Hakim Berhalangan, Sidang Unlawful Killing Anggota FPI Ditunda

Kompas.com - 25/01/2022, 13:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang dugaan pembunuhan tanpa proses hukum atau unlawful killing pada empat anggot Front Pembela Islam (FPI) ditunda.

Mestinya agenda persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2022) hari ini adalah pemeriksaan terdakwa.

Dua anggota polisi sebagai terdakwa yaitu Ipda M Yusmin Ohorella, Briptu Fikri Ramadhan telah hadir pada persidangan.

Sekitar pukul 11.00 WIB, hakim anggota, Suharno membuka persidangan dan mengumumkan terjadinya penundaan.

“Perlu kami sampaikan bahwa ketua majelis ada tugas lain yaitu mengikuti pelatihan teknis, sehingga persidangan mesti ditunda Selasa pekan depan,” tutur Suharno.

Baca juga: Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Ahli: Ada Doktrin Lebih Baik Penjahat Mati daripada Petugas

Adapun ketua majelis hakim dalam persidangan ini adalah Arif Nuryanta.

Lalu jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan bahwa Selasa (1/2/2022) bertepatan dengan Hari Raya Imlek.

Kemudian Suharno bertanya pada terdakwa, kuasa hukum dan jaksa terkait kesanggupannya menjalankan sidang pekan depan.

Semua pihak sepakat bahwa persidangan akan dilaksanakan Rabu (2/2/2022).

“Baik sidang lanjutan akan dilaksanakan Rabu pekan depan,” ucap Suharno.

Baca juga: Fakta Persidangan Unlawful Killing: Senjata yang Digunakan, Posisi Tembak, dan Temuan Residu Mesiu di Tubuh Korban

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.