Perludem: Tanpa Revisi UU Pemilu, Tren Peradilan Politik Akan Menguat

Kompas.com - 21/01/2022, 16:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini berpendapat, tanpa adanya revisi UU Pemilu Nomor 7 Tahun 2017, tren judicialization of politics atau peradilan politik bakal menguat.

Menurut Titi, situasi itu sudah tampak dari banyaknya gugatan terhadap ketentuan ambang batas pencalonan presiden 20 persen ke Mahmakah Konstitusi (MK).

"Jadi akan ada tren penguatan judiciallization of politics. Ditarik masuknya hakim dan pengadilan dalam pembentukan hukum pemilu. Karena skema politik yang ada, yaitu melalui undang-undang, ditutup kerangkanya oleh pembentuk undang-undang," kata Titi dalam diskusi daring yang diselenggarakan PSHK UII, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Perludem: Putusan MK Buka Ruang Beri Jeda Pemilu 2024 dengan Kesepakatan

Titi mengatakan, hal itu akan berdampak terhadap tata kelola Pemilu 2024. Ia menuturkan, bisa jadi putusan MK keluar di tengah tahapan krusial pemilu.

"Sangat mungkin putusan MK keluar di tengah tahapan krusial sedang berlangsung. Akhirnya petugas penyelenggara pemilu akan merespons putusan MK dengan tergesa-gesa. Ini cukup akan menggganggu profesionalisme dan tata kelola teknis Pemilu 2024," kata dia.

Titi menambahkan, tanpa adanya revisi UU Pemilu dan terobosan dalam tata kelola, Pemilu 2024 berpotensi memunculkan beban berat kepada penyelenggara pemilu. Bahkan, dia menilai beban itu akan jauh lebih berat daripada Pemilu 2019.

"Beban berat akan kembali berulang dan jauh lebih berat. Dan ini potensial mengganggu profesionalisme dan integritas petugas pemilu," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.