Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 31/01/2022, 19:17 WIB
Ardito Ramadhan,
Krisiandi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengungkapkan, partainya pernah dianggap terlalu lembek sebagai oposisi oleh petinggi sebuah partai pendukung pemerintah.

"Walaupun tidak saya ceritakan partainya, sekitar 4 hari lalu saya ketemu petinggi sebuah partai, partai itu ada di dalam koalisi pemerintah, dua orang dari petinggi itu menyampaikan kepada saya, 'Pak Sohibul, ini kenapa PKS kok makin ke sini oposisinya makin lembek' katanya," ujar Sohibul dalam acara yang ditayangkan akun YouTube PKSTV, Senin (31/1/2022).

Baca juga: Wapres Harap PKS Promosikan Islam yang Damai dan Moderat

Sohibul pun mengakui, publik saat ini juga menilai bahwa PKS terasa lembek dalam menghadapi pemerintah.

Namun, Sohibul menilai, persoalan keras atau lembeknya PKS merupakan penilaian yang subyektif.

Mantan presiden PKS itu menekankan, sikap oposisi yang diambil PKS bukanlah sikap yang asal beda, tetapi dilandasi pertimbangan secara serius melalui musyawarah majelis syuro PKS.

Ia juga mengeklaim bahwa kritik yang disampaikan oleh kader PKS bukanlah kritikan yang kosong.

"Yang terpenting adalah, bagi kader-kader PKS, siapapun, termasuk yang pada sering tampil di media ini, kita harus tetap berada pada kritisisme yang substantif, ada isinya, bukan kritis yang asal beda atau asal bunyi, tapi yang benar-benar punya nilai," ujar Sohibul.

Menurut Sohibul, hal itu sudah terbukti ketika Undang-Undang Cipta Kerja yang ditolak keras oleh PKS pada akhirnya dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi.

"Artinya, di situ sudah jelas bahwa pilihan PKS tidak menyetujui itu adalah pilihan yang penuh argumen, bukan asal beda," kata dia.

Sohibul melanjutkan, PKS juga tidak begitu mempersoalkan apabila aspirasi yang disuarakan PKS pada akhirnya tak didengar oleh pemerintah.

Ia menyadari, jumlah kursi yang dimiliki PKS di parlemen adalah minoritas di tengah demokrasi yang menerapkan sistem suara terbanyak.

Baca juga: Sekjen: Kerja-kerja PKS Diharapkan Bisa Tambah Kader dan Kursi di Parlemen

"Bagi kami bukan masalah didengar atau dilaksanakan, tetapi kami terus berjuang menyampaikan aspirasi masyarakat, itu yang paling penting," kata Sohibul.

Ia pun menegaskan, partainya akan tetap mengambil posisi sebagai partai yang bersikap oposisi terhadap pemerintah sebagai bentuk kepatutan dalam demokrasi agar terciptanya sistem check and balances.

"Jadi menurut saya posisi PKS ini justru memberikan kontribusi tetap bagi tetap terpeliharanya kepatuttan demokrasi kita, tidak tersisihkan sama sekali, tidak merasa kita," ujar Sohibul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arti Istilah Mutatis Mutandis dan Contohnya

Arti Istilah Mutatis Mutandis dan Contohnya

Nasional
Aturan Kampanye Pemilu oleh Pejabat Negara

Aturan Kampanye Pemilu oleh Pejabat Negara

Nasional
Tanggal 28 September Memperingati Hari Apa?

Tanggal 28 September Memperingati Hari Apa?

Nasional
Beri Sambutan Perdana sebagai Ketum PSI, Kaesang: Politik Jalan Ninja Kita

Beri Sambutan Perdana sebagai Ketum PSI, Kaesang: Politik Jalan Ninja Kita

Nasional
'Fit and Proper Test' Calon Hakim MK: 5 Selesai, 3 Dilanjutkan Besok

"Fit and Proper Test" Calon Hakim MK: 5 Selesai, 3 Dilanjutkan Besok

Nasional
Kaesang: Saya Diledek 'Kok Masuk Partai Kecil', 2024 PSI Akan Ada di DPR!

Kaesang: Saya Diledek "Kok Masuk Partai Kecil", 2024 PSI Akan Ada di DPR!

Nasional
Kaesang Bicara soal Bakal Capres Pilihan PSI, Kader Teriak 'Prabowo'

Kaesang Bicara soal Bakal Capres Pilihan PSI, Kader Teriak "Prabowo"

Nasional
KPK Teken MoU dengan ACRC Korea Selatan, Kawal Investasi yang Masuk Indonesia

KPK Teken MoU dengan ACRC Korea Selatan, Kawal Investasi yang Masuk Indonesia

Nasional
Soal Wacana Ganjar-Prabowo, Gerindra: PDI-P Itu Cinta Pertama Gerindra

Soal Wacana Ganjar-Prabowo, Gerindra: PDI-P Itu Cinta Pertama Gerindra

Nasional
Anies Selalu Nomor 3 di Survei, PKS Ungkit Keberhasilan Anies di Pilkada DKI 2017

Anies Selalu Nomor 3 di Survei, PKS Ungkit Keberhasilan Anies di Pilkada DKI 2017

Nasional
Pastikan Oknum Prajurit Kostrad Dihukum jika Terbukti Lecehkan Bawahan, Pangkostrad: Itu Berbahaya

Pastikan Oknum Prajurit Kostrad Dihukum jika Terbukti Lecehkan Bawahan, Pangkostrad: Itu Berbahaya

Nasional
Anies Bantah Singgung Prabowo soal Sebut Pesawat Lewat Saat Safari Politik di Makassar

Anies Bantah Singgung Prabowo soal Sebut Pesawat Lewat Saat Safari Politik di Makassar

Nasional
Kasus Dugaan TPPU Panji Gumilang, Polri Sudah Periksa 46 Saksi

Kasus Dugaan TPPU Panji Gumilang, Polri Sudah Periksa 46 Saksi

Nasional
Dihujat karena Gabung PSI, Kaesang: Tak Sebanding Tuduhan PKI, Antek Cina, Planga-plongo, Ijazah Palsu

Dihujat karena Gabung PSI, Kaesang: Tak Sebanding Tuduhan PKI, Antek Cina, Planga-plongo, Ijazah Palsu

Nasional
Prajuritnya Diduga Lecehkan Bawahan, Pangkostrad Akui Terkejut

Prajuritnya Diduga Lecehkan Bawahan, Pangkostrad Akui Terkejut

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com