Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Soal Limbah Tes Antigen di Selat Bali, Menteri Trenggono: Laut Bukan Keranjang Sampah

Kompas.com - 02/02/2022, 15:07 WIB
Alifia Nuralita Rezqiana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa laut bukan tempat sampah.

Hal tersebut disampaikan Trenggono dalam siaran pers Kementerian KP, Rabu (2/2/2022), sebagai tanggapan atas terjadinya pencemaran limbah tes antigen yang mengotori Selat Bali.

Untuk diketahui, ribuan limbah bekas alat tes antigen ditemukan berserakan di sepanjang pantai Selat Bali. Kejadian ini pertama kali terekam oleh penumpang kapal yang tengah menyeberang ke Pulau Bali.

“Kalau ini dibiarkan bisa terulang, makanya perlu tindakan tegas. Perlu ditekankan bahwa laut bukan keranjang sampah,” tukasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Fenomena Waterspout di Selat Bali, Jarak Pandang Nol Meter hingga Penyeberangan Ditutup

Trenggono menjelaskan, laut memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan makhluk hidup di darat.

Tidak sekadar menjadi sumber pangan saja, laut juga merupakan penghasil oksigen dan penyerap emisi karbon yang dihasilkan oleh aktivitas manusia.

Di samping itu, lanjut dia, laut menjadi jalur transportasi penting yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan logistik setiap negara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama jajaran saat membersihkan sampah di pantai.DOK. Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama jajaran saat membersihkan sampah di pantai.

Bahkan, kata Trenggono, jalur telekomunikasi pun disalurkan melalui sistem kabel yang berada di bawah laut.

"Sekali lagi saya tegaskan, laut itu erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Jadi harus kita jaga,” tegasnya.

Baca juga: KKP Kembangkan Inovasi Pupuk Hasil Olahan Rumput Laut

Ia menekankan, pembuangan sampah di laut bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut.

Dalam Perpres tersebut disebutkan, pemerintah Indonesia berkomitmen mengurangi sampah sebanyak 30 persen melalui upaya reuse, reduce, dan recycle (3R).

Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan penanganan sampah sebanyak 70 persen hingga 2025 mendatang.

Kemudian, sampah plastik yang masuk ke laut juga ditargetkan berkurang sebanyak 70 persen hingga 2025.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com