Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Joseph Osdar
Kolumnis

Mantan wartawan harian Kompas. Kolumnis 

Megawati Itu Jenaka dan Membentak

Kompas.com - 24/01/2022, 06:00 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Garin menulis “Megawati itu lucu”, justru untuk mencoba dengan sederhana mengurai kekuatan Megawati.

“Yakni sejak kecil Megawati di Istana Kepresidenan dalam menghadapi berbagai konflik yang kejam serta rumit, pastilah menjadi guru terbesar serta energi terbesar survival Megawati dalam beragam konflik termasuk di era Bangsa Indonesia,” kata Garin.

Kata Garin, cara “serba diam” Megawati dan hanya sesekali pidato dengan statement pribadi juga menjadi ciri yang Garin sebut sebagai “kepemimpinan misteri”.

“Megawati punya insting politik bercampur antara warisan keluarga dan pengalaman pribadi yang menjadi kecerdasan politik intingtif yang tidak dipunyainya orang lain dan tidak diajarkan di kampus-kampus.”

Dalam drama-drama politik besar yang dialami Megawati, bisa terbaca kecerdasan instingtif itu yang menjadi daya hidup Megawati dan PDI Perjuangan saat ini.

“Simak, sikap diam dan kadang terkesan mengurung diri, namun kemudian melakukan keputusan yang jitu, dalam momentum tertentu. Ambil contoh keputusan memilih Jokowi sebagai kandidat presiden (2014), ‘demikian kata Garin yang belum lama ini meluncurkan film barunya “Sepeda Presiden”.

Dalam buku “Megawati -Anak Putra Sang Fajar”, terbit tahun 2012, Jusuf Kalla (JK) antara lain mengatakan, “Bila Ibu Mega ingin puterinya Puan Maharani terjun ke dunia politik, itu biasa saja. Tentara ingin anaknya jadi tentara, begitu dengan pengusaha dan dokter, misalnya. Jadi normal saja politisi ingin anaknya juga masuk dalam dunia politik”.

Di akhir 2014, beberapa hari setelah menjadi wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo, JK mengatakan di tempat tinggalnya, “Suatu yang luar biasa Ibu Megawati memberikan kesempatan pada orang lain untuk jadi kandidat presiden dari PDI Perjuangan, bukan Puan Maharani.”

Dalam percakapan dengan Kelompok Hang Lekir, JK berkisah tentang pertemuan beberapa tokoh yang menyodorkan nama untuk calon presiden 2024.

Nama itu punya prosentase elektabilitas yang tinggi menurut semua lembaga survei di Indonesia.

Jawaban Mega dengan langgam budaya Jawa diterjemahkan oleh JK yang berlatarbelakangkan budaya Sulawesi.

“Beliau bicara sebagai orang Jawa tapi kita sebagai orang Sulawesi bisa mengatakan jawaban itu bentakan dengan mengatakan Puan adalah anak saya.”

Apakah JK juga mau mengatakan adalah hal biasa bila seorang presiden menginginkan anaknya juga jadi presiden? Siapa pun dia?

Saya juga menunggu kecerdasan instingtif apa lagi yang akan ditunjukan oleh Mega untuk kandidat calon presiden 2024? Selamat ulang tahun Bu Mega.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ajak Pemred Media Kunjungi Desa Keliki, Dirut Pertamina Kenalkan Desa Energi Berdikari Binaan Pertamina

Ajak Pemred Media Kunjungi Desa Keliki, Dirut Pertamina Kenalkan Desa Energi Berdikari Binaan Pertamina

Nasional
DPW Nasdem DKI Jakarta Ingin Yakinkan Sahroni Maju Pilkada

DPW Nasdem DKI Jakarta Ingin Yakinkan Sahroni Maju Pilkada

Nasional
Tanri Abeng Tutup Usia, Jusuf Kalla: Kita Kembali Kehilangan Tokoh Besar

Tanri Abeng Tutup Usia, Jusuf Kalla: Kita Kembali Kehilangan Tokoh Besar

Nasional
Tanggapi Kritik TImwas, Kemenag Sebut Ibadah Haji 2024 Banyak Dipuji

Tanggapi Kritik TImwas, Kemenag Sebut Ibadah Haji 2024 Banyak Dipuji

Nasional
Inklusivitas Gender Jadi Pembahasan Pansel Capim KPK

Inklusivitas Gender Jadi Pembahasan Pansel Capim KPK

Nasional
Putus Internet ke Kamboja dan Filipina, Menkominfo: Upaya Berantas Judi 'Online'

Putus Internet ke Kamboja dan Filipina, Menkominfo: Upaya Berantas Judi "Online"

Nasional
Pemerintah Putus Akses Internet Judi 'Online' Kamboja dan Filipina

Pemerintah Putus Akses Internet Judi "Online" Kamboja dan Filipina

Nasional
Upaya Berantas Judi 'Online' dari Mekong Raya yang Jerat 2,3 Juta Penduduk Indonesia...

Upaya Berantas Judi "Online" dari Mekong Raya yang Jerat 2,3 Juta Penduduk Indonesia...

Nasional
Keamanan Siber di Pusat Data Nasional: Pelajaran dari Gangguan Terbaru

Keamanan Siber di Pusat Data Nasional: Pelajaran dari Gangguan Terbaru

Nasional
Tanggal 26 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 26 Juni 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Letjen Suryo Prabowo Luncurkan Buku 'Mengantar Provinsi Timor Timur Merdeka Menjadi Timor Leste'

Letjen Suryo Prabowo Luncurkan Buku "Mengantar Provinsi Timor Timur Merdeka Menjadi Timor Leste"

Nasional
Resmikan Destinasi Wisata Aglaonema Park di Sleman, Gus Halim: Ini Pertama di Indonesia

Resmikan Destinasi Wisata Aglaonema Park di Sleman, Gus Halim: Ini Pertama di Indonesia

Nasional
Drag Fest 2024 , Intip Performa Pertamax Turbo untuk Olahraga Otomotif

Drag Fest 2024 , Intip Performa Pertamax Turbo untuk Olahraga Otomotif

Nasional
2.000-an Nadhliyin Hadiri Silaturahmi NU Sedunia di Mekkah

2.000-an Nadhliyin Hadiri Silaturahmi NU Sedunia di Mekkah

Nasional
TNI AD: Prajurit Gelapkan Uang untuk Judi 'Online' Bisa Dipecat

TNI AD: Prajurit Gelapkan Uang untuk Judi "Online" Bisa Dipecat

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com