Kompas.com - 08/02/2022, 16:49 WIB
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mengusulkan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai organisasi penerima pengharagaan Nobel Perdamaian.

Muhaimin menilai, dua organisasi masyarakat Islam tersebut layak mendapatkan penghargaan Nobel karena telah terbukti merajut kemanusiaan dan perdamaian.

"Saya akan mengusulkan kepada Parlemen dan Pemerintah Norwegia untuk menjadikan NU dan Muhammadiyah sebagai penerima Nobel Perdamaian Dunia karena dua organisasi ini telah terbukti merajut kemanusiaan, merajut kebersamaan, dan merajut perdamaian," kata Muhaimin dalam siaran pers, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Jurnalis Pemenang Nobel: Perang Rusia-Ukraina Bukanlah Hal Mustahil

Wakil ketua DPR itu mengatakan, ia akan terbang ke Norwegia pada Maret 2022 menemui ketua parlemen dan pemerintah Norwegia untuk menyampaikan usulannya itu.

Muhaimin menyebutkan, usulannya tersebut juga merupakan bentuk komitmennya kepada NU yang menurutnya selalu mengeluarkan fatwa perdamaian dan kemanusiaan jauh sebelum Indonesia merdeka.

"Konsistensi NU itu yang akan kita tunjukkan kepada dunia luas. Insya Allah menerima. Kalau tidak 2022, ya 2023. Ini bukti bahwa PKB dan NU tidak bisa dipisahkan sampai Yaumul Akhir," ujar Muhaimin.

Seperti diketahui, sejauh ini belum ada penerima hadiah Nobel yang berasal dari Indonesia.

Baca juga: Pro-Kontra Anugerah Nobel

Nobel masih jadi penghargaan paling dihormati dan bergengsi di dunia. Penghargaan Nobel dibagi menjadi enam kategori, di bidang sains, sastra, dan perdamaian.

Tokoh-tokoh di seluruh dunia diakui atas kontribusi luar biasa mereka di bidang-bidang ini.

Beberapa tokoh yang pernah memperoleh penghargaan Nobel Perdamaian antara lain Barack Obama, Kofi Annan, Yasser Arafat, Nelson Mandela, Aung San Suu Kyi, dan Bunda Teresa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.