Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/02/2022, 19:57 WIB

KOMPAS.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) mengusulkan agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ditunda.

Usulan itu dilontarkan Gus Muhaimin setelah mendengarkan masukan para pelaku usaha, mulai dari pengusaha, pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga analis ekonomi di Ruang Delegasi DPR Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2022).

“Dari semua (masukan) itu saya mengusulkan Pemilu 2024 ditunda satu atau dua tahun,” kata Gus Muhaimin, dikutip dari keterangan persnya, Rabu.

Selain Gus Muhaimin dan pelaku usaha, pertemuan itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Hasanuddin Wahid serta Ketua Fraksi PKB Cucun Ahmad Syamsurijal.

Hadir pula Sekretaris Fraksi Fathan Subhi, Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza, dan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB Ahmad Iman.

Baca juga: Napak Tilas Kebakaran di Ponpes Miftahul Khairat, Gus Muhaimin Doakan para Korban Mati Syahid

Adapun usulan itu, kata dia, muncul karena dia tidak ingin adanya pembekuan ekonomi setelah stagnasi dua tahun akibat pandemi Covid-19.

“(Penundaan) dilakukan agar momentum perbaikan ekonomi ini tidak hilang dan kemudian tidak terjadi freeze atau pembekuan ekonomi,” imbuhnya.

Gus Muhaimin menerangkan bahwa dia mendapat banyak masukan dari dunia usaha. Mereka mengaku optimistis tahun 2022 bisa mendatangkan peluang ekonomi.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu melanjutkan, akan ada banyak momentum untuk proses recovery ekonomi akibat pandemi selama dua tahun.

Bahkan, kata dia, restarting ekonomi telah dimulai sejak 2021 dan prosesnya yang dinilai cukup baik.

Baca juga: Gus Muhaimin Dorong Pemerintah Sungguh-sungguh Bangun SDM Kelautan dan Perikanan

“Mereka menyatakan bahwa 2022-2023 akan ada tren momentum-momentum perbaikan yang dahsyat dan akan ada peluang untuk bangkit lebih baik dibanding negara-negara mana pun,” jelasnya.

Menurut Gus Muhaimin, waktu dua tahun pandemi menyebabkan stagnasi kegiatan sosial-politik dan ekonomi masyarakat. Pihak yang paling terpukul salah satunya pelaku UMKM.

“UMKM mengalami masa sulit. Ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik juga mengalami stagnasi dua tahun. Dari kunjungan saya ke daerah dan melihat prospek yang sangat positif ke depan ini, momentum ini tidak boleh diabaikan,” bebernya.

Oleh karenanya, Gus Muhaimin tidak ingin prospek ekonomi yang baik terganggu dengan adanya Pemilu 2024.

“Pemilu biasanya ada tiga kondisi. Pertama, pelaku ekonomi melakukan pembekuan wait and see lalu agresivitas ekonomi saat Pemilu,” terangnya.

Baca juga: Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan, Gus Muhaimin: Kementan Jangan Berdiam Diri

Kemudian, lanut dia, adanya transisi kekuasaan dan pemerintahan yang menyebabkan uncertainty economy, sehingga mengganggu momentum bagus, terutama setelah adanya agenda Group of Twenty (G-20).

“Ketiga, Pemilu 2021 dikhawatirkan dapat menjadi lahan eksploitasi ancaman konflik. Meski hal ini tidak menjadi harapan semua pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Muhaimin berencana melakukan komunikasi penundaan Pemilu 2021 kepada sejumlah pimpinan partai politik (parpol).

“Semoga, usulan saya ini akan saya sampaikan ke teman-teman pimpinan partai, saya usulkan ke Pak Presiden, bagaimana apakah bisa? Ya nanti kita lihat saja, apakah mungkin bisa diundur atau tidak,” tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.