Kompas.com - 24/02/2022, 10:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha mengatakan, partainya telah menemukan sembilan nama yang cocok sebagai pengganti Presiden Joko Widodo.

Jokowi, seperti diketahui, akan habis masa jabatannya pada 2024.

"Emil Dardak, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, Muhammad Andika Perkasa, Mochamad Ridwan Kamil, Muhammad Tito Karnavian, Najwa Shihab, Sri Mulyani Indrawati," kata Giring dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/2/2022).

Giring mengatakan, nama-nama tersebut didapat setelah DPP PSI meminta jajaran partai untuk mencari sosok pengganti Presiden Jokowi. Agenda ini dinamakan PSI dengan judul 'Rembuk Rakyat Mencari Penerus Jokowi'.

Baca juga: Desak Permenaker 2/2022 Ditunda, PSI: Kondisi Ekonomi Sulit, Uang JHT Bisa Jadi Penyelamat

Dikatakannya, jajaran PSI kemudian mendengarkan suara-suara dari berbagai elemen masyarakat seperti ulama, tokoh muda, guru, akademisi, dunia usaha, tokoh adat dan lainnya.

Namun, menurut Giring, berdasarkan hasil yang didapat, Jokowi masih dominan di mata masyarakat untuk menjadi presiden.

"Hasilnya seperti yang saya sampaikan di awal, bahwa Pak Jokowi masih paling banyak diinginkan rakyat Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian, karena terhalang konstitusi masa jabatan presiden, PSI mendapatkan sembilan nama tersebut untuk menggantikan Jokowi.

Giring menyebutkan, sembilan nama ini merupakan kader bangsa yang dianggap mampu melanjutkan politik kesejahteraan, politik bersih dan politik keterbukaan.

"Atas dasar temuan-temuan itu, selama sembilan bulan ke depan, PSI akan turun ke basis-basis untuk menyosialisasikan dan mendengarkan pendapat mereka tentang kesembilan kandidat," tegas Giring.

Baca juga: Ketum PSI Giring Ganesha Umumkan Mundur dari Capres 2024

Di sisi lain, PSI juga disebut menyediakan sarana kepada masyarakat untuk berpartisipasi melalui Rembuk Rakyat Online (RRO) dengan mengikuti poling.

Ia mengatakan, jajak pendapat tersebut akan dimulai sejak hari ini dan akan berakhir pada awal November 2022.

"Perkembangan jajak pendapat, bisa dimonitor masyarakat luas setiap saat melalui website dan kanal media sosial PSI," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.