Kompas.com - 02/02/2022, 08:32 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari ini, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit secara nasional masih tersedia banyak. 

Berdasarkan data terakhir Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) pada Senin (31/1/2022), secara nasional BOR untuk isolasi saat ini sebesar 14 persen.

"BOR untuk isolasi secara nasional 14 persen, BOR ICU 6 persen," kata Kepala Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Bambang Wibowo saat dihubungi Kompas.com, Senin (31/1/2022).

Meski demikian, Bambang menyoroti peningkatan BOR RS di DKI Jakarta yang sudah melampaui 50 persen.

Baca juga: BOR RS Covid-19 di Jakarta Capai 60 Persen, ICU 28 Persen

Menurut Bambang, peningkatan BOR RS di DKI tersebut disebabkan sebagian pasien Covid-19 yang dirawat bergejala ringan.

"BOR DKI 52 persen, BOR yang cukup tinggi karena sebagian kasus konfirmasi dengan gejala ringan yang seharusnya tidak memerlukan perawatan RS, tapi cukup melakukan isolasi," ujarnya.

RS sudah lebih siap

Selain DKI Jakarta, Bambang mengatakan, tiga provinsi juga menunjukkan kecenderungan peningkatan jumlah pasien Covid-19, yaitu Jawa Barat, Banten, dan Bali.

Oleh karenanya, ia mengimbau semua rumah sakit untuk menyiapkan fasilitas dan logistik serta tenaga kesehatan dalam menghadapi lonjakan kasus.

"Saat ini kemampuan RS sudah jauh lebih baik karena pengalaman lonjakan kasus di Juli, Agustus tahun lalu, dari sisi kemampuan SDM, fasilitas, dan logistik (farmasi, alkes, oksigen)," ucap dia.

Baca juga: Tekan BOR RS, KSP: Prioritaskan untuk Pasien Covid-19 yang Benar-benar Membutuhkan

Bambang juga meminta semua rumah sakit rujukan untuk memperbaiki sistem pelayanan dengan memerhatikan pelaksanaan Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) yang lebih ketat dan optimal.

Selain itu, ia mengimbau semua rumah sakit untuk segera melaporkan ke dinas kesehatan setempat untuk berkoordinasi melakukan whole genome sequencing (WGS) bila terdapat pasien Covid-19 yang dicurigai terinfeksi Omicron.

"Rumah sakit harus segera melaporkan kepada dinas kesehatan setempat bila ada kecurigaan pasien Omicron," ujarnya.

Disorot KSP

Keterisian tempat tidur di DKI yang mencapai lebih dari 50 persen pun mendapat perhatian dari berbagai pihak, salah satunya dari Kantor Staf Presiden (KSP).

Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo pun mengimbau agar pemanfaatan rumah sakit diprioritaskan ke kelompok yang lebih membutuhkan, yakni mereka yang sakit sedang, berat, komorbid, dan lansia.

Hal tersebut, menurut dia, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, bagi yang tanpa gejala atau OTG dan sakit ringan, diharapkan cukup melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat jika tempat tinggal tidak memadai untuk melakukan isoman.

"Kalau mau melewati pandemi ini dengan baik, prioritaskan RS untuk mereka yang betul-betul membutuhkan. Jangan terlalu panik, gejala sedikit langsung ke RS," jelas Abraham.

Baca juga: Positif Covid-19, Enzy Storia Dirawat di Rumah Sakit

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Ia mengatakan, pasien Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan dengan saturasi oksigen di atas 95 persen tidak perlu dirawat di rumah sakit (RS). Budi mengatakan, pasien yang masuk kategori tersebut bisa melakukan perawatan di rumah.

"Tidak usah khawatir kalau misalnya terkena (Covid-19) tanpa gejala atau ada batuk, pilek, sedikit demam, tapi saturasi masih di atas 95 persen dirawat saja di rumah," kata Budi.

Budi juga mengatakan, saat ini, 85 persen pasien Covid-19 yang dirawat di ruang sakit sudah sembuh. Sementara itu, 8-10 persen pasien Covid-19 bergejala sedang, berat, dan kritis membutuhkan oksigen.

"Jadi 90 persen yang masuk rumah sakit di kita itu umumnya tanpa gejala sekitar 35-40 persen, dan gejala ringan itu sekitar 50 persen," ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, Budi mengatakan, pasien bergejala sedang, berat, dan kritis yang membutuhkan oksigen harus menjadi prioritas perawatan di rumah sakit.

"Biarkan rumah sakit menjadi tempat di mana saudara-saudara kita yang parah, yang berat, yang sedang, kritis yang membutuhkan oksigen dirawat di sana, yang tanpa gejala dan ringan di rumah karena kemungkinan sembuhnya jauh lebih tinggi dibandingkan Delta," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Berantas Makelar Kasus, Wakil Ketua MA: Mohon Maaf, Saya Angkat Tangan

Soal Berantas Makelar Kasus, Wakil Ketua MA: Mohon Maaf, Saya Angkat Tangan

Nasional
Hakim Disarankan Hadirkan Ahli Buktikan Dugaan Pelecehan Istri Ferdy Sambo

Hakim Disarankan Hadirkan Ahli Buktikan Dugaan Pelecehan Istri Ferdy Sambo

Nasional
Ketua MA Ingatkan Hakim Patuhi Kode Etik dan Pakta Integritas Usai 2 Hakim Agung Ditahan KPK

Ketua MA Ingatkan Hakim Patuhi Kode Etik dan Pakta Integritas Usai 2 Hakim Agung Ditahan KPK

Nasional
Hari Antikorupsi Sedunia, Ini Deretan Kasus Korupsi dengan Angka Paling Fantastis

Hari Antikorupsi Sedunia, Ini Deretan Kasus Korupsi dengan Angka Paling Fantastis

Nasional
Mendagri Perkenalkan Kota Sorong sebagai Ibu Kota Papua Barat Daya

Mendagri Perkenalkan Kota Sorong sebagai Ibu Kota Papua Barat Daya

Nasional
Pakar Bantah Klaim Ferdy Sambo soal Tes Poligraf Tak Bisa Dipakai di Sidang

Pakar Bantah Klaim Ferdy Sambo soal Tes Poligraf Tak Bisa Dipakai di Sidang

Nasional
Kasus Gagal Ginjal, Komnas HAM Bakal Panggil BPOM pada 23 Desember

Kasus Gagal Ginjal, Komnas HAM Bakal Panggil BPOM pada 23 Desember

Nasional
Bamsoet Minta Pemilu 2024 Ditunda, Demokrat: Seakan Melanggar Konstitusi Hal Receh

Bamsoet Minta Pemilu 2024 Ditunda, Demokrat: Seakan Melanggar Konstitusi Hal Receh

Nasional
MA Pecat 10 Hakim Sepanjang Tahun 2022, 104 Lainnya Disanksi Disiplin

MA Pecat 10 Hakim Sepanjang Tahun 2022, 104 Lainnya Disanksi Disiplin

Nasional
Bersurat ke PBB, Keluarga Korban Pelanggaran HAM Berat Paniai Desak Ada Intervensi Kemanusian

Bersurat ke PBB, Keluarga Korban Pelanggaran HAM Berat Paniai Desak Ada Intervensi Kemanusian

Nasional
Proker Kemenperin Dinilai Tumpang Tindih, Komisi VII Sarankan Fokus Sektor Industri Baterai

Proker Kemenperin Dinilai Tumpang Tindih, Komisi VII Sarankan Fokus Sektor Industri Baterai

Nasional
Perppu Pemilu Tak Jelas Rimbanya, KPU 'Teriak'

Perppu Pemilu Tak Jelas Rimbanya, KPU "Teriak"

Nasional
Tantang Sambo Buktikan LHP Pemeriksaan Kabareskrim, Pengacara Ismail: Kalau Sudah Bicara, Harus Buktikan!

Tantang Sambo Buktikan LHP Pemeriksaan Kabareskrim, Pengacara Ismail: Kalau Sudah Bicara, Harus Buktikan!

Nasional
Kepala BNPB Serahkan Dana Bangun Rumah untuk 647 Korban Gempa Bumi Cianjur

Kepala BNPB Serahkan Dana Bangun Rumah untuk 647 Korban Gempa Bumi Cianjur

Nasional
Sejak KPK Berdiri, 1.479 Jadi Tersangka, 319 di Antaranya Anggota DPR-DPRD

Sejak KPK Berdiri, 1.479 Jadi Tersangka, 319 di Antaranya Anggota DPR-DPRD

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.