Kompas.com - 04/03/2022, 17:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana penundaan pemilihan umum (pemilu) 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden hingga 3 periode yang kini sedang menghangat dinilai mempunyai berbagai dampak. Baik itu dari segi citra yang menurun atau justru menjadi ajang partai politik untuk menggenjot elektabilitas.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar adalah partai yang mengusung ide penundaan pemilu 2024. Sedangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak penundaan pemilu 2024, tetapi mendukung supaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa menjabat 3 periode dengan jalan amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

Menurut pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun, tindakan yang dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar dengan melontarkan wacana penundaan pemilu tentu mempunyai. Salah satunya adalah bentuk hukuman secara moral politik dari masyarakat atau pemilih kepada mereka.

"Pemilih tiga partai tersebut memungkinkan akan bergeser pilihan karena kecewa dengan tiga partai tersebut," ujar Ubedillah kepada Kompas.com, Jumat (4/3/2022).

Baca juga: Soal Isu Penundaan Pemilu, Sekjen PDI-P: Orang di Sekitar Tak Paham Kehendak Jokowi

Ubedillah memperkirakan pemilih yang bakal bergeser sepenuhnya kemungkinan pemilih rasional yang ada di ketiga partai itu. Sedangkan untuk pemilih tradisional atau yang setia, dia memperkirakan hanya terjadi pergeseran sekitar 20 persen sampai 30 persen tidak lagi memilih mereka.

Jika masyarakat memilih meninggalkan ketiga partai itu di pemilu mendatang, Ubedillah memperkirakan pihak yang diuntungkan adalah partai yang menolak ide penundaan pemilu tersebut. Termasuk partai oposisi yang mendapat simpati publik.

Secara terpisah, analisis peneliti politik Populi Center Usep Saepul Ahyar memperkirakan manuver PAN, PKB dan Golkar dengan mengusung wacana yang memicu perdebatan dilakukan supaya mereka menjadi bahan pembicaraan masyarakat. Dengan cara itu, kata dia, mereka sedang menyasar orang-orang yang sangat puas dan bangga dengan kinerja atau kepemimpinan Presiden Jokowi yang angkanya cukup besar.

Baca juga: Usul Penundaan Pemilu 2024 Dinilai Bentuk Permufakatan Jahat

Sedangkan penolakan wacana penundaan pemilu ini justru diramaikan oleh kelompok partai tengah dan partai non parlemen.

"Ini bisa dimaknai sebagai upaya ‘mengerek’ elektabilitas kader capres mereka seperti PKB dan Golkar yang selama ini setidaknya dari temuan banyak lembaga survei masih ‘jeblok’. Sementara PAN sendiri lebih memlilih jalan aman dengan tidak mau berdarah-darah untuk lolos ambang batas pada Pemilu 2024," kata Usep kepada Kompas.com.

Sementara langkah yang diambil PSI menurut dia lebih kepada upaya menaikkan popularitas partai.

"Jadi meskipun keempat parpol ini mewacanakan hal yang sama, mereka sesungguhnya memiliki agenda masing-masing dalam konteks popularitas dan elektabilitas," ujar Usep.

Baca juga: PSI Tolak Wacana Pemilu Ditunda, tapi Dukung Jokowi 3 Periode

Di sisi lain, Usep memperkirakan belum tentu keempat partai itu mendapatkan dampak buruk akibat sikap mereka.

Apalagi tiga partai yang mengusung wacanan penundaan pemilu sudah mempunyai basis pemilih yang stabil. PKB dengan Nahdliyin, PAN dengan Muhammadiyah, sedangkan Golkar matang secara politik dan memiliki basis pemilih tradisonal yang lumayan kuat dan terbukti selalu berada di 3 besar.

"Di sisi lain, tipikal masyarakat kita mudah lupa, apalagi pemilu masih relatif lama, 2 tahun lagi. Wacana ini juga dalam perkembangannya lebih banyak direspons oleh kalangan elite saja," lanjut Usep.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pancasila sebagai Identitas Nasional

Pancasila sebagai Identitas Nasional

Nasional
UPDATE 4 Desember 2022: Kasus Covid-19 Bertambah 2.548, Jakarta Sumbang 1.056

UPDATE 4 Desember 2022: Kasus Covid-19 Bertambah 2.548, Jakarta Sumbang 1.056

Nasional
Cak Imin Kenang Doktrin Sang Ayah, agar Selalu Peduli pada Sesama

Cak Imin Kenang Doktrin Sang Ayah, agar Selalu Peduli pada Sesama

Nasional
Kepulauan Widi Dikabarkan Dilelang, Pemerintah Akan Evaluasi Izin PT LII

Kepulauan Widi Dikabarkan Dilelang, Pemerintah Akan Evaluasi Izin PT LII

Nasional
Kritik Pasal Penghinaan Pemerintah di RKUHP, Pakar: Akan Buat Nyaman Presiden dan Semua Lembaga Negara

Kritik Pasal Penghinaan Pemerintah di RKUHP, Pakar: Akan Buat Nyaman Presiden dan Semua Lembaga Negara

Nasional
Gunung Semeru Erupsi, Megawati Instruksikan Kader PDI-P Tanggap Darurat Bencana dan Bantu Korban Terdampak

Gunung Semeru Erupsi, Megawati Instruksikan Kader PDI-P Tanggap Darurat Bencana dan Bantu Korban Terdampak

Nasional
RKUHP Segera Disahkan, Pakar Hukum Tata Negara: Banyak yang Masih Kacau

RKUHP Segera Disahkan, Pakar Hukum Tata Negara: Banyak yang Masih Kacau

Nasional
Dukung Anies Capres, Laskar AMAN Bakal Awasi dan Tolak Kampanye Hitam di Pilpres 2024

Dukung Anies Capres, Laskar AMAN Bakal Awasi dan Tolak Kampanye Hitam di Pilpres 2024

Nasional
PKB Klaim Tak Tahu Siapa yang Minta Cak Imin Mundur dari Capres 2024

PKB Klaim Tak Tahu Siapa yang Minta Cak Imin Mundur dari Capres 2024

Nasional
Laskar AMAN Ungkap Pesan Anies ke Relawan: Jangan Buat Permusuhan, Tetap Satu meski Dihujat

Laskar AMAN Ungkap Pesan Anies ke Relawan: Jangan Buat Permusuhan, Tetap Satu meski Dihujat

Nasional
BNPB Sebut 1.979 Warga Mengungsi akibat Guguran Awan Panas Semeru hingga Minggu Sore

BNPB Sebut 1.979 Warga Mengungsi akibat Guguran Awan Panas Semeru hingga Minggu Sore

Nasional
Deklarasi Dukung Anies Capres, Laskar AMAN: Sangat Layak Pimpin Indonesia

Deklarasi Dukung Anies Capres, Laskar AMAN: Sangat Layak Pimpin Indonesia

Nasional
Laskar AMAN Dibentuk untuk Dukung Anies Capres, Ketua: Bukan Dorongan Pihak Tertentu

Laskar AMAN Dibentuk untuk Dukung Anies Capres, Ketua: Bukan Dorongan Pihak Tertentu

Nasional
Jelang Tahun Politik, Gerindra: Para Pemimpin Politik Tak Boleh Lupa Pikirkan Rakyat

Jelang Tahun Politik, Gerindra: Para Pemimpin Politik Tak Boleh Lupa Pikirkan Rakyat

Nasional
Ketua Joman: Relawan Jokowi Terbelah Beberapa Faksi, Ada yang Cari Uang dan Incar Kursi Menteri

Ketua Joman: Relawan Jokowi Terbelah Beberapa Faksi, Ada yang Cari Uang dan Incar Kursi Menteri

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.