Presiden Sebut Kriteria Kepala Badan Otorita IKN, PDI-P: Kita Punya Banyak

Kompas.com - 24/01/2022, 15:13 WIB

BALI, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menilai, partainya memiliki sejumlah kader yang berlatarbelakang kepala daerah dan arsitek seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo untuk memimpin Ibu Kota Negara (IKN).

"Ya kalau kriterianya itu kepala daerah yang berhasil kita punya banyak. Ada Pak Anas (Abdullah Azwar Anas, mantan Bupati Banyuwangi) di Banyuwangi. Ada Pak Hendi (Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang) dari Semarang yang juga terbukti mampu menunjukkan kepemimpinan yang baik," kata Hasto ditemui di sela-sela HUT PDI-P, Senin (24/1/2022).

Selain Anas dan Hendi, Hasto menyebut sejumlah nama lainnya seperti mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kemudian, mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat hingga Menteri Sosial Tri Rismaharini pun masuk sebagai sosok yang disebut memenuhi kriteria Jokowi.

Baca juga: Komisi II: Kepala Otorita Harus Pastikan IKN Terwujud, Jangan Sampai Mangkrak

"Ini kan orang-orang yang memang telah teruji kepemimpinannya," jelasnya.

Menyikapi pernyataan Jokowi terkait kriteria pemimpin IKN, Hasto menceritakan bagaimana Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno juga merupakan serorang arsitek.

Bung Karno disebut memiliki kemampuan profesional dan punya daya imajinasi tentang planologi hingga tata ruang.

"Tidak hanya membangun bangunan, tetapi juga keseluruhan aspek kebudayaan yang berkaitan dengan desain bangunan sehingga menurut saya merupakan kriteria yang ditetapkan oleh bapak presiden," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi spesifik menyebutkan sosok yang ia inginkan menjadi Kepala Otorita IKN, yakni pernah memimpin daerah dan berlatar belakang arsitek.

Baca juga: Risma Disebut Calon Kepala Otorita IKN, PDI-P: Yang Sudah Jadi Menteri, Konsentrasi Saja

"Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitek," kata Jokowi saat bertemu dengan beberapa pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (19/1/2022), seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.