Kompas.com - 02/02/2022, 09:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengajak seluruh kader dan pengurus PKB untuk meraih kemenangan di Jawa Timur yang disebutnya merupakan kandang PKB dalam Pemilihan Presiden (Pilpres).

Muhaimin mengatakan, selain menjadi basis suara PKB dan Nahdlatul Ulama, Jawa Timur juga merupakan kunci kemenangan nasional.

"Suara PKB di Jatim ini adalah modal kuat. Kita harus terus bergerak lebih detail sehingga bisa mencapai target kemenangan karena Jatim kunci kemenangan pilpres,” kata Muhaimin dalam sebuah acara silaturahmi di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (1/2/2022), dikutip dari siaran pers.

Baca juga: PKS-PKB Keberatan Pemilu 2024 Dekat-dekat Lebaran, Ketua KPU: Uang Kampanyenya Lebih Banyak

Muhaimin menuturkan, PKB akan bergerak total untuk menjaga basis suara di Jawa Timur demi meraih target 100 kursi di parlemen serta mencalonkan dirinya sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2024 mendatang.

Ia mengatakan, selama ini PKB selalu menjadi kunci kemenangan dalam setiap pemilihan presiden, tetapi belum menjadi pemegang kunci.

"Masalahnya, masak kita cuma jadi kunci terus, kapan jadi pemegang kunci? Kita ingin sekali-sekali memegang kuncinya dan mengendalikan kunci untuk bangsa," kata dia.

Baca juga: PKB Persilakan Ridwan Kamil Bergabung demi Maju Pilpres 2024

Menurut Muhaimin, PKB mesti meraih kursi presiden sebagaimana dulu PKB mengantarkan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi presiden.

Wakil ketua DPR itu berpandangan, PKB sudah memiliki modal politik dengan perolehan suara sekitar 10 persen sehingga hanya membutuhkan 10 persen suara lagi untuk dapat mengusung calon presiden.

Untuk itu, Muhaimin pun meminta dukungan para kiai yang diharapkannya dapat memudahkan jalan PKB untuk memperoleh tambahan suara tersebut.

"Doa restu, dukungan para kiai sangat dibutuhkan. Insya Allah kita bisa mempertahankan kemenangan di Jatim dan memenangkan Pilpres 2024," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
NASIONAL
Anies Baswedan
Anies Baswedan
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPAI: Tugas, Wewenang dan Struktur Organisasi

KPAI: Tugas, Wewenang dan Struktur Organisasi

Nasional
Tanggal 10 Agustus Hari Memperingati Apa?

Tanggal 10 Agustus Hari Memperingati Apa?

Nasional
Tanggal 9 Agustus Hari Memperingati Apa?

Tanggal 9 Agustus Hari Memperingati Apa?

Nasional
Kapan Vaksin Booster Kedua untuk Masyarakat? Kemenkes: Selesaikan Dulu Booster Pertama

Kapan Vaksin Booster Kedua untuk Masyarakat? Kemenkes: Selesaikan Dulu Booster Pertama

Nasional
Pemerintah Setujui Biaya Perlindungan Petugas Ad Hoc Pemilu 2024, dari Santunan Wafat hingga Cacat

Pemerintah Setujui Biaya Perlindungan Petugas Ad Hoc Pemilu 2024, dari Santunan Wafat hingga Cacat

Nasional
Bacakan Pembelaan, Eks Pejabat PT Adhi Karya Keluhkan Status Tersangka yang Begitu Lama

Bacakan Pembelaan, Eks Pejabat PT Adhi Karya Keluhkan Status Tersangka yang Begitu Lama

Nasional
Bacakan Pembelaan, Eks Kepala Divisi PT Adhi Karya Bantah Atur Lelang Proyek Kampus IPDN

Bacakan Pembelaan, Eks Kepala Divisi PT Adhi Karya Bantah Atur Lelang Proyek Kampus IPDN

Nasional
Pengacara Sebut Keluarga Bharada E Sejauh Ini Aman dari Ancaman

Pengacara Sebut Keluarga Bharada E Sejauh Ini Aman dari Ancaman

Nasional
Pengacara Ungkap Alasan Bharada E Tak Tolak Perintah Atasan saat Disuruh Menembak Brigadir J

Pengacara Ungkap Alasan Bharada E Tak Tolak Perintah Atasan saat Disuruh Menembak Brigadir J

Nasional
Survei Litbang Kompas Sebut Citra KPK Terendah dalam 5 Tahun Terakhir, Ini Tanggapan Firli

Survei Litbang Kompas Sebut Citra KPK Terendah dalam 5 Tahun Terakhir, Ini Tanggapan Firli

Nasional
Mendesak Kompolnas Bekerja Sesuai Tugas di Kasus Brigadir J, Bukan Jadi Jubir Polisi

Mendesak Kompolnas Bekerja Sesuai Tugas di Kasus Brigadir J, Bukan Jadi Jubir Polisi

Nasional
Ahmad Dhani Bercita-cita Masuk Komisi III DPR RI, Ingin Bikin 'KPK' Khusus Penegak Hukum

Ahmad Dhani Bercita-cita Masuk Komisi III DPR RI, Ingin Bikin "KPK" Khusus Penegak Hukum

Nasional
Menteri ESDM Sebut Harga BBM Subsidi Belum Akan Naik

Menteri ESDM Sebut Harga BBM Subsidi Belum Akan Naik

Nasional
Jenderal Dudung Bertemu KSAD Jepang, Bahas Kerja Sama Latihan Penanggulangan Bencana

Jenderal Dudung Bertemu KSAD Jepang, Bahas Kerja Sama Latihan Penanggulangan Bencana

Nasional
Kejagung: Surya Darmadi Tak Respons Tiga Surat Panggilan Terkait Kasus Korupsi PT Duta Palma Group

Kejagung: Surya Darmadi Tak Respons Tiga Surat Panggilan Terkait Kasus Korupsi PT Duta Palma Group

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.