Menkes: Kita Tidak Mau BPJS Kesehatan Defisit, Harus Positif

Kompas.com - 25/01/2022, 14:48 WIB
Penulis Mutia Fauzia
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, penerapan kelas standar, yang juga disebut sebagai Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bertujuan agar kondisi keuangan BPJS Kesehatan bisa terjaga positif.

Di sisi lain, dengan menerapkan kelas standar, cakupan layanan BPJS Kesehatan juga bisa lebih luas.

"Kita tidak mau BPJS defisit. Harus positif. Jadi bisa mengcover rakyat lebih luas dengan layanan standar," kata Budi ketika melakukan rapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (25/1/2022).

Baca juga: Kemenkes: Lansia dan PBI BPJS Kesehatan Bisa Dapat Vaksin Booster Gratis

Ia pun menjelaskan, pemerintah bersama dengan BPJS Kesehatan bakal melakukan pengendalian biaya layanan dengan mengkaji potensi-potensi biaya yang dianggap terlalu mahal atau terlalu murah.

Budi juga menekankan pentingnya peran Puskesmas untuk melakukan tindakan skrining serta melakukan tindakan promotif dan preventif sehingga anggaran BPJS Kesehatan bisa dilakukan untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan layanan.

"Penelitian pengendalian biaya lebih efektif diakukan secara rutin setiap tahun dengan BPJS Kesehatan untuk melihat mana biaya yang masih kemurahan dan kemahalan. Sehingga bila ada masukan dari rumah sakit atau organisasi profesi bisa langsung ditindaklanjuti di tahun berjalan dengan basis data dan transparansi," jelas Budi.

Untuk diketahui, rencananya kelas standar bagi peserta JKN BPJS Kesehatan bakal mulai diterapkan secara penuh di seluruh rumah sakit di Indonesia pada tahun 2024 mendatang.

Anggota DJSN Iene Muliati menjelaskan, untuk awal tahun 2022 ini, penerapan KRIS JKN masuk dalam tahap mempersiapkan peraturan pelaksanaan penerapan KRIS JKN.

Di tahun yang sama, DJSN mulai melakukan uji coba KRIS JKN bersama dengan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.

Beberapa pertimbangkan dalam penerapan kelas standar di rumah sakit saat ini masih dibahas oleh ketiga lembaga tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.