Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/02/2022, 20:50 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.comIndonesia akhirnya memutuskan berbelanja alutsista berupa jet tempur buatan Prancis, Dassault Rafale. Pesawat mutakhir itu akan digunakan TNI AU untuk menggantikan sejumlah jet tempur yang sudah uzur.

Keputusan itu diambil salah satunya karena dinamika situasi pertahanan dan keamanan di kawasan Asia Pasifik. Hal itu menjadi salah satu faktor Indonesia menggenjot modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Selain itu, peremajaan alutsista yang uzur juga menjadi alasan lain hal itu dilakukan demi memenuhi postur pertahanan nasional yang dirancang sejak jauh-jauh hari untuk memenuhi kualifikasi kekuatan minimum esensial (MEF) yang kini sudah memasuki tahap III.

Selain jet Rafale, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan Indonesia juga mengincar kapal selam Scorpene produksi Naval Group yang juga berasal dari Prancis.

Baca juga: Langkah Maju Modernisasi Alutsista TNI, Bakal Borong 42 Jet Rafale hingga 2 Kapal Selam Prancis

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga dilaporkan memberi lampu hijau supaya Indonesia bisa membeli jet tempur mutakhir F-15.

Pilihan untuk membeli alutsista dari Blok Barat diambil setelah Indonesia sempat melirik jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia. Namun, dengan ancaman sanksi dari AS yang mempunyai Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi (CAATSA), rencana mendatangkan jet tempur dari Rusia kandas.

Selain itu, situasi di politik di kawasan Asia Pasifik juga terus menghangat. Hal itu dikarenakan oleh sikap China di Laut China Selatan dan pembentukan pakta pertahanan dan keamanan antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat (AUKUS).

Menurut pengamat pertahanan dari Universitas Al Azhar Ramdhan Muhaimin, keputusan pemerintah membeli alutsista terbaru adalah bentuk tanggapan dari situasi dunia saat ini.

"Pengadaan ini merupakan kebijakan sekuritisasi pemerintah Indonesia menyikapi atau merespons dinamika keamanan di regional dan global yang terus menghangat," kata Ramdhan kepada Kompas.com, Jumat (11/2/2022). 

Pengadaan alutsista mutakhir oleh Indonesia, menurut Ramdhan, jangan diartikan sebagai pernyataan supaya perselisihan di Laut China Selatan jangan sampai melebar. Apalagi hubungan politik dan ekonomi Indonesia dan China saat ini erat.

Baca juga: Selain Borong 42 Jet Rafale, Prabowo Sebut RI Bakal Beli 2 Kapal Selam Scorpene

"Perlu diingat, hingga periode kedua Presiden Joko Widodo, hubungan Indonesia-China masih bisa dibilang mesra. Beberapa proyek nasional merupakan kerja sama ekonomi kedua negara, baik platform bilateral maupun BRI (Belt and Road Initiative)," ujar Ramdhan.

Ramdhan mengatakan penguatan pertahanan wajib dilakukan Indonesia, karena perkembangan lingkungan strategis di wilayah Asia Tenggara yang merupakan bagian dari Indo-Pasifik sangat dinamis.

"Indonesia bisa disebut tulang punggung Asia Tenggara maupun Indo-Pasifik," ujar Ramdhan.

Indonesia juga harus mempunyai alutsista yang bisa diandalkan untuk menjaga garis pantai sepanjang 99.083 kilometer. Termasuk melindungi dari berbagai tindak kejahatan seperti penyelundupan, perdagangan orang, sampai terorisme.

Selain membeli alutsista, Indonesia juga melakukan kerja sama penelitian dan pengembangan dengan sejumlah perusahaan Prancis. Antara lain kerja sama antara PT PAL dan Naval Group terkait kapal selam dalam hal persenjataan, suku cadang dan latihan.

Baca juga: Bukan 36, Total 42 Unit Jet Dassault Rafale yang Bakal Diborong Prabowo

Kerja sama lainnya adalah antara Dassault Aviation dan PT Dirgantara Indonesia untuk perawatan perbaikan pesawat-pesawat Prancis di Indonesia.

Selanjutnya, MoU kerja sama di bidang telekomunikasi antara PT LEN dan Thales Group serta kerja sama pembuatan amunisi kaliber besar antara PT Pindad dan Nexter Munition.

Diharapkan dengan kerja sama itu terjadi alih teknologi yang diharapkan bisa menggenjot industri pertahanan dalam negeri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramai Anggaran Kemiskinan Banyak Terserap untuk Rapat, FITRA: Persoalan Klasik

Ramai Anggaran Kemiskinan Banyak Terserap untuk Rapat, FITRA: Persoalan Klasik

Nasional
Nasdem Akan Deklarasi untuk Pilpres 2024 Sebelum Puasa, Ini Kata Agung Laksono soal Golkar dan KIB

Nasdem Akan Deklarasi untuk Pilpres 2024 Sebelum Puasa, Ini Kata Agung Laksono soal Golkar dan KIB

Nasional
Anak Lulung Ajukan Pengunduran Diri dari DPW PPP DKI, Arsul: Saya Sedih, tapi...

Anak Lulung Ajukan Pengunduran Diri dari DPW PPP DKI, Arsul: Saya Sedih, tapi...

Nasional
Perludem: Masa Sosialisasi Bisa Jadi Celah Parpol Hindari Akuntabilitas Dana Kampanye

Perludem: Masa Sosialisasi Bisa Jadi Celah Parpol Hindari Akuntabilitas Dana Kampanye

Nasional
MK Dianggap Jadi Penentu Aturan Pemilu karena UU Pemilu Kebal Revisi, Pakar Nilai Bermasalah

MK Dianggap Jadi Penentu Aturan Pemilu karena UU Pemilu Kebal Revisi, Pakar Nilai Bermasalah

Nasional
Agung Laksono Bilang Golkar Tinggal Cari Cawapres Pendamping Airlangga di Pilpres 2024

Agung Laksono Bilang Golkar Tinggal Cari Cawapres Pendamping Airlangga di Pilpres 2024

Nasional
BPJS Ketenagakerjaan Siap Dukung Pemerintah Sejahterakan Pelaku Olahraga

BPJS Ketenagakerjaan Siap Dukung Pemerintah Sejahterakan Pelaku Olahraga

Nasional
Kaesang Bungkam Saat Ditanya soal Pilihan Parpol

Kaesang Bungkam Saat Ditanya soal Pilihan Parpol

Nasional
Sebut Keputusannya Tepat Tak Lakukan 'Lockdown', Jokowi: Ekonomi Bisa Minus 15-17 Persen

Sebut Keputusannya Tepat Tak Lakukan "Lockdown", Jokowi: Ekonomi Bisa Minus 15-17 Persen

Nasional
Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Peringkat 1 atau 2 di Antara Negara G20

Jokowi Sebut Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Peringkat 1 atau 2 di Antara Negara G20

Nasional
Menpan-RB Beri Klarifikasi soal Anggaran Kemiskinan Tersedot untuk Rapat dan Studi Banding

Menpan-RB Beri Klarifikasi soal Anggaran Kemiskinan Tersedot untuk Rapat dan Studi Banding

Nasional
Agung Laksono Yakin KIB Segera Deklarasi Capres-Cawapres: Golkar Bulat Dukung Airlangga Capres

Agung Laksono Yakin KIB Segera Deklarasi Capres-Cawapres: Golkar Bulat Dukung Airlangga Capres

Nasional
Menlu Retno Marsudi: Yang Dapat Menolong Myanmar adalah Bangsa Myanmar Sendiri

Menlu Retno Marsudi: Yang Dapat Menolong Myanmar adalah Bangsa Myanmar Sendiri

Nasional
'DPR Periode Ini Paling Hening Sepanjang Sejarah Reformasi, padahal Harusnya Mengkritik Pemerintah...'

"DPR Periode Ini Paling Hening Sepanjang Sejarah Reformasi, padahal Harusnya Mengkritik Pemerintah..."

Nasional
Cerita Jokowi soal Penanganan Covid-19: Hampir 80 Persen Menteri Minta 'Lockdown'

Cerita Jokowi soal Penanganan Covid-19: Hampir 80 Persen Menteri Minta "Lockdown"

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.