Kompas.com - 21/02/2022, 23:08 WIB

Ibnu Sutowo pun membuat surat berisi tanya-jawab lengkapnya dengan wartawan The Asian Wall Street Journal bernama Earl Gottschalk. Wawancara itu disebut hanya berlangsung selama dua menit.

Dalam suratnya itu, Ibnu Sutowo menyatakan Gottschalk hanya mengajukan tiga pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah "Apakah penyebab masalah Pertamina?" yang dijawab Ibnu persoalan Pertamina adalah karena pembatasan kredit, resesi dan mengendornya usaha di bidang kapak tangki.

Kemudian Gottschalk, menurut Ibnu Sutowo, menanyakan apakah mantan Ketua Umum PMI tersebut dapat menyehatkan Pertamina kembali. Dari pertanyaan itu, Ibnu Sutowo hanya menjawab singkat, "No".

Baca juga: Saat Ibnu Sutowo Menjadi Tahanan Rumah...

Pertanyaan terakhir dari sesi wawancara itu adalah apakah Ibnu Sutowo bersedia kembali memimpin Pertamina.

"Saya tidak bersedia. Saya sudah bekerja untuk pemerintah selama 36 tahun, dan ini sudah cukup," demikian jawaban Ibnu Sutowo dalam surat klarifikasi yang ia serahkan kepada Kas Kopkamtib pada 20 Februari 1977.

Terkait pemberitaan The Asian Wall Street Journal yang terbit pada 14 Februari 1977, Laksamana Sudomo memberi jaminan bahwa pemerintah tidak akan melindungi pejabat-pejabat yang harus bertanggung hawab dalam masalah Pertamina.

Baca juga: Memori Hari-hari Terakhir Ibnu Sutowo di Pertamina

Pemerintah pun disebut akan bersikap tegas. Laksamana Sudomo juga saat itu meminta pengertian masyarakat terhadap kebijaksanaan yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan Pertamina dan dalam menyelesaikan persoalan terkait kapal-kapal tangki yang dikontrak Pertamina.

"Harus dipisahkan, proses penelitian yang menyangkut sejauh mana pimpinan Pertamina dulu menyimpang dari garis-garis kebijaksanaan yang ditetapkan pemerintah dan seberapa jauh pejabat-pejabat memanfaatkan kepemimpinannya itu untuk kepentingan pribadi," tegas Sudomo.

Sumber:

Harian Kompas edisi 5 Februari 1977: "Ibnu Sutowo di New York"

Harian Kompas edisi 18 Februari 1977: "Tiba di Jakarta, Dr. Ibnu Sutowo Menghindari Pers"

Harian Kompas edisi 22 Februari 1977: "Pemerintah Tidak akan Lindungi Para Pejabat yang Bertanggungjawab"

Harian Kompas edisi 4 Oktober 1987: "Apa, Siapa?"

Kompas.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengapa Lembaga Eksekutif Harus Diawasi?

Mengapa Lembaga Eksekutif Harus Diawasi?

Nasional
Bareskrim Temukan 25 Hektar Ladang Ganja di Aceh, Bakal Dimusnahkan

Bareskrim Temukan 25 Hektar Ladang Ganja di Aceh, Bakal Dimusnahkan

Nasional
PPATK Proses Informasi Adanya Transaksi dari Rekening Brigadir J Setelah Meninggal

PPATK Proses Informasi Adanya Transaksi dari Rekening Brigadir J Setelah Meninggal

Nasional
UPDATE 17 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,68 Persen, Ketiga 25,11 Persen

UPDATE 17 Agustus: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 72,68 Persen, Ketiga 25,11 Persen

Nasional
UPDATE 17 Agustus: Kasus Covid-19 Tambah 5.253, Total Mencapai 6.297.484

UPDATE 17 Agustus: Kasus Covid-19 Tambah 5.253, Total Mencapai 6.297.484

Nasional
Bendera Merah Putih Berkibar Tandai Peresmian Museum Batu Bara MIND ID di Tanjung Enim

Bendera Merah Putih Berkibar Tandai Peresmian Museum Batu Bara MIND ID di Tanjung Enim

Nasional
Ragam Baju Adat Para Menteri di Acara Upacara Kemerdekaan RI dan Alasan di Baliknya

Ragam Baju Adat Para Menteri di Acara Upacara Kemerdekaan RI dan Alasan di Baliknya

Nasional
Cerita Farel Prayoga Menyanyi di Istana Merdeka: Persiapan hanya Sehari

Cerita Farel Prayoga Menyanyi di Istana Merdeka: Persiapan hanya Sehari

Nasional
Jokowi Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Jokowi Pimpin Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Nasional
BERITA FOTO: Meriahnya Rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-77 RI di Istana Merdeka

BERITA FOTO: Meriahnya Rangkaian Upacara Peringatan HUT ke-77 RI di Istana Merdeka

Nasional
KSAD Jenderal Dudung: 'Founding Father' Berjuang Pakai Bambu Runcing, Kalau Kita dengan Cara Bersatu

KSAD Jenderal Dudung: "Founding Father" Berjuang Pakai Bambu Runcing, Kalau Kita dengan Cara Bersatu

Nasional
Kesan Kolonel Andike Saat Tahu Akan Jadi Komandan Upacara di Istana: Ini Tanggung Jawab Berat

Kesan Kolonel Andike Saat Tahu Akan Jadi Komandan Upacara di Istana: Ini Tanggung Jawab Berat

Nasional
Ketua KPK Sebut Kemerdekaan Sejati saat Indonesia Bersih dari Korupsi

Ketua KPK Sebut Kemerdekaan Sejati saat Indonesia Bersih dari Korupsi

Nasional
Tim Pancasila Sakti Akan Bertugas pada Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Tim Pancasila Sakti Akan Bertugas pada Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka

Nasional
Istana Sebut Jokowi Segera Lantik Menpan-RB Pengganti Tjahjo Kumolo

Istana Sebut Jokowi Segera Lantik Menpan-RB Pengganti Tjahjo Kumolo

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.