Kompas.com - 25/01/2022, 16:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejarawan Indonesia, Bonnie Triyana, baru-baru ini menjadi kontroversi di Belanda karena menulis opini tentang periode “Bersiap”, terminologi Belanda untuk menyebut masa yang dikenal di Indonesia sebagai masa “Agresi Militer”.

BBC Indonesia melaporkan, laporan hukum dilayangkan kepada Bonnie Triyana, dan isu ini juga dibawa ke parlemen Belanda.

Bonnie adalah satu dari dua kurator tamu dari Indonesia untuk pameran Revolutie! Indonesie onafhankelijk (Revolusi! Kemerdekaan Indonesia) di Rijksmuseum yang rencananya digelar mulai 11 Februari mendatang.

Baca juga: Sejarah Indonesia, Bernard Vlekke dan Bonnie Triyana

Pameran ini disebut akan menawarkan perspektif internasional atas perjuangan kemerdekaan Indonesia dari Kerajaan Kolonial Belanda selama periode 1945-1949.

Kurator tamu Indonesia lainnya adalah Amir Sidharta. Sementara dua kurator lain untuk pameran ini dari Belanda, Harm Stevens dan Marion Anker.

Polemik muncul saat Federatie Indische Nederlanders (Federasi Belanda-Indisch - FIN) menyatakan keberatan pada Bonnie, Selasa (11/1/2022), atas tulisan opininya di media berhaluan liberal NRC.

Kelompok itu terdiri dari orang-orang Indo dan Indisch (orang yang memiliki kaitan erat dengan Hindia Belanda).

Apa opini Bonnie?

Opini Bonnie dimuat dengan judul berjudul "Schrap term 'Bersiap' voor periodisering want die is racistisch", yang berarti "Hapus istilah 'Bersiap' dalam periodisasi tersebut karena rasis".

Tulisan tersebut masih dapat diakses publik di situs NRC.

Dalam edisi cetak yang terbit sehari setelahnya (12/1/2022), judul itu diganti dengan "Simplicerende term 'Bersiap' deugt niet als periode-naam" atau "Penyederhanaan istilah 'Bersiap' karena tidak masuk akal untuk periode tersebut".

Baca juga: Begini Penampakan Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat

Di Belanda, istilah 'Bersiap' umum dipakai untuk merujuk pada kekerasan anti-kolonial yang dilakukan orang Indonesia dalam rentang waktu antara 1945-1950.

Setelah berakhirnya pendudukan Jepang pada 1945, Belanda bersiap menguasai kembali daerah jajahannya dengan mengerahkan ribuan pasukan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.