokowi: Startup Mestinya Lihat Kebutuhan Pasar

Buka BUMN Startup Day, Jokowi: Startup Mestinya Lihat Kebutuhan Pasar

Nasional
KY Akan Koordinasi dengan KPK soal Pemeriksaan Hakim Agung Sudrajad Dimnyati

KY Akan Koordinasi dengan KPK soal Pemeriksaan Hakim Agung Sudrajad Dimnyati

Nasional
Momen Prabowo Berinteraksi dengan Pengungsi Korban Bencana Tanah Bergerak di Bogor

Momen Prabowo Berinteraksi dengan Pengungsi Korban Bencana Tanah Bergerak di Bogor

Nasional
Mutasi 30 Pati, Kapolri Tunjuk Kombes Ade Ary Syam Indradi Jadi Kapolres Jaksel

Mutasi 30 Pati, Kapolri Tunjuk Kombes Ade Ary Syam Indradi Jadi Kapolres Jaksel

Nasional
Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva yang Sempat Ditunda Dilanjutkan Hari Ini

Sidang Etik Ipda Arsyad Daiva yang Sempat Ditunda Dilanjutkan Hari Ini

Nasional
KY Bakal Ikut Dalami Dugaan Adanya Hakim Agung Lain yang Terlibat Pengurusan Perkara di MA

KY Bakal Ikut Dalami Dugaan Adanya Hakim Agung Lain yang Terlibat Pengurusan Perkara di MA

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.