Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jokowi: Bukan Saatnya Membuat Ketegangan Baru, Seperti yang Terjadi di Ukraina Saat ini

Kompas.com - 17/02/2022, 13:25 WIB
Dian Erika Nugraheny,
Bagus Santosa

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, dalam situasi pandemi saat ini bukan saatnya bagi negara-negara di dunia saling memelihara rivalitas.

Jokowi juga menekankan, bukan saatnya bagi negara-negara di dunia membuat ketegangan yang menghambat pemulihan dunia.

"Dalam situasi yang seperti ini, bukan saatnya untuk rivalitas. Bukan saatnya membuat ketegangan baru yang menganggu pemulihan dunia," ujar Jokowi saat berpidato pada pembukaan The 1st FMCBG INDONESIA PRESIDENSI G20 2022 yang disampaikan secara virtual, Kamis (17/2/2022).

"Apalagi yang membahayakan keselamatan dunia, sebagaimana yang terjadi di Ukraina saat ini. Saat ini semua pihak harus menghentikan rivalitas dan ketegangan," tegasnya.

Baca juga: Ancaman Perubahan Iklim Bisa Lebih Besar dari Pandemi, Sri Mulyani Tagih Komitmen Negara G20

Kepala negara mengingatkan, pandemi Covid-19 belum berakhir dan ekonomi dunia masih terguncang.

Dalam situasi seperti ini, tidak ada satu negara pun yang bisa bangkit sendirian.

"Semua negara saling terkoneksi, tidak ada yang terisolasi. Kebangkitan satu kawasan akan membangkitkan kawasan yang lainnya," tutur Jokowi.

"Sebaliknya, keruntuhan satu kawasan akan ikut meruntuhkan kawasan yang lainnya," lanjutnya.

Baca juga: Di Hadapan Negara G20, Jokowi: Dalam Situasi yang Seperti Ini Bukan Saatnya untuk Rivalitas...

Oleh karena itu, negara-negara di dunia harus fokus untuk bersinergi, berkolaborsi menyelamatkan dan membangkitkan dunia agar segera pulih dari pandemi.

Jokowi mengajak agar kondisi ketidakpastian global dihadapi dengan sinergi dan kolaborasi.

"Kita harus bekerja sama mengendalikan inflasi yang cenderung meningkat. Kita harus mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga pangan," kata Jokowi.

"Kita harus mengatasi kelangkaan kontainer dan rantai logistik lainnya. Kita harus mencegah terjadinya kelaparan," tegasnya.

Selain itu, negara-negara di dunia juga mempunyai tugas untuk melakukan beberapa transformasi.

Salah satunya mempercepat proses transisi menuju ekonomi baru.

Baca juga: 4 Mekanisme Prokes untuk G20 Indonesia, dalam Sistem Bubble

Kemudian, mempercepat transformasi digital yang merata dan terjangkau.

Selain itu, harus mendukung kebangkitan UMKM.

"Pertemuan antar Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari negara negara G20 ini, pasti bisa merumuskan langkah langkah kebijkaan fiskal dan moneter yang salaing bersinergi antar negara untuk menyelesaikan permasalahan kita bersama, permasalahan dunia," tambahnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com