Kompas.com - 14/02/2022, 21:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jajaran pengurus Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) dipimpin ketua umumnya Gede Pasek Suardika dan Sekretaris Jenderal Sri Mulyono dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Senin (14/2/2022).

Dalam pertemuan itu, Pasek menyampaikan harapannya agar semua partai politik diperlakukan sama dalam tahapan menjelang Pemilihan Umum 2024 mendatang.

"Kami berharap semua parpol diperlakukan sama. Misalnya, soal memasukkan Sipol (sistem informasi parpol) agar dilakukan serentak dengan start yang sama baik partai lama maupun partai baru," kata Pasek dalam siaran pers, Senin.

Baca juga: Gede Pasek Sungkem ke Ibunda Anas Urbaningrum Usai Orasi Politik sebagai Ketua Umum PKN

Sementara itu, Sri Mulyono berharap agar proses perhitungan suara yang terlalu lama bisa diperpendek untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Abhan mengingatkan PKN untuk membangun komunikasi ke jajaran Bawaslu hingga ke daerah.

Abhan juga menyarankan agar PKN menyiapkan tim hukum sejak awal untuk mengantisipasi adanya masalah saat proses verifikasi di lapangan.

Sebab, kata anggota Bawaslu Afifuddin, kegandaan data merupakan hal yang lazim ditemui pada tahap verifikasi.

"Pengurus maupun anggota yang ganda sering ditemukan selama ini sehingga perlu diantisipasi sejak dini oleh partai politik," kata Afifuddin.

Baca juga: PKN, Partai Loyalis Anas Urbaningrum, Daftarkan Diri ke Kemenkumham

Sebelum bertemu dengan Bawaslu, PKN sebelumnya telah bertemu dengan dua lembaga penyelenggada pemilu lainnya yaitu KPU dan DKPP.

Diketahui, PKN merupakan partai politik yang didirikan oleh sejumlah loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Pasek menyebutkan, loyalis Anas yang menjadi bagian PKN antara lain mantan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Mirwan Amir, eks pengurus Demokrat Ian Zulfikar, aktivis HMI Asral Hardi, wartawan dan fotografer Bobby Triadi, serta Sri Mulyono yang kini jadi sekretaris jenderal PKN.

Baca juga: Gede Pasek Tegaskan PKN Tak Terkait Moeldoko, AHY, dan SBY

Ia mengatakan, Anas telah memberi restu atas pendirian PKN meski belum dipastikan apakah Anas akan bergabung ke PKN atau tidak setelah menyelesaikan masa pidananya kelak.

"Kalau beliau kan masih di dalem kan enggak mungkin juga kan, masih menunggu beliau di luar dulu, nanti baru mengambil sikap lebih terbuka. Sekarang beliau mendoakan dan merestuilah posisinya," ujar Pasek, Senin (1/11/2022).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.