Rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru untuk Cegah Sistem Kesehatan Kolaps akibat Gelombang Covid-19

Kompas.com - 25/01/2022, 07:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di Indonesia terus merangkak naik bersamaan dengan meluasnya penularan virus Corona varian Omicron. Puncak kasus diprediksi akan terjadi pada pertengahan Februari hingga Maret 2022.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menekankan diperlukannya upaya pengendalian lonjakan kasus agar fasilitas kesehatan tidak kembali kolaps.

"Jika lonjakan kasus terus terjadi, bisa jadi ini menyebabkan sistem kesehatan Indonesia menjadi kewalahan, karena sebagian dari mereka itu butuh perawatan," kata Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI, Erlina Burhan, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (24/1/2022).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Perhimpunan Dokter Paru Khawatir Sistem Kesehatan Kewalahan

Ia mengatakan, meski gejala yang ditimbulkan Omicron terkesan lebih ringan, pasien yang memiliki gejala seperti demam dan sesak napas harus memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) terdekat.

"Terutama pada tiga kelompok yaitu lansia, komorbid, dan anak-anak, apalagi kalau lansia dengan komorbid," ucapnya.

Erlina juga menyoroti sejumlah satuan pendidikan atau sekolah yang harus tutup sementara akibat temuan kasus Covid-19 pada peserta didik dan guru.

Dia meminta pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Dia menyarankan, anak-anak usia 6-11 tahun menerapkan pembelajaran secara daring sampai kasus Covid-19 varian Omicron dapat dikendalikan.

"Jangan PTM dulu sampai Covid-19 Omicron ini terkendali, jadi kalau bisa anak PAUD, SD ini ditinjau PTM. Kalau saya (sarankan) sih hybrid atau kalau perlu di rumah saja, daring," ujarnya.

Selain itu, Erlina mengatakan, kebijakan tersebut bisa dilakukan pemerintah mengingat anak usia 6-11 tahun belum banyak mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Gejala utama pasien Omicron

PDPI mengungkapkan gejala yang paling banyak ditemukan pada pasien terinfeksi varian Omicron, khususnya mereka yang di rawat di RSUP Persahabatan.

Gejala yang dikeluhkan pasien Covid-19 Omicron di antaranya adalah batuk kering (63 persen), nyeri tenggorokan (54 persen), pilek 27 persen, sakit kepala (36 persen), nyeri perut, demam (18 persen).

Selain itu, hasil penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa gejala yang paling banyak ditemukan dari pasien Omicron adalah batuk sebanyak (89 persen), kelelahan (65 persen), hidung tersumbat (59 persen), demam (38 persen), mual atau muntah (22 persen), sesak napas (16 persen), diare (11 persen), dan anosmia (8 persen).

7 rekomendasi PDPI hadapi lonjakan kasus

Berdasarkan kondisi saat ini, PDPI mendorong dan merekomendasikan tujuh hal sebagai berikut:

  1. Masyarakat yang layak divaksinasi Covid-19 harus menjalani vaksinasi lengkap atau dua dosis di sentra pelayanan vaksinasi.
  2. Masyarakat harus selalu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, tidak bepergian jika tidak mendesak (termasuk ke luar negeri).
  3. Masyarakat waspada dan mengetahui gejala Covid-19 varian omicron seperti batuk kering, nyeri tenggorokan, tenggorokan gatal, merasa lelah, hidung tersumbat, demam, nyeri kepala, muntah, mual, diare, dan sesak napas.
  4. Jika ada yang mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan terdekat, melakukan isolasi mandiri di rumah, memperketat dan tetap disiplin pada protokol kesehatan, mengonsumsi vitamin, mencukupi kebutuhan gizi, memperbanyak istirahat, dan tidak menunda-nunda untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
  5. Setiap orang diharapkan mampu menjadi agen edukasi tentang Covid-19 terkait varian Omicron, gejala dan keluhan, cara pencegahan, dan tata cara isolasi mandiri.
  6. Pemerintah agar memaksimalkan aktivitas 3T (testing atau pemeriksaan, tracing atau penelusuaran, dan treatment atau perawatan), segera mengejar target cakupan vaksinasi primer dan booster, serta memetakan dan mempersiapkan tempat-tempat isolasi terpusat.
  7. Masyarakat diharapkan tetap waspada, tetapi tidak panik terhadap Covid-19 varian Omicron.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.