Kompas.com - 09/03/2022, 17:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, semua pihak perlu terus beradaptasi dengan situasi pandemi Covid-19.

Sebab, dia menilai kasus Covid-19 cenderung fluktuatif, kendati saat ini tengah menurun.

"Ya kalau melihat situasi dari varian yang ada sekarang itu, tentunya dari pandemi ke endemi itu bisa jadi. Tapi kan namanya virus ini fluktuatif, tidak bisa kita prediksi," kata Dasco ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/3/2022).

Menurutnya, berkaca pada tren kasus yang menurun, saat ini bisa saja terjadi peralihan dari pandemi ke endemi.

Baca juga: Hasil Survei: 34 Persen Masyarakat Lakukan Tes Covid-19 dengan Alasan untuk Syarat Perjalanan

Namun, ia menekankan agar semua pihak tidak lengah terhadap kondisi penurunan tren Covid-19.

Sebaliknya, protokol kesehatan perlu terus diterapkan di setiap kegiatan masyarakat.

"Makanya untuk beberapa waktu ini, tetap protokol kesehatan ketat itu, kita harus berlakukan untuk diri sendiri, anggota keluarga maupun sekitar kita," ujarnya.

Terkait kebijakan pemerintah yang baru-baru ini menghapus syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik, Dasco mengaku mendukung hal tersebut.

Namun, dia mengimbau semua pihak untuk tetap waspada terhadap Covid-19.

"Yang penting tetap masyarakat tidak memandang enteng soal virus corona ini. Kita harus tetap waspada karena kita tahu kadang-kadang naik dan turun. Kadang variannya itu ganas, kadang ya seperti Omicron," pungkasnya.

Baca juga: Masyarakat Diminta Tak Abai Prokes Hanya karena Lihat Data Penyebaran Covid-19 Rendah

Sebelumnya, pemerintah mengeklaim kasus harian Covid-19 sudah menurun drastis dalam beberapa terakhir. Penurunan kasus ini terjadi khususnya di Pulau Jawa-Bali.

"Bahwa kondisi tren penurunan kasus konfirmasi harian terjadi di seluruh provinsi di Jawa dan Bali," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers daring, Senin (7/3/2022).

Menurut Luhut, penurunan kasus dibarengi dengan menurunnya angka kematian pasien virus corona khususnya di DKI Jakarta, Banten, dan Bali.

Ia memprediksi, kondisi serupa akan terjadi di provinsi-provinsi lain dalam waktu dekat. Tak hanya itu, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan virus corona juga terus melandai.

Baca juga: Bagaimana Antisipasi Pemerintah jika Kasus Covid-19 Melonjak Pasca-aturan Wajib Tes PCR dan Antigen Dicabut?

Seiringan dengan klaim tersebut, pemerintah kemudian melonggarkan kegiatan masyarakat dalam upaya transisi menuju aktivitas normal.

Salah satu kelonggaran diberlakukan bagi syarat perjalanan domestik.

Mulai kemarin, Selasa (8/3/2022) pemerintah memberikan pelonggaran bagi pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat, yakni tidak perlu menunjukkan bukti tes antigen maupun PCR negatif.

Asalkan, pelaku perjalanan telah divaksinasi dosis dua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.