Kompas.com - 10/03/2022, 22:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PDI-P Muhammad Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, Komisi II akan mulai membahas tahapan Pemilu 2024 termasuk anggarannya sekitar pertengahan Maret 2022 atau setelah masa reses berakhir.

Diketahui, saat ini para anggota dewan masih terjun ke daerah untuk melaksanakan reses hingga 14 Maret mendatang.

"Saya kira, tetap di masa sidang ke depan kita akan memulai sesi tahapan termasuk teknis soal anggaran. Setelah itu betul-betul fixed dan akan kita bawa ke Banggar (Badan Anggaran) untuk difinalisasi. Agar tahapan dan anggaran sebangun dalam rangka sukseskan tahun 2024," kata Rifqi ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (10/3/2022).

Ia menegaskan, Komisi II tidak mungkin melupakan pembahasan terhadap anggaran Pemilu 2024. Pasalnya, anggaran adalah dasar penggerak terlaksananya berbagai tahapan Pemilu 2024.

Baca juga: PKB Dorong Penundaan Pemilu jika Ada Dukungan Rakyat

Untuk itu, Komisi II disebut akan membahas tahapan maupun anggaran Pemilu secara detail agar Pemilu 2024 berjalan sukses.

"Jangan sampai jadwalnya kita bahas, tapi untuk menggerakkan tahapan dalam hal ini adalah anggaran, tidak kita bahas. Jadi kita bahas berbarengan nanti agar kemudian ini menjadi satu pembahasan yang simultan," jelasnya.

Lebih lanjut, Rifqi mengingatkan bahwa sudah ada kesepakatan antara DPR, penyelenggara pemilu dan pemerintah bahwa 14 Februari 2024 adalah jadwal pemungutan suara.

Adapun jadwal tersebut, kata dia, akan menjadi dasar Komisi II dalam penyusunan tahapan lainnya di Pemilu.

"Ya, paling lambat Juni 2022 harus kita putuskan semua tahapan. Karena selambat-lambatnya 20 bulan dari tahapan pemungutan suara," tuturnya.

Atas dasar itu, Rifqi meminta publik tidak berspekulasi terkait adanya isu penundaan pemilu. 

Baca juga: Demokrat: Reshuffle Lebih Tepat, daripada Mengemis-ngemis Minta Pemilu Ditunda

"Saya kira ini jangan dibiaskan dengan isu yang lain dan semata mekanisme ini masih reses. Kita sabar dikit lah pada niat sama untuk kesepakatan awal dan Pemilu 2024 diselenggarakan 14 Februari 2024," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

21 Parpol yang Sudah Terdaftar di Sipol Pemilu 2024

21 Parpol yang Sudah Terdaftar di Sipol Pemilu 2024

Nasional
Kasus Pria Cium Anak di Gresik Sempat Disebut Bukan Pelecehan Seksual, Kompolnas Angkat Bicara

Kasus Pria Cium Anak di Gresik Sempat Disebut Bukan Pelecehan Seksual, Kompolnas Angkat Bicara

Nasional
Putri Tjahjo Kumolo: Kondisi Bapak Sudah Membaik

Putri Tjahjo Kumolo: Kondisi Bapak Sudah Membaik

Nasional
UPDATE 26 Juni: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 81,06 Persen, Dosis Ketiga 24,02 Persen

UPDATE 26 Juni: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 81,06 Persen, Dosis Ketiga 24,02 Persen

Nasional
Pengamat Sebut Kekuatan Internal PKB Tak Sesolid Saat 2019, Jadi Alasan Gerindra Tidak Ingin 'Grusa-grusu' Nyatakan Koalisi

Pengamat Sebut Kekuatan Internal PKB Tak Sesolid Saat 2019, Jadi Alasan Gerindra Tidak Ingin "Grusa-grusu" Nyatakan Koalisi

Nasional
UPDATE 26 Juni: Tambah 1.726, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.080.451

UPDATE 26 Juni: Tambah 1.726, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 6.080.451

Nasional
Indonesia Ajak Dunia Bersatu Pulihkan Rantai Pasok Pangan Global

Indonesia Ajak Dunia Bersatu Pulihkan Rantai Pasok Pangan Global

Nasional
Tjahjo Kumolo Masih Dirawat, PDI-P: Mohon Doanya

Tjahjo Kumolo Masih Dirawat, PDI-P: Mohon Doanya

Nasional
Menpan RB Tjahjo Kumolo Masih Jalani Perawatan Intensif di Rumah Sakit

Menpan RB Tjahjo Kumolo Masih Jalani Perawatan Intensif di Rumah Sakit

Nasional
Kominfo: Hanya Dewan Pers yang Berhak Lakukan Uji Kompetensi Wartawan

Kominfo: Hanya Dewan Pers yang Berhak Lakukan Uji Kompetensi Wartawan

Nasional
Sepulang dari Eropa, Jokowi Bakal ke Uni Emirat Arab Bahas Kerja Sama Ekonomi

Sepulang dari Eropa, Jokowi Bakal ke Uni Emirat Arab Bahas Kerja Sama Ekonomi

Nasional
Menkes: Puncak Kasus BA.4 BA.5 di Indonesia Diperkirakan Minggu Kedua-Ketiga Juli

Menkes: Puncak Kasus BA.4 BA.5 di Indonesia Diperkirakan Minggu Kedua-Ketiga Juli

Nasional
Mensos Risma Dorong 1.500 Ibu-ibu Ubah Nasib lewat Berwirausaha

Mensos Risma Dorong 1.500 Ibu-ibu Ubah Nasib lewat Berwirausaha

Nasional
Kerumitan Perang Melawan Narkoba

Kerumitan Perang Melawan Narkoba

Nasional
Jika Berkoalisi dengan Demokrat-PKS, Nasdem Diyakini Tak Akan Keluar Kabinet

Jika Berkoalisi dengan Demokrat-PKS, Nasdem Diyakini Tak Akan Keluar Kabinet

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.