Kompas.com - 18/02/2022, 09:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tujuh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2022-2027 telah terpilih melalui uji kelayakan dan kepatutan yang diselenggarakan DPR pada 14-16 Februari 2022.

Tujuh komisioner KPU terpilih yaitu Betty Epsilon Idroos, Hasyim Asy'ari, Mochammad Afifuddin, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat, Idham Holik, dan August Mellaz.

Sebagai penyelenggara negara, mereka wajib melaporkan harta kekayaan (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adapun dari total enam komisioner KPU terpilih, hanya August Mellaz yang belum diketahui total harta kekayaannya.

Sebab, ia bukan penyelenggara negara. Ia sebelumnya merupakan Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi.

Baca juga: Nuansa Politik Pemilihan Komisioner KPU-Bawaslu, Nama Terpilih Sama dengan Daftar yang Beredar

Berikut ini daftar harta kekayaan para komisioner terpilih berdasarkan data dari elhkpn.kpk.go.id.

1. Betty Epsilon Idroos

Betty yang merupakan satu-satunya komisioner terpilih perempuan, dan memiliki harta kekayaan senilai Rp 3.839.787.546. Laporan ini ia sampaikan pada 16 Maret 2021.

Total harta kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 3.280.000.000. Properti itu tersebar di Depok, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

Kemudian, ada alat transportasi dan mesin senilai Rp 197.800.000. Betty melaporkan memiliki mobil Toyota Fortuner tahun 2014 senilai Rp 190.000.000, sepeda motor Suzuki tahun 2005 senilai Rp 1.800.000, dan sepeda motor Honda senilai Rp 6.000.000.

Betty yang saat itu menjabat sebagai Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta juga melaporkan kekayaan kas dan setara kas senilai Rp 361.987.546.

2. Hasyim Asy'ari

Hasyim merupakan petahana dalam pemilihan ini. Berdasarkan laporan yang disampaikan pada 31 Maret 2021, ia memiliki total harta kekayaan senilai Rp 7.677.000.000.

Total kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 5.600.000.000, yang berada di Rembang, Semarang, dan Pati di Jawa Tengah.

Selain itu, Hasyim melaporkan alat transportasi dan mesin senilai Rp 307.000.000, yang terdiri atas Vespa PX150 tahun 1985 senilai Rp 1.000.000, mobil Toyota Prado tahun 2006 senilai Rp 150.000.000 dan mobil Nissan New Serena tahun 2014 senilai Rp 150.000.000.

Baca juga: Profil Lengkap 7 Komisioner KPU RI Periode 2022-2027

Ada pula harta bergerak lainnya senilai Rp 780.000.000 serta kas dan setara kas senilai Rp 990.000.000.

3. Mochammad Afifuddin

Afifuddin yang sebelumnya merupakan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki total harta kekayaan senilai Rp 3.930.820.626. Laporan itu ia sampaikan pada 15 Maret 2021.

Secara rinci, total harta kekayaan itu terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp 3.550.000.000. Afifuddin memiliki tanah dan bangunan di Kuningan, Jawa Barat; dan Tangerang Selatan, Banten.

Kemudian, ada alat transportasi dan mesin senilai Rp 309.000.000. Afifuddin menyampaikan memiliki motor Honda tahun 2014 senilai Rp 9.000.000 dan mobil Honda HRV Prestige tahun 2019 senilai Rp 300.000.000.

Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp 25.000.000 serta kas dan setara kas senilai Rp 665.898.226.

4. Parsadaan Harahap

Parsadaan Harahap sebelumnya merupakan anggota Bawaslu Bengkulu. Pada 26 Januari 2021, ia melaporkan total harta kekayaan senilai Rp 945.434.378.

Total harta kekayaan itu terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp 550.000.000 yang ada di Bengkulu.

Berikutnya, ada alat transportasi dan mesin senilai Rp 292.500.000. Parsadaan memiliki mobil Toyota Innova tahun 2015 senilai Rp 205.000.000 dan mobil Toyota Agya tahun 2018 senilai Rp 87.500.000.

Baca juga: Ada Proses Politik Jadi Alasan Komisi II Tak Bisa Penuhi Keterwakilan 30 Persen Perempuan di KPU-Bawaslu

Selain itu, ada harta bergerak lainnya senilai Rp 160.500.000, kas dan setara kas senilai Rp 195.180.857, dan utang sebesar Rp 252.746.479.

5. Yulianto Sudrajat

Yulianto sebelumnya menjabat sebagai Ketua KPU Jawa Tengah. Pada 25 Januari 2021, ia melaporkan total harta kekayaan senilai Rp 1.262.829.074.

Total harta kekayaan itu terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp 1.235.200.000. Tanah dan bangunan itu ada di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Berikutnya, ada alat transportasi dan mesin senilai Rp 16.500.000. Yulianto melaporkan memiliki motor Honda tahun 2018 senilai 1.500.000 dan motor Yamaha Sport senilai Rp 15.000.000.

Ia melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp 4.000.000, kas dan setara kas senilai Rp 67.192.074, dan utang senilai Rp 60.000.000.

6. Idham Holik

Idham sebelumnya menjabat sebagai anggota KPU Jawa Barat. Dia melaporkan total harta kekayaan senilai Rp 2.586.960.345.

Total harta kekayaan itu terdiri atas tanah dan bangunan senilai Rp 2.306.500.000 yang ada di Bekasi, Jawa Barat.

Kemudian, alat transportasi dan mesin senilai Rp 22.500.000 yang terdiri atas motor Honda Naked Sport dan motor Yamaha Matic Aerox.

Baca juga: Pemilihan Anggota KPU-Bawaslu 2022-2027 Dinilai Tak Transparan

Ada pula harta bergerak lainnya senilai Rp 20.950.000 serta kas dan setara kas seniali Rp 237.010.345.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Sudah Saatnya Presiden Jokowi Memisahkan Diri dari Relawan

Pengamat: Sudah Saatnya Presiden Jokowi Memisahkan Diri dari Relawan

Nasional
RKUHP Disahkan, Orangtua dan Wali Biarkan Anak Dipakai Mengemis Dipenjara 4 Tahun

RKUHP Disahkan, Orangtua dan Wali Biarkan Anak Dipakai Mengemis Dipenjara 4 Tahun

Nasional
Ditanya soal Posisinya di Pernikahan Kaesang-Erina, Erick Thohir: Aku yang Bersih-bersih

Ditanya soal Posisinya di Pernikahan Kaesang-Erina, Erick Thohir: Aku yang Bersih-bersih

Nasional
Irfan Widyanto, Peraih Adhi Makayasa yang Terlibat Kasus Sambo: Sedih, Karier Saya Masih Panjang

Irfan Widyanto, Peraih Adhi Makayasa yang Terlibat Kasus Sambo: Sedih, Karier Saya Masih Panjang

Nasional
Hasil Musra Gorontalo: Airlangga Capres Nomor 1, Mahfud MD Cawapres Teratas

Hasil Musra Gorontalo: Airlangga Capres Nomor 1, Mahfud MD Cawapres Teratas

Nasional
RKUHP Disahkan: Fitnah Diancam 4 tahun Penjara, Pencemaran Kehormatan 9 Bulan Bui

RKUHP Disahkan: Fitnah Diancam 4 tahun Penjara, Pencemaran Kehormatan 9 Bulan Bui

Nasional
Bareskrim Tangkap 4 Tersangka Kasus Peredaran Gelap Narkoba, 2 di Antaranya Oknum TNI

Bareskrim Tangkap 4 Tersangka Kasus Peredaran Gelap Narkoba, 2 di Antaranya Oknum TNI

Nasional
RKUHP Sah, Pencurian Benda Keagamaan hingga Purbakala Dipenjara 7 Tahun

RKUHP Sah, Pencurian Benda Keagamaan hingga Purbakala Dipenjara 7 Tahun

Nasional
Diajak PKS Gabung Koalisi Perubahan, Gerindra: Kenapa Enggak Ikut Kami?

Diajak PKS Gabung Koalisi Perubahan, Gerindra: Kenapa Enggak Ikut Kami?

Nasional
RKUHP Disahkan, Pelaku Begal sampai Jambret hingga Korban Meninggal Terancam Hukuman Mati

RKUHP Disahkan, Pelaku Begal sampai Jambret hingga Korban Meninggal Terancam Hukuman Mati

Nasional
Gempa di Jember Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Ingatkan soal Gempa Susulan

Gempa di Jember Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Ingatkan soal Gempa Susulan

Nasional
Menko PMK Sebut Koordinasi Kebijakan Covid-19 untuk Libur Nataru Dilakukan Dalam Waktu Dekat

Menko PMK Sebut Koordinasi Kebijakan Covid-19 untuk Libur Nataru Dilakukan Dalam Waktu Dekat

Nasional
Ingatkan soal Persediaan Beras, Jokowi: Jangan Sampai Perhitungan Keliru

Ingatkan soal Persediaan Beras, Jokowi: Jangan Sampai Perhitungan Keliru

Nasional
Jadi Terdakwa dan Dipecat Polri karena Kasus Sambo, Arif Rachman: Sedih, Saya Hanya Bekerja...

Jadi Terdakwa dan Dipecat Polri karena Kasus Sambo, Arif Rachman: Sedih, Saya Hanya Bekerja...

Nasional
Citilink Punya Tarif Terjangkau, Komisi VI Minta Garuda Beri Perhatian ke Anak Usahanya Ini

Citilink Punya Tarif Terjangkau, Komisi VI Minta Garuda Beri Perhatian ke Anak Usahanya Ini

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.