Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 09/03/2022, 18:31 WIB
Mutia Fauzia,
Diamanty Meiliana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan, saat ini rata-rata harga minyak goreng di pasar tradisional berada di kisaran Rp 18.000 per liter.

Data tersebut didapatkan berdasarkan informasi yang didapatkan oleh YLKI dari beberapa daerah.

Harga rata-rata minyak goreng di pasar tradisional tersebut pun jauh dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 11.500 untuk minyak goreng curah, Rp 13.500 untuk kemasan sederhana, dan Rp 14.000 per liter untuk kemasan premium.

"YLKI mendapat informasi dari beberapa daerah, itu rata-rata di angka Rp 18.000," kata pengurus harian YLKI Agus Suyatno ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (9/3/2022).

Baca juga: YLKI Minta Kemendag Buktikan Kecurigaan soal Warga Timbun Minyak Goreng

"Jadi ada yang Rp 20.000, Rp 17.000, dan ada yang bahkan Rp 21.000 . Jadi angkanya variatif, tapi rata-rata di atas HET," sambungnya.

Ia pun mengungkapkan, saat ini hanya ritel modern yang menerapkan HET yang telah ditentukan pemerintah untuk minyak goreng.

Sementara, hal penerapan HET tak terjadi di pasar tradisional. Padahal, sebagian besar masyarakat masih memiliki kecenderungan untuk belanja di pasar tradisional.

"Ini kan tidak fair, harusnya juga dipikirkan bagaimana mekanisme memberikan distribusi kepada pasar tradisional dengan cara tertutup sehingga masyarakat bisa mengakes," kata Agus.

Baca juga: Ditanya Kapan Kelangkaan Minyak Goreng Murah Bisa Teratasi, Ini Jawaban Mendag

Ia pun mengatakan, harga minyak goreng di pasar tradisional cenderung tinggi lantaran penjual juga mendapatkan minyak goreng pada harga tinggi.

Hal tersebut membuat mereka kesulitan untuk memasang harga jual sesuai dengan HET.

Selisih harga jual minyak goreng di pasar tradisional dan ritel modern ini dikhawatirkan bisa menimbulkan polemik lain di masyarakat.

"Itu akan terjadi friksi di lapangan, konsumen mendapat informasi Rp 14.000 sementara pedagang pasar tradisional mereka belanjanya sudah Rp 19.000. Tidak mungkin mereka akan jual dengan HET yang ditetapkan pemerintah, ini yang eharusnya dipikirkan," ujar Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dugaan Korupsi di LPEI: Kerugian Ditaksir Rp 2,5 Triliun, Ada 6 Perushaan Lain yang Tengah Dibidik

Dugaan Korupsi di LPEI: Kerugian Ditaksir Rp 2,5 Triliun, Ada 6 Perushaan Lain yang Tengah Dibidik

Nasional
Empat Anggota DPRD Kota Bandung Dicecar Soal Dugaan Titipan Proyek

Empat Anggota DPRD Kota Bandung Dicecar Soal Dugaan Titipan Proyek

Nasional
Ramai Unjuk Rasa Jelang Penetapan Hasil Pemilu, Ini Kata KPU

Ramai Unjuk Rasa Jelang Penetapan Hasil Pemilu, Ini Kata KPU

Nasional
Dukungan ke Airlangga Mengalir saat Muncul Isu Jokowi Diusulkan jadi Ketum Golkar

Dukungan ke Airlangga Mengalir saat Muncul Isu Jokowi Diusulkan jadi Ketum Golkar

Nasional
Sempat Mandek, Tol Gilimanuk-Mengwi Mulai Dibangun September Tahun Ini

Sempat Mandek, Tol Gilimanuk-Mengwi Mulai Dibangun September Tahun Ini

Nasional
KPK Cecar Eks Wali Kota Bandung Soal Tarif 'Fee Proyek' yang Biasa Dipatok Ke Pengusaha

KPK Cecar Eks Wali Kota Bandung Soal Tarif "Fee Proyek" yang Biasa Dipatok Ke Pengusaha

Nasional
Netralitas Jokowi Disorot di Forum HAM PBB, Dibela Kubu Prabowo, Dikritik Kubu Anies dan Ganjar

Netralitas Jokowi Disorot di Forum HAM PBB, Dibela Kubu Prabowo, Dikritik Kubu Anies dan Ganjar

Nasional
Penggelembungan Suara PSI 2 Kali Dibahas di Rekapitulasi Nasional KPU, Ditemukan Lonjakan 38 Persen

Penggelembungan Suara PSI 2 Kali Dibahas di Rekapitulasi Nasional KPU, Ditemukan Lonjakan 38 Persen

Nasional
Eks Wali Kota Banjar Cicil Bayar Uang Pengganti Rp 958 Juta dari Rp 10,2 M

Eks Wali Kota Banjar Cicil Bayar Uang Pengganti Rp 958 Juta dari Rp 10,2 M

Nasional
RI Tak Jawab Pertanyaan Soal Netralitas Jokowi di Sidang PBB, Kemenlu: Tidak Sempat

RI Tak Jawab Pertanyaan Soal Netralitas Jokowi di Sidang PBB, Kemenlu: Tidak Sempat

Nasional
Spanduk Seorang Ibu di Sumut Dirampas di Hadapan Jokowi, Istana Buka Suara

Spanduk Seorang Ibu di Sumut Dirampas di Hadapan Jokowi, Istana Buka Suara

Nasional
Jokowi dan Gibran Diisukan Masuk Golkar, Hasto Singgung Ada Jurang dengan PDI-P

Jokowi dan Gibran Diisukan Masuk Golkar, Hasto Singgung Ada Jurang dengan PDI-P

Nasional
Saat Jokowi Bertemu 2 Menteri PKB di Tengah Isu Hak Angket Kecurangan Pemilu...

Saat Jokowi Bertemu 2 Menteri PKB di Tengah Isu Hak Angket Kecurangan Pemilu...

Nasional
Sisa 4 Provinsi yang Belum Direkapitulasi, Sebelum KPU Tetapkan Hasil Pemilu 2024

Sisa 4 Provinsi yang Belum Direkapitulasi, Sebelum KPU Tetapkan Hasil Pemilu 2024

Nasional
Puncak Mudik Jatuh 5-7 Apriil 2024, 6 Ruas Tol Beroperasi Fungsional

Puncak Mudik Jatuh 5-7 Apriil 2024, 6 Ruas Tol Beroperasi Fungsional

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com